Ternyata Ada Jenderal Polri Aktif yang Beri Informasi Bocorkan Kasus Sambo

Obsessionnews.com- Ternyata ada perwira tinggi (jenderal) Polri aktif yang memberikan informasi (data intelijen) bocoran kasus Ferdiy Sambo kepada pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak. Hal ini diungkapkan sendiri oleh Kamaruddin Simanjuntak menanggapi tentang sosok di balik data intelijen terkait dengan apa yang kerap kali dibeberkannya. Terakhir soal narkoba, perjudian online dan tata niaga. Seperti ditegaskan Kamaruddin dalam video di akun YouTube ARK Invest bersama dengan Uya Kuya. Dalam video tersebut, Kamaruddin mengatakan bahwa sosok yang kerap memberikan informasi atau data intelijen tersebut merupakan perwira tinggi di kepolisian. Ia bahkan menyebutkan sosok tersebut bergelar Doktor. "Saya katakan bahwa ada informabahwa ada yang melakukan tata niaga narkoba, perwira-perwira tinggi di kepolisian. Kemudian informasi itu saya dapat dari seorang direktur intelijen, bergelar Doktor," ungkap Kamaruddin melalui akun YouTube ARK Invest, Sabtu (29/10/2022). "Bahkan kapasitasnya sudah internasional dan dia terbukti di dalam upacara kemerdekaan kemarin di 17 Agustus 2022, dia hadir undangan khusus. Artinya dia bukan orang sembarangan," tambah dia. https://youtu.be/kfh6B8iG9OI Kamaruddin juga membeberkan, sosok tersebut merupakan orang yang berpengaruh di pemerintahan saat ini. "Toh kalau dia bisa hadir dalam rangka perayaan 17 Agustus di istana berarti kan dia orang yang diperhitungkan oleh negara atau pemerintah yang sedang aktif saat ini," paparnya pula Kamaruddin blak-blakan menyebutkan bahwa sosok itulah yang membantu dirinya dalam mengungkap persoalan narkoba. "Nah ini juga yang memberitahu kepada saya mengenai pergerakan mereka memperjualbelikan narkoba itu dengan cara mengimpor dari luar negeri khusus dari Singapura Thailand dan sebagainya dan memasukkan melalui pesawat kedinasan ke Indonesia melalui Pondok Cabe," jelasnya. "Ketika saya ucapkan juga itu kan banyak yang orang yang mengatakan akhirnya melebar, tidak fokus katanya. Padahal ini sebetulnya kalau ini dianalisis ini saling bertalian dan Tuhan itu begitu baik dalam waktu yang singkat ada seorang Kapolda baru 4 hari tertangkap lagi melakukan tata niaga narkoba kan begitu. Jadi saya tidak menyebar hoax," tandas Kamaruddin. Kamaruddin menegaskan, informasi yang diungkapkannya didapat dari informasi yang disebutnya sebagai data intelijen. "Kenapa saya katakan kepada hakim saat bertanya saksi dari mana tau ini. Loh saya kan tidak di situ, tidak melihat, tidak mengalami, tidak mendengar pembunuhan itu. Nggak mungkin saya mengatakan saya melihat waktu itu. Kalau begitu ya itu ngarang-ngarang. Maka saya katakan, saya mendapat informasi. Namanya informasi intelijen atau data intelijen," ungkap Kamaruddin dalam akun YouTube ARK Invest. "Lalu data intelijen ini saya analisis, saya verifikasi kepada orang-orang tertentu. Setelah mengandung kebenaran atau saya yakin ini kebenaran, maka saya lemparkan. Kan begitu," lanjutnya. Kamaruddin menambahkan, hakim melontarkan pertanyaan kembali soal kejujuran dari kesaksian dirinya saat berlangsungnya persidangan. "Ketika hakim bertanya, saya harus jujur mengucapkannya dari mana kau tahu. Saya bilang ada yang dapatnya secara verbal, ada juga dampaknya melalui SMS, ada telepon," jelas Kamaruddin. "Tetapi walaupun dia misalnya dapatnya melalui WhatsApp, kan ada permintaan orang itu jangan dikasih tahu. Tentu karena saya sudah mengatakan jangan dikasih tahu," tambahnya. Kamaruddin juga mengatakan, ada saja yang menyebut bahwa informasinya itu hoax, sampah, maupun ada juga yang menjadikan informasi dari dirinya bisa bongkar kebohongan. "Tapi kalau ada yang mengatakan itu hoax, ya silakan isi otak kamu hoax. Tapi ada yang mengatakan itu informasi yang berguna sehingga bisa membongkar kebohongan, ya 100 untuk Anda. Ada yang yang mengatakan itu sampah ya karena isi otakmu sampah, ya isi otakmu sampah. Kan gitu apa yang keluar dari mulut itu, adalah cerminan isi otak dan isi hati," ungkapnya. "Kalau keluar kebencian dari mulut, berarti hatinya penuh kebencian. Kalau keluar dari mulutnya pengampunan, kasih sayang berarti banyak membaca kitab sucikan begitu, ajaran tuhan begitu harus mengasihi gitu," pungkasnya. (*/Red)





























