Kirana Sastrawijaya: Leading the Legal Game with Purpose, Power & Passion

Obsessionnews.com - Di tengah cepatnya perubahan zaman, tak semua firma hukum mampu bergerak lincah. Tapi Kirana Sastrawijaya, Senior Partner di UMBRA Strategic Legal Solutions, punya pandangan berbeda. Ia justru melihat perubahan sebagai peluang untuk tumbuh, berinovasi, dan memberi dampak lebih luas.
“Kami nggak cuma menjual jasa hukum. Kami hadir sebagai mitra yang memahami industri dan kebutuhan klien, apalagi di sektor yang terus berkembang seperti energi terbarukan dan ESG,” ujar Kirana.
UMBRA kini memperluas layanan ke isu-isu strategis seperti restrukturisasi bisnis, keberlanjutan, hingga transisi energi hijau. Lewat pendekatan lintas disiplin dan solusi yang mengikuti arah industri, UMBRA makin dipercaya. “Kunci kami ada di kolaborasi dan adaptasi. Dua hal itu yang bikin kami terus relevan di tengah tantangan ekonomi,” tambah Kirana yang sudah lebih dari 20 tahun berkecimpung di dunia hukum korporasi.
Tahun 2024 jadi momen penting bagi UMBRA. Firma ini menangani sejumlah proyek besar, seperti PLTS Terapung Cirata 145 MWac, jalur kereta Makassar–Parepare, dan revitalisasi kawasan wisata Labuan Bajo. Nama UMBRA pun makin bersinar dengan sederet penghargaan bergengsi, termasuk ABLJ A-List Top 100 dan The Legal 500 Green Guide Asia Pacific tiga tahun berturut-turut.
Menurut Kirana, keberhasilan UMBRA bukan cuma soal prestasi, tapi soal kepemimpinan yang membuka ruang untuk orang lain bertumbuh. “Pemimpin sejati itu bukan yang sibuk mengatur, tapi yang bisa menciptakan ruang aman dan suportif bagi timnya,” tegasnya.
Secara pribadi, Kirana juga diakui secara global lewat daftar Chambers Asia-Pacific & Global 2025 serta IFLR1000 sebagai Highly Regarded Lawyer dan Women Leader.
Baca Juga:
Uti Rahardjo: Mengubah Tantangan Menjadi Kesempatan
Tak hanya fokus di dunia hukum, UMBRA juga aktif berkontribusi sosial. Tahun ini mereka menanam ribuan pohon di Sukabumi dan membantu masyarakat Sumba Timur mendapatkan akses air bersih lewat program Water4Sumba. “Buat saya, sukses itu bukan cuma soal proyek besar, tapi juga soal dampak ke masyarakat dan lingkungan,” kata Kirana.
Sebagai pemimpin perempuan di bidang yang masih didominasi laki-laki, Kirana menjadikan semangat RA Kartini sebagai pegangan. “Saya suka kutipan beliau: Habis gelap, terbitlah terang. Itu bukan sekadar kalimat indah, tapi panduan hidup saya,” ungkapnya.
Kirana juga mencintai budaya. Ia sering tampil mengenakan kebaya dan batik sebagai bentuk penghormatan terhadap wastra Nusantara. “Ini bukan soal gaya, tapi soal identitas dan kekuatan perempuan menjaga warisan,” ujarnya.
Meski sibuk, Kirana tetap menjaga keseimbangan hidup. Ia mengganti kursi kerja dengan sepeda statis dan rutin ikut kelas dansa rumba tiap akhir pekan. “Kalau badan dan pikiran saya nggak fit, saya nggak bisa hadir penuh, baik di pekerjaan maupun kehidupan pribadi,” tuturnya.
Kirana juga aktif di berbagai organisasi strategis seperti MKI, METI, AESI, FEM, ACEXI, dan KADIN. Bagi Kirana, sekecil apa pun kontribusi, tetap bisa membawa perubahan.
Memasuki tahun kedelapan UMBRA di 2025, Kirana melihat semua pencapaian ini bukan sebagai akhir, tapi pijakan untuk terus tumbuh. “Kami ingin jadi mitra hukum terpercaya yang bisa membawa perubahan positif, dengan semangat baru,” tutupnya.(Angie)





























