Rabu, 16 Oktober 19

Saatnya Aktivis 98 Berperan dalam Pemerintahan

Saatnya Aktivis 98 Berperan dalam Pemerintahan
* Acara diskusi publik mengusung tema 'Quo Vadis Reformasi dan Aktivis Reformasi' di Graha Pena 98, Jl Kemang Utara, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019). (foto: Kapoy/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Aktivis 98 menggelar dialog publik refleksi 21 tahun Reformasi dengan mengusung tema ‘Quo Vadis Reformasi dan Aktivis Reformasi’ di Graha Pena 98, Jl Kemang Utara, Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan ini, akademisi dan aktivis 98 Dadan Umar Daihani mengatakan, setelah pesta demokrasi 2019 ini berakhir, saatnya para aktivis 98 berperan di dalam pemerintahan. Namun peran yang akan diambilnya bukan untuk kepentingan pribadi.

“Sangat setuju, dalam konteks moral reformasi. Bukan seperti dulu saya aktif membangun reformasi. Bukan kepentingan individu, namun untuk kepentingan bangsa,” ujar Dadan dalam diskusi publik ‘Quo Vadis Reformasi dan Aktivis Reformasi’ di Graha Pena 98, Jl Kemang Utara, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019).

Dia melihat, sikap aktivis 98 setelah reformasi 21 tahun ini, para aktivis menguatkan tekadnya untuk berpartisipasi aktif dalam pemerintahan. “Tidak hanya menjadi pengamat saja,” katanya.

Dadan sedikit mengilas balik, kalau dikategorikan aktivis 98 itu yang meruntuhkan Orde Baru, maka mereka harus bertanggung jawab apa yang telah diruntuhkannya.

“Jadi semangat itu yang harus dikuatkan,” ungkap pria yang bergelar Profesor itu.

“Kalau tidak, maka Orde Baru yang telah diruntuhkannya akan bangkit kembali,” tambah Dadan.

Menurut dia, persatuan dan kesatuan menjadi senjata yang kekuatan dan luar biasa.

“Nah sekarang setelah 21 tahun, menjadi pembelajaran dari yang sebelumnya. Kita harus merajut kembali kebersamaan, tak melihat siapa yang di dalam, siapa yang di luar,” ungkap Dadan.

Dia menambahkan, hal ini dilakukan bukan karena untuk menagih, yang dulunya aktivis 98 berdarah-darah dan mengeluarkan keringat.

“Bukan menagih upah, tapi harus membayar utang sebuah pekerjaan yang belum selesai,” pungkas aktivis 98 ini.

Untuk diketahui, dalam diskusi publik yang bertema Quo Vadis Reformasi dan Aktivis Reformasi’ ini hadir para aktivis 98, yakni Dadan Umar Daihani, pengamat dari LIPI Irine Hiraswari Gayatri, dan dari Amnesty Internasional Usman Hamid. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.