Sabtu, 4 Februari 23

Ribuan Masyarakat Saksikan Parade Kebudayaan Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXIX di Martapura

Ribuan Masyarakat Saksikan Parade Kebudayaan Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXIX di Martapura
* Pawai Ta'aruf dalam rangkaian Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXIX Tahun 2022 di Jalan A. Yani, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. (Foto: Humas Kemenag)

Obsessionnews.com – Ribuan masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) berdiri di sepanjang Jalan A. Yani, Martapura, Kabupaten Banjar. Anak-anak usia sekolah, remaja, dan masyarakat mengikuti Pawai Ta’aruf dalam rangkaian Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXIX Tahun 2022 di Bumi Lambung Mangkurat.

 

Baca juga: 

Farhan Muhammadi, Hafiz Indonesia Juara MTQ Internasional, Diundang Raja Maroko dalam Peringatan Maulid Nabi

Membanggakan! Wakil Indonesia Sabet Juara 2 dan Suara Terbaik pada MTQ Internasional di AS

 

 

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor secara resmi melepas Pawai Ta’aruf yang diikuti perwakilan 34 provinsi, kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan (Kalsel), Kementerian/Lembaga, dan komunitas lintas agama. Pelepasan ditandai dengan pemukulan bedug dan pengibaran bendera di Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS), Martapura, Selasa (11/10/22).

“Hari ini kita merasakan bersama suasana persaudaraan dan saling kenal meski di tengah perbedaan. Kita menyaksikan pertunjukan dari berbagai provinsi dan lembaga yang melambangkan kebaikan, silaturahmi, dan kekompakan untuk menghidupkan syiar Islam,” ungkap pria yang akrab disapa Paman Birin ini dikutip dari siaran pers.

 

 

 

Pelaksanaan Pawai Ta’aruf, imbuh Paman Birin, menjadi salah satu penanda kesiapan Kalsel menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXIX. Menurutnya, kegiatan yang menampilkan budaya masing-masing provinsi ini juga melambangkan _hablu min an-naas_ (hubungan antara sesama manusia).

“Saya mengajak masyarakat Kalsel untuk berbondong-bondong memakmurkan MTQ Nasional tahun 2022 ini. Tidak hanya di _venue_ lomba, tetapi di semua tempat di Kalsel,” sambungnya.

Paman Birin menegaskan, Pawai Ta’aruf juga menjadi sarana memperkenalkan budaya dan kesenian Islam. Menurutnya, keberagaman budaya dan seni Islam merupakan pengingat pesan kebaikan dan fitrah kemanusiaan.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Ahmad Zayadi menuturkan, Pawai Ta’aruf merupakan sebuah perayaan keberagaman.

“Kekayaan perbedaan menyatu di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ini kita sebut dengan _unity in diversity_ (persatuan dalam keberagaman), kita sebagai bangsa tetap bisa hidup rukun meski terlahir dan hidup di tengah perbedaan,” ujar Zayadi. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.