PHK Massal Sritex, Anggota DPR Bilang Begini...

PHK Massal Sritex, Anggota DPR Bilang Begini...
PHK massal pekerja PT Sritex menjadi peringatan besar tantangan sektor tekstil nasional. (X)

Obsessionnews.com - Penutupan PT Sritex disusul dengan PHK massal terhadap 10.000 lebih pekerja menjadi peringatan keras bagi bisnis tekstil nasional. Anggota Komisi VII DPR Hendry Munief mengaku prihatin menyikapi perkembangan Sritex yang berakhir pailit.

Keputusan pailit Sritex, lanjut politisi PKS, merupakan pukulan telah tidak hanya bagi pekerja tetapi juga bagi sektor tekstil nasional. “Industri tekstil selama ini menjadi salah satu sektor strategis dalam perekonomian Indonesia, dan apa yang terjadi pada Sritex menjadi peringatan bagi kita semua akan tantangan besar yang dihadapi sektor ini,” kata Hendry, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (3/3).

Baca Juga:
Penyelamatan Sritex Jadi Perhatian Nasional

“Sebagai anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi perindustrian, saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas penutupan PT Sritex dan dampaknya bagi lebih dari 10.665 karyawan yang kehilangan pekerjaan. Kami memahami bahwa ini bukan sekadar angka, tetapi menyangkut masa depan ribuan keluarga yang bergantung pada keberlangsungan industri ini,” ujarnya.

Dia berharap para pekerja mendapatkan hak sesuai ketentuan. Pemerintah diminta pula untuk memastikan adanya skema perlindungan tenaga kerja bagi mereka yang terdampak.

Baca Juga:
Prabowo Selamatkan Sritex

“Kami akan mengawal agar hak-hak pekerja, termasuk pesangon dan jaminan sosial, benar-benar diberikan sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah juga perlu memastikan adanya skema perlindungan tenaga kerja bagi mereka yang terdampak,” tuturnya.

Dirinya juga berharap agar pemerintah mengevaluasi kebijakan industri tekstil nasional. Termasuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap daya saing industri tekstil nasional dan dampak serbuan impor tekstil yang semakin melemahkan industri dalam negeri.

“Kami di Komisi VII DPR RI akan terus mengawal perkembangan industri nasional agar tetap mampu bersaing dan memberikan kontribusi bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (Erwin)