Hermanto Berharap Masyarakat Solok Mampu Produksi Maggot Berkualitas Ekspor

Hermanto Berharap Masyarakat Solok Mampu Produksi Maggot Berkualitas Ekspor
Obsessionnews.com - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan anggota Komisi IV DPR Hermanto untuk ketiga kalinya memfasilitasi masyarakat di daerah pemilihan (dapil)-nya dengan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Akselerasi Ekspor Budi Daya Maggot.   Baca juga:Anggota Fraksi PKS DPR Hermanto Fasilitasi Bimtek untuk Pembudidaya Ikan di DapilnyaPresiden PKS: 1 Muharram 1444 Hijriah Harus Jadi Momentum Kita untuk Berubah     Hermanto berharap dengan kegiatan tersebut para peserta punya kemampuan memproduksi maggot yang berkualitas ekspor. “Bagus bila bisa diekspor. Kalaupun tidak diekspor, bisa digunakan sendiri untuk pakan ikan, ayam dan hewan ternak lainnya,” ujar Hermanto di hadapan 80 peserta bimtek di Solok Premier Syariah Hotel, Kota Solok, Sumatra Barat (Sumbar), dikutip dari laman resmi Fraksi PKS DPR RI, Sabtu (19/11/2022). Menurutnya, setidaknya ada dua manfaat maggot. Pertama, manfaat ekonomi yaitu sebagai penyedia pakan yang murah untuk ternak. Kedua, manfaat lingkungan yaitu sebagai salah satu solusi mengatasi sampah organik. “Sampah organik menjadi makanan yang empuk bagi maggot. Saya menyaksikan kulit durian yang keras itu dimakan oleh maggot sehingga yang tersisa tinggal serat keringnya,” paparnya. Karena dua manfaat penting tersebut, lanjutnya, budi daya maggot perlu secara gencar disosialisasikan. “Semakin banyak masyarakat yang tahu dan tergerak membudidayakan maggot, maka pakan ternak semakin banyak tersedia dan lingkungan semakin bersih,” tandas legislator dari dapil Sumbar I ini. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Balai Karantina Padang Iswan Haryanto dan dua tokoh Kota Solok Guswardi serta Yohendri. Kegiatan di Kota Solok ini diikuti oleh peserta dari empat daerah di Sumbar, yaitu Kota Solok, Kabupaten Solok, Sijunjung dan Dharmasraya. Sebelum di Kota Solok, kegiatan serupa sudah diselenggarakan di Tanah Datar tahun 2021 dan di Padang Juli 2022 lalu. (red/arh)