Sabtu, 3 Desember 22

Richard Lee Protes Dirinya Ditangkap Bak Teroris, Tapi Ferdy Sambo Diistimewakan

Richard Lee Protes Dirinya Ditangkap Bak Teroris, Tapi Ferdy Sambo Diistimewakan
* Richard Lee. (Instagram @dr.richard_lee)

Obsessionnews.com– Praktisi kesehatan Richard Lee protes terhadap penangkapan dirinya oleh polisi sangat kasar seperti menangkap teroris, sedangkan terdakwa pembunuhan berencana Ferdy Sambo malah diperlakukan sangat terhormat dalam penangkapannya.

Richard Lee membandingkan penangkapan dirinya oleh polisi dengan terdakwa pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Ferdy Sambo.

Menurut Richard, penjemputan paksa dan cara penangkapan terhadap dirinya seperti teroris.

“Pada saat waktu saya ditangkap itu gila. Tragedi saya ditangkap paksa saya sudah nonton berkali-kali itu epic. Bahkan FS (Ferdy Sambo) saja tidak seperti itu lho nangkepnya. Nangkep pembunuh berantai mungkin nggak seperti itu. Itu kayak nangkep teroris,” ujar Richard dalam konferensi pers dikutip Jumat (18/11/2022).

Ia merasa sedih dengan cara penangkapan tersebut. Bahkan, saat itu ia sempat dilarang oleh penyidik untuk sekadar buang air kecil.

“Saya teriak-teriak waktu itu ‘saya mau pipis’ apa jawaban di mobil ‘nanti di Lampung’ Palembang-Lampung itu lima sampai enam jam,” ungkapnya.

Selain itu, Richard juga masih mengingat penderitaannya selama berada di balik jeruji besi. Richard menyebut kala itu dirinya ditempatkan di ruangan penjara dengan kondisi tak layak, kumuh, dan dihuni oleh 80 orang narapidana.

“Kalau kalian tidur itu tidur semuanya gak bisa tidur. Jadi pasti ada yang duduk ada yang berdiri. Kalian kebayang nggak sih jadi saya walaupun itu 1×24 itu pengalaman luar biasa,” ujarnya.

Sebelumnya polisi menangkap Richard di kediamannya, Jalan Brigjen Hasan Kasim, Palembang, pada Rabu (11/8) silam.

Adapun penangkapan terhadap Richard itu berkaitan dengan akses ilegal terhadap akun Instagram yang disita oleh pengadilan.

Penangkapan itu pun buntut dari perseteruan Richard dengan aktris Kartika Putri. Perseteruan antar keduanya bermula saat Richard membahas salah satu produk kecantikan berupa krim wajah yang dinilai berbahaya melalui kanal YouTube-nya.

Richard dilaporkan terkait dengan video review produk kecantikan ‘Helwa’. Kartika selaku brand ambassador Helwa sempat meminta Richard meminta maaf, namun akhirnya tetap melaporkannya.

Hingga akhirnya, penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menetapkan Richard sebagai tersangka pencemaran nama baik serta akses ilegal dan penghilangan barang bukti. (CNNIndonesia/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.