Rabu, 19 Juni 19

Relawan dari 22 Negara di Eropa Deklarasi Dukung Jokowi

Relawan dari 22 Negara di Eropa Deklarasi Dukung Jokowi
* Deklarasi warga negara Indonesia (WNI) di Eropa mendukung Jokowi. (Foto: Medsos)

Jakarta, Obsessionnews.com – Dukungan terhadap calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) terus mengalir. Kali ini dukungan datang dari para relawan di 22 negara Eropa. Deklarasi dukungan untuk Jokowi berlangsung di Den Haag, Belanda, Minggu (3/3/2019) waktu setempat.

Menurut Koordinator Relawan dan Komunitas Indonesia Pendukung Jokowi di Eropa, Sinta Dewi, warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Eropa merespons positif dengan kinerja Jokowi di lima tahun terakhir kepemimpinannya.

 

Baca juga:

Mengejutkan! Ingin Makan Bakso di Bekasi, Jokowi Sengaja Tidak Sarapan

Presiden Jokowi Ingin PDB Koperasi Ditingkatkan Lagi

Jokowi Sebut Pemuda Pancasila Sebagai Pengawal NKRI

 

“Kami merasa bangga punya Presiden Jokowi. Baru pertama kali ini negara hadir. Kalau di Eropa beliau (Jokowi) bukan hanya dihormati oleh warga Indonesia tetapi oleh pemerintahan di negara-negara tempat kami tinggal, beliau itu juga dihargai dan dihormati,” kata Sinta dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/3/2019).

Salah satu prestasi Jokowi yang dianggap berbeda dengan pendahulunya adalah pengembangan teknologi Baru Terbarukan dengan menggunakan tenaga surya untuk mengganti penggunaan energi fosil. Di era Jokowi teknologi terbarukan sudah gencar. Tak hanya itu, jaminan kesehatan dan pendidikan juga cukup dirasakan masyarakat yang tinggal di Eropa.

“Kami juga Diaspora Indonesia di Eropa itu adalah orang-orang yang sangat mencintai keberagaman dan toleransi karena di sini kami juga macam-macam lintasnya, lintas negara, lintas generasi, lintas ras, lintas agama. Kami juga sangat suka kalau Pak Jokowi memimpin kembali dan melihat kebijakan dan profilnya presiden yang toleran, presiden yang seperti yang kami harapkan dalam kepemimpinan,” ujarnya.

Acara deklarasi itu dilakukan di Grand Slam, Event Plaza, Den Haag, Belanda. Dalam acara tersebut, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan melakukan video call untuk menyapa para WNI. Diputar juga rekaman video Jokowi menyampaikan salam dan terima kasih kepada WNI di Eropa atas dukungannya.

Acara itu juga turut diisi dengan talk show bertajuk “Kinerja Jokowi, Strategi Antihoax, dan Gaspol untuk Menang Tebal 2019” yang menghadirkan sejumlah tokoh dari Indonesia seperti Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Laksamana (Purn) Marsetyo, Ketua Relawan Cakra 19 Andi Widjajanto, dan sejumlah politisi seperti Budiman Sujatmiko, Okky Asokawati, Tsamara Amany, Ruhut Sitompul, dan Adian Napitupulu.

Merebut Suara untuk Jokowi

Sementara itu, Ketua Cakra 19 Andi Widjajanto, mengatakan, latar belakang dukungan yang diberikan WNI di Eropa adalah capaian nawacita Jokowi di periode pertama. Tidak hanya itu, janji-janji Jokowi di nawacita jilid 2 juga menimbulkan rasa optimisme tinggi di hati para diaspora Indonesia di Eropa.

“Mereka juga memberikan masukan-masukan untuk nawacita ke 2. Terutama untuk kepentingan mereka sebagai WNI yang tinggal di eropa. Itu diserahkan ke Pak Marsetyo,” kata Andi.

Andi menjelaskan, deklarasi di Den Haag hanya titik awal. Deklarasi berikutnya akan digelar di Hamburg dan Berlin, Jerman dan di negara-negara lain di Eropa seperti di Paris, Prancis; Genewa, Swiss; dan Oslo, Norwegia. Deklarasi-deklarasi itu akan berlanjut sampai 13 April, pemungutan suara di luar negeri.

“Akan ada juga konsolidasi lagi, terutama untuk menyuarakan ayo memilih jangan golput dan tentunya mengarah ke 01 dukungannya, tapi gerakannya dimulai berderet-deret di kota kota terutama di Eropa,” ujarnya.

Targetnya, Andi menegaskan, Jokowi-Ma’ruf akan mendapat suara terbanyak di Eropa. Selain itu, konsolidasi demokrasi bisa lebih mantap dilakukan dan Jokowi diharapkan lebih kuat menjalankan programnya.

“Mereka juga meminta jaga betul Pilpres 2019 supaya benar benar menguatkan konsolidasi demokrasi kita, menguatkan paham kebangsaan kita NKRI sehingga tidak terjadi seperti di negara negara Eropa. Tiba-tiba ada kelompok kelompok politik yang masuk lewat proses demokrasi tapi menggunakan cara-cara nondemokratis, berusaha membongkar pondasi-pondasi negara itu yang mereka tidak inginkan,” ujarnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.