Cawe-cawe Prabowo di Jateng Bisa Jadi Senjata Makan Tuan

Obsessionnews.com - Dukungan Presiden Prabowo Subianto kepada paslon nomor urut 2 pada Pilgub Jateng yakni, Ahmad Luthfi-Taj Yasin bisa jadi senjata makan tuan. Prabowo bisa kerepotan sendiri imbas sikapnya yang dianggap banyak pihak sebagai cawe-cawe.
Pengamat politik Ray Rangkuti mengatakan, langkah Prabowo meng-endorse Luthfi-Yasin belum tentu berhasil. Terlebih, Luthfi lebih dikenal sebagai orang dekat Jokowi, bukan Prabowo. Kalau nantinya yang menang paslon Andika-Hendi, bisa jadi koordinasi antara pemerintah pusat dengan daerah di Jateng tidak berjalan mulus.
Baca Juga:
Unggahan Lutfhi Tuai Kontroversi, Virus Cawe-cawe Jokowi Menular Prabowo
"Itu artinya apa? Itu artinya presiden, kalau kelihatan cawe-cawe secara langsung terhadap pemilihan kepala daerah ini, justru akan berakibat tidak menguntungkan presiden di masa yang akan datang, manakala yang dijagokan oleh presiden sendiri kenyataannya menerima kekalahan," kata Ray kepada Obsessionnews.com di Jakarta, Senin (11/11).
Selain itu, sikap Prabowo meng-endorse Luthfi-Yasin, lanjut Ray, potensi menimbulkan ketidaknyamanan pada internal Gerindra. Luthfi-Yasin yang bukan kader mengapa harus sampai dilakukan dukungan terbuka oleh ketum sekaligus presiden, sementara kader-kader atau pasangan lain yang diusung tidak didukung.
"Kok pasangan yang bukan orang Gerindra nya di-endorse, sementara pasangan yang orang Gerindra nya sendiri belum tentu di-endorse. Seperti sebagaimana kita ketahui sampai saat ini, belum ada pasangan selain dari pasangan ini yang di-endorse oleh Pak Prabowo," tuturnya.
Memudarnya Pengaruh Jokowi
Ray menilai, sikap Prabowo yang secara terbuka mendukung Luthfi-Yasin tidak muncul tanpa sebab. Dia menganggap ada makna mendalam dari langkah kontroversial itu yakni memudarnya pengaruh Jokowi di Jateng.
Baca Juga:
Prabowo Traktir Kang Emil Nasi Padang, Jokowi-Luthfi Bertemu di Kedai
"Pengaruh Pak Jokowi di Jawa Tengah kenyataannya makin merosot. Karena bagaimanapun Luthfi itu lebih dekat diasosiasikan kepada Pak Jokowi dibandingkan kepada Pak Prabowo. Sekalipun pengusungnya adalah Gerindra, tetapi orang lebih kenal bahwa Pak Luthfi khususnya adalah orangnya Pak Jokowi, bukannya orangnya Pak Prabowo," ujarnya.
Situasi tersebut, lanjut Ray, berbanding lurus dengan merosotnya elektabilitas Luthfi-Yasin di Jateng. Alhasil, dukungan Prabowo melalui video yang diunggah Luthfi melalui medsos, diharapkan menaikan elektoral.
"Dengan mandek atau bahkan kelihatan merosotnya elektabilitas dari Luthfi dan Taj Yasin itu mengindikasikan juga pamor wibawa dan pengaruh Pak Jokowi di Solo, Surakarta, dan Jawa Tengah umumnya hari demi hari makin merosot," kata Ray. (Erwin)





























