Kamis, 17 Oktober 19

Reshuffle Erat Kaitannya dengan Kepentingan Jokowi di 2019

Reshuffle Erat Kaitannya dengan Kepentingan Jokowi di 2019
* Presiden Joko Widodo.

Jakarta, Obsessionnews.com – Pengamat Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Reseach and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai reshuffle Kabinet Kerja jilid III yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai tidak mengedepankan kepada program kerja yang dinilai tidak efektif.

Namun jauh dari itu tujuan utama Jokowi melakukan perombakan kabinet tidak lain lebih banyak pada muatan politiknya. Jokowi ingin mendapatkan kepastian dan komitmen dari partai politik untuk bisa diusung kembali sebagai calon Presiden di Pemilu 2019. Terbukti ada dua politisi yang diangkat sebagai menteri yaitu Idrus Marham, dan Moeldoko.

“Kalau Jokowi melakukan reshuffle bukan soal bagaimana memperbaiki kinerja kabinet kerja Jokowi. Bukan itu dasar pijakannya namun lebih kepada bagaimana reshuffle dalam rangka memperkuat solidaritas, membangun konsolidasi politik, persiapan pilpres 2019 dan memuluskan langkan presiden Jokowi untuk dua periode,” ujar Pangi saat dihubungi Obsessionnews.com, Rabu (17/1/2018)

“Jadi saya yakin presiden Jokowi akan kembali menanyakan komitmen dan loyalitas menteri dalam rangka bagaimana beliau bisa menangkan pertarungan pilpres 2019,” tambahya.

Menurutnya jika Jokowi lebih kuat pertimbangannya dalam sisi kinerja, Jokowi semestinya mencopot Airlangga Hartarto dari posisinya sebagai Menteri Perindustrian. Sebab Airlangga juga merangkap jabatan sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Jelas kata Pangi, mempertahankan Airlangga tidak sesuai dengan komitmen Jokowi di awal pemerintahanya.

“Rangkap jabatan itu jelas membuat menteri ngak fokus bekerja untuk satu tahun kedepan. Kalau sudah menteri maka jabatan lain baiknya dilepas apakah itu jabatan partai, atau jabatan strategis lainnya,” jelasnya.

Di awal pemerintahanya Jokowi komitmen membentuk kabinet tanpa bagi-bagi kekuasaan, kabinet ramping, dan kabinet tanpa rangkap jabatan. Namun omongan Jokowi kini dianggap sebagai pepesan kosong. “Bagaimana pun juga Jokowi punya kepentingan menambah kursi menteri dari kader Golkar. Besar harapan Golkar makin solid mengusung presiden Jokowi pada pilpres 2019,” jelasnya.

“Reshuffle itu prinsipnya kan bagaimana memperbaiki kinerja pemerintahan Jokowi. Namun pada kenyataannya seringkali reshuffle basis bukan kinerja namun lebih kepada share power dan bagaimana mengamankan pemerintahan supaya stabil,” tandasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.