25 Tahun Jatim Park, Not Only About Beauty but Also Safety

25 Tahun Jatim Park, Not Only About Beauty but Also Safety
NGOPREK (Ngobrolin Pariwisata dan Ekonomi Kreatiff) pada Selasa (14/09/2026) di Kota Batu Malang dengan tema

Obsessionnews.com — Di usianya yang ke –25 tahun pada Desember 2026, Jatim Park terus berinovasi menjadi wisata terdepan dan pilihan para wisatawan di Kota Batu Malang, tak hanya wisatawan dalam negeri, namun juga wisatawan internasional.

Sejak pertama kali dibuka pada tahun 2001 bermula dari Jatim Park 1, Jatim Park tampil beda dengan destinasi wisata lainnya yang hanya terfokus pada hiburan semata. Jatim Park mengedepankan kreasi education &entertainment.

Jatim Park bahkan memiliki fasilitas konservasi satwa yang terintegrasi dari berbagai daerah, termasuk Papua. Konservasi tersebut tak hanya menjadi destinasi wisata yang menghibur tetapi juga tentunya ada unsur edukasi. Seperti halnya di destinasi wisata lainnya yang ada di Jatim Park, misal Dino Park, pengunjung bisa belajar tentang prasejarah. Kemudian Museum Musik Dunia, pengunjung belajar tentang musik sebagai bahasa universal.

“Dan yang terbaru, kami akan membuka Mega Science Center dan Budaya. Di tempat ini kami memberikan ruang bagi anak sekolah untuk belajar tentang ilmu Kimia, Fisika, Biologi, Matematika, dan Budaya. Yang paling menarik, kami punya area untuk robot yang bisa perform dan bertingkah seperti manusia,”ungkap Rio Imam Sendjojo, Direktur Jawa Timur Park Group, pada saat acara NGOPREK (Ngobrolin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) pada Selasa (14/09/2026) di Kota Batu Malang.

Pada acara yang sama, Fadjar Hutomo selaku Staf Ahli Bidang Manajemen Bagian Manajemen Krisis Kepariwisataan memaparkan tentang kualitas pariwisata terutama dalam hal keselamatan. Menurut Fadjar hal ini menjadi isu yang sangat penting.

“Kebetulan saya sebagai Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis, awareness kita terhadap safety memang sedang diberikan tingkat perhatian yang sangat tinggi. Pariwisata itu adalah tentang persepsi. Ketika sebuah daerah dipersepsikan tidak aman karena banyak kriminalitas atau kecelakaan, tentu ini menjadi hambatan untuk kepariwisataan berkelanjutan,”ujar Fadjar.

Fadjar menambahkan, meski Kemenparekraf tidak punya kewenangan sampai ke semua lintas sektor, tapi hal ini menjadi ruang perhatian Kemenparekraf karena persepsi negatif konsumen akan menanggung akibatnya ke pariwisata. Misal ada kecelakaan bus, kapal, wisatawan tenggelam, atau bencana alam seperti erupsi, gempa, dan tsunami.

“Maka di sinilah aspek safety menjadi sangat penting. Ibu Menteri menetapkan bahwa keselamatan pariwisata menjadi salah satu program prioritas. Intinya, tourism is not only about beauty, but also safety. Dan sejauh ini, alhamdulillah di Kota Wisata Batu tidak banyak kejadian yang terkait dengan aspek safety.”

Titik S. Ariyanto selaku Manager Marketing dan PR Jatim Park Group menambahkan, terkait aspek safety, Jatim Park selalu mengedukasi masyarakat terutama para pengunjung untuk selalu mengutamakan keselamatan. “Edukasi safety ini menjadi yang sangat utama. Secara offline, saat beli tiket masuk sudah ada aturan dan larangan yang disampaikan. Di wahana permainan, ada daily inspection sebelum beroperasi. Secara online, kami rutin membuat konten edukasi di media sosial tentang maintenance dan operasional wahana. Jika ada wahana yang sedang diperbaiki, kami informasikan secara transparan agar tidak menimbulkan persepsi negatif,”ungkap Titik.

Setelah pembukaan Mega Science Center dan Budaya, Jatim Park rupanya belum berpuas diri. Jatim Park akan terus berinovasi untuk menghadirkan destinasi wisata menarik lainnya. Jatim Park akan melanjutkan dengan pembangunan akuarium underwater terbesar di Jawa Timur. Rencananya akan segera groundbreaking dan akan dibuka pada tahun 2027 atau 2028 mendatang. “Selain itu kami juga merencanakan pembangunan Sport Center di Jatim Park 3. Karena sport tourism menyatukan jiwa yang sehat untuk memajukan bangsa,”kata Rio.

Ke depan, Jatim Park Group ingin menjadikan Batu sebagai Kota Wisata Nasional seutuhnya. Jatim Park juga ingin menarik lebih banyak lagi wisatawan asing ke Kota Batu. Dengan demikian tentunya dibutuhkan dukungan kebijakan pemerintah daerah untuk mewujudkan hal tersebut. (Red)