Gubernur Jawa Timur Resmikan Trial Opening Mega Science Center dan Budaya di Jatim Park 1

Gubernur Jawa Timur Resmikan Trial Opening Mega Science Center dan Budaya di Jatim Park 1
Jawa Timur Park Group resmi membuka tahap trial opening Mega Science Center dan Budaya di kawasan Jatim Park 1, Kota Batu, pada Rabu, 16 September 2026. Momentum pembukaan ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Obsessionnews.com — Jawa Timur Park Group resmi membuka tahap trial opening Mega Science Center dan Budaya di kawasan Jatim Park 1, Kota Batu, pada Rabu, 16 September 2026. Momentum pembukaan ini ditandai dengan kehadiran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama sejumlah pejabat daerah, jajaran Forkopimda, akademisi, serta tokoh budaya, sebagai bagian dari pengenalan awal destinasi edukasi yang memadukan pengalaman sains, teknologi, kebencanaan, dan budaya dalam satu kawasan.

Trial opening Mega Science Center dan Budaya turut dihadiri Wali Kota Batu H. Nurochman, S.H., M.H., Wakil Wali Kota Batu H. Heli Suyanto, S.H., M.H., Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., Bupati Malang H. Sanusi, jajaran Forkopimda Kota Batu, Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., perwakilan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Sampeyan Ndalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Kaping Sekawan Welas (SISKS PB XIV), serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Sebagai bagian dari momentum trial opening, Jawa Timur Park Group juga memberikan akses kunjungan Mega Science Center dan Budaya kepada para pelajar dan anak-anak dari lembaga kesejahteraan sosial. Secara simbolis, Direktur Jawa Timur Park Group Rio Imam Sendjojo menyerahkan 1.000 tiket masuk Mega Science Center kepada pelajar Kota Batu yang diterima oleh Wali Kota Batu H. Nurochman, serta 2.000 tiket kepada pelajar Jawa Timur yang diserahkan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Selain itu, sebanyak 200 tiket masuk Mega Science Center juga diberikan kepada anak-anak yang berada di bawah naungan LKSA di Kota Batu.

Pemberian akses tersebut menjadi bagian dari komitmen Jawa Timur Park Group untuk memperluas kesempatan bagi pelajar mengenal sains, teknologi, sejarah, dan budaya melalui pengalaman langsung di Mega Science Center dan Budaya. Dengan adanya akses tersebut, pelajar diharapkan dapat memanfaatkan destinasi sebagai ruang belajar di luar lingkungan sekolah.

Kehadiran para pemangku kepentingan sekaligus pemberian akses kepada pelajar menjadi bagian dari momentum awal diperkenalkannya Mega Science Center dan Budaya sebagai pengembangan baru Jawa Timur Park Group di bidang wisata edukasi. Berada di kawasan Jatim Park 1, destinasi ini dirancang sebagai ruang pembelajaran berbasis pengalaman dengan menghadirkan 617 alat peraga sains dan 1.023 artefak budaya, yang tersebar dalam berbagai zona tematik.

Melalui ratusan alat peraga dan koleksi tersebut, pengunjung tidak hanya diajak melihat dan membaca informasi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mencoba dan berinteraksi langsung dengan berbagai fenomena ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi, serta sejarah dan kekayaan budaya Indonesia.

Tidak hanya berfokus pada sains dan teknologi, Mega Science Center dan Budaya juga membawa pengunjung untuk mengenal perjalanan sejarah dan budaya Indonesia melalui 1.023 artefak budaya. Area Majapahit, Candi Wilwatikta, Wayang Potehi, hingga Zona Islam menjadi bagian dari perjalanan yang mempertemukan pengetahuan dengan warisan budaya.

Rio mengatakan bahwa Mega Science Center dan Budaya dikembangkan dengan pendekatan experience, sekaligus sebagai ruang yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengalaman edukasi. "Kami ingin Mega Science Center dan Budaya tidak hanya menjadi sebuah destinasi, tetapi juga menjadi ruang belajar yang bisa diakses oleh sebanyak mungkin pelajar. Karena itu, pada momentum trial opening ini kami memberikan tiket kepada pelajar Kota Batu, pelajar Jawa Timur, serta anak-anak dari LKSA di Kota Batu agar mereka dapat merasakan dan mengeksplorasi langsung apa yang kami hadirkan," ujar Rio. (Red)