Sosialisasi Empat Pilar, Ridwan Hisjam Harap Masyarakat Jaga Persatuan di Tahun Politik

Obsessionnews.com – Anggota Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam menilai masyarakat Indonesia perlu menjaga prinsip toleransi atas keberagaman negeri menjelang pelaksanaan Pemilu 2024.
Pasalnya Ridwan memandang isu toleransi berada dalam situasi yang mengkhawatirkan dalam catatan pelaksanaan pemilu sebelumnya. Masyarakat banyak terpecah, dan terkotak-kotakan karena pebedaan pilihan politik.
“Kalau dilihat dalam catatan pada kontestasi politik sebelumnya, isu toleransi dan kebhinnekaan berada dalam situasi yang mengkhawatirkan,” ujar Ridwan saat mengadakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar di Aula Yayasan RHC Tunggulwulung, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, Senin 3 Juli 2023.
Situasi tersebut, tutur Ridwan, disebabkan oleh rendahnya kesadaran segenap elite politik bangsa dan juga masyarakat akan pentingnya sikap toleransi atau saling menghargai dan menghormati setiap perbedaan yang ada.
Dengan kata lain politisi Partai Golkar ini menilai publik perlu mewaspadai potensi melemahnya nilai toleransi dan kebhinekaan selama proses politik elektoral menuju Pemilu 2024.
Pasalnya perilaku intoleran yang kerap terjadi di tahun-tahun politik, banyak memberikan efek domino yang tidak hanya berdampak pada pelaksanaan pemilu, melainkan juga melanggengkan permusuhan dan segregasi di masyarakat. Hal itu diungkapkannya dengan berkaca pada Pemilu 2019 lalu.
“Akibat dari segregasi politik Pemilu 2019 dapat kita rasakan dampaknya hingga saat ini, masih adanya keterbelahan, permusuhan, dan perpecahan di dalam masyarakat, seperti melabelkan istilah tertentu seperti cebong, kadrun ataupun kampret kepada pendukung pasangan politik,” ungkapnya.
Oleh karena itu, menurutnya, nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan harus dikukuhkan untuk dapat mengantisipasi penyelenggaraan Pemilu 2024. Menurutnya, segala perilaku atau tindakan yang dapat menggerus toleransi, terutama dalam kontestasi politik elektoral harus ditindak tegas, serius, dan adil.
“Tanpa sikap tegas dan tindakan yang adil terhadap pelaku intoleran tersebut, hal ini dapat membuat perilaku intoleran tersebut berulang dan menjadi modus politik yang negatif di masa depan. Ini merupakan hal krusial, mengingat intoleransi merupakan tangga awal yang bisa berkembang menjadi ekstremisme kekerasan,” ujarnya.
Lebih lanjut Ridwan mengatakan, pihaknya menilai bahwa dalam konteks ini, peran masyarakat sipil untuk turut serta memperkuat dan mempromosikan nilai-nilai perdamaian pun menjadi penting dan signifikan. Terlebih, selain pada lembaga kenegaraan, kecenderungan intoleransi juga terjadi pada sejumlah unit terkecil di masyarakat.
“Praktik intoleransi yang terjadi di lingkungan masyarakat, sekolah, lembaga negara, bisa dihindari jika semua pihak bersama-sama membangun sinergi yang konstruktif untuk penguatan dan pengarusutamaan nilai-nilai persatuan,” tuturnya.
Ridwan tak henti-hentinya meminta masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan karena ini merupakan pesan penting yang ada dalam empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Kepentingan nasional dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa harus kita utamakan dari kepentingan kita pribadi dan kelompok,” tandasnya. (Al)





























