Rencana Ignasius Jonan Jika Tak Dipercaya Lagi Jadi Menteri

Rencana Ignasius Jonan Jika Tak Dipercaya Lagi Jadi Menteri
Jakarta, Obsessionnews.com - Saat ini adalah masa-masa akhir dari kinerja kabinet pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) di periode pertama. Selanjutnya Jokowi akan kembali bekerja dengan kabinetnya yang baru untuk meneruskan periode kedua. Namun, belum ada yang tahu apakah para menterinya saat ini kembali dipercaya menduduki jabatan tersebut. Termasuk nasib Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Ia sendiri juga tidak tahu apakah di periode ke dua Jokowi akan kembali memberikan kepercayaan sebagai pembantunya di pemerintahan. Jonan sendiri tak mau berandai-andai. Namun ia siap jika tugasnya berakhir di tahun ini. "Kalau sudah selesai, masa tugas. Sudah pensiun lah ya sebagai aparatur negara. Saya mau menikmati hidup. Saya mau kerja sosial," kata Jonan, seperti dikutip, Tempo, Senin (29/7/2019). Kerja sosial yang dimaksud adalah, Jonan berencana membuat yayasan. "Saya akan berusaha membantu saudara-saudara kita yang mungkin masih perlu bantuan. Apa aja kegiatannya. Saya akan cari. Apa ngumpulin teman-teman untuk bikin sumur bor-sumur bor lagi yang kekurangan," jelasnya. Jonan mengaku ke depan sudah tidak mau lagi berbisnis mencari uang lagi. Jika tidak jadi menteri, dirinya mau fokus untuk kegiatan sosial. "Saya ingin kerja sosial. Saya dah enggak mau bisnis, cari uang lagi. Bikin perusahaan. Mau jadi kaya? Enggak ada saya. Saya kalau selesai ini mau mengabdi kepada masyarakat," tandasnya. Namun jika kembali dipercaya jadi menteri, Jonan juga mengaku siap. Prinsipnya kata dia, membantu Jokowi di pemerintahan tujuannya untuk kepentingan bangsa dan masyarakat bukan untuk kepentingan diri sendiri. "Saya selalu yakin, kalau membantu Pak Jokowi adalah berkarya untuk bangsa dan negara untuk masyarakat. Saya pernah mengatakan kepada beliau, saya ditugaskan apa saja terserah. Karena saya yakin membantu beliau adalah membantu bangsa dan negara, membantu masyarakat. Karena semangat beliau untuk keadilan sosial." (Albar)