Kamis, 27 Juni 19

Respons Jokowi dan Kiai Ma’ruf Atas Hasil Survei Litbang Kompas

Respons Jokowi dan Kiai Ma’ruf Atas Hasil Survei Litbang Kompas
* Ilustrasi dua pasangan capres. (Foto: RMOL)

Jakarta, Obsessionnews.com – Litbang Kompas merilis hasil survei elektabilitas pasangan capres-cawapres yang berlaga di Pilpres 2019, sebulan sebelum hari pencoblosan. Hasilnya Jokowi-Ma’ruf Amin 49,2%, sedanbman Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 37,4%. Selisihnya hanya 11,8 persen. 

Survei digelar pada 22 Februari-5 Maret 2019 dengan melibatkan 2.000 responden, yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia. Margin of error survei ini plus-minus 2,2% dengan tingkat kepercayaan 95%. 

Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) merespons hasil servei tersebut dengan mengatakan akan dijadikan sebagai bahan evaluasi dan koreksi. Jokowi mengatakan justru hasil survei yang baik bisa melemahkan.

“Ya itu, justru kalau saya hasil yang baik justru bisa melemahkan kita. Justru menjadikan kita tidak waspada,” kata Jokowi ditemui wartawan di Sekretariat DPD PDIP DKI Jakarta, Jl Tenet Raya, Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2019).

Jokowi mengatakan, hasil survei yang tidak baik lah yang justru bisa menjadi pemicu semangat timnya untuk bekerja lebih baik di lapangan. Apalagi, waktu pencoblosan terhitung tidak lebih dari sebulan lagi.

“Tetapi hasil survei yang tidak baik atau kecil malah mendorong, memicu seluruh relawan, kader untuk bekerja lebih militan lagi,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan ada banyak lembaga survei di Indonesia yang merilis tingkat elektabilitas sementara untuk Pilpres 2019. Semuanya jadi bahan masukan baginya, termasuk survei Litbang Kompas.

“Ya survei kan banyak sekali kan. Ada berapa? Mungkin ada lebih dari 10. Semuanya kita pakai untuk evaluasi, untuk koreksi, untuk memacu bekerja lebih baik lagi,” kata Jokowi.

Menurut dia, semua hasil survei yang ada juga jadi pemicu semangat bekerja. “Saya kira semua survei kita lihat sebagai bahan koreksi, sebagai bahan evaluasi untuk mendorong bekerja lebih baik lahi,” kata Jokowi.

Sementara Calon Wakil Presiden pendamping Jokowi, KH. Ma’ruf Amin mengatakan mengingat adanya perbedaan hasil lembaga survei, selelisih survei itulah yang diambil jalan tengahnya saja, yaitu sekitar 20 persen. 

“Survei kan banyak kalau SMRC itu bedanya 26 (persen), itu kan 58 (persen) sana (Prabowo-Sandiaga) cuma 31 (persen) dan Kompas ya 11 (persen),” ujar Kiai Ma’ruf. 

Kiai Ma’ruf Amin meminta tim simpul relawan bekerja lebih efektif di bulan terkahir menjelang pencoblosan. Ia juga meminta kelompok relawan di akar rumput supaya lebih dikordinasikan dan digerakkan lebih efektif. Sebab, menurutnya, jumlahnya sangat besar.

Mustasyar PBNU itu percaya dengan kelompok relawan pendukung pasangan calon presiden nomor urut 01. Kata Kiai Ma’ruf, tidak kalah militan dengan relawan kubu 02.

“Kemaren di Pamekasan, Madura lihat mereka, ujan-ujanan aja ga bubar. Hujan. Apa gak lebih militan,” ucapnya.

Kiai Ma’ruf juga didukung oleh kekuatan tarekat. Dia percaya tarekat akan mengikuti ucapan para gurunya. Dalam konteks pemilihan ini, Kiai Ma’ruf menjalin silaturahmi agar mendapatkan suara dukungan.

“Ya semua dengan ulama pimpinan tarekat kita silaturahmi,” pungkasnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.