Lagi-lagi Penembakan Massal di AS, Dua Orang Tewas dalam Gereja

Lagi-lagi Penembakan Massal di AS, Dua Orang Tewas dalam Gereja
Tampaknya penembakan massal di Amerika Serikat (AS) yang menelan korban jiwa terus berlanjut dengan bebasnya masyarakat memiliki senjata api. Setelah penembakan massal di supermarket, di sekolah, di rumah sakit, di jalan dan lain-lain tempat umum, kini terjadi lagi penembakan massal di gereja Alabama AS yang memakan korban jiwa. https://youtu.be/e4R736-82q0 Setidaknya dua orang tewas dan satu terluka dalam penembakan massal di gereja Kota Vestavia Hills negara bagian Alabama, AS, pada Kamis (16/6//2022). Kepala Polisi Kota Vestavia Hills, Shane Ware, mengatakan seorang penyerang memasuki gereja dan mulai menembak. Ware menyebutkan dua orang meninggal dan satu orang masih dalam perawatan, demikian dikutip AFP. Polisi kota Vestavia Hills melaporkan, peristiwa itu terjadi di gereja Episkopal St Stephen. Mereka juga menyatakan pelaku penembakan massal sudah ditangkap. Sementara itu, dalam situs resminya Gereja Episkopal menyatakan penembakan terjadi saat mereka tengah mengadakan makan malam. Penembakan di AS memang kerap terjadi. Sebelumnya penembakan massal terjadi di rumah sakit, sekolah dasar dan toko kelontong di negara itu. Penembakan massal paling mematikan terjadi pada 24 Mei lalu. Ketika itu, pelaku menyerang sekolah dasar (SD) Robb di Uvalde Texas, dan menewaskan total 21 orang. Tragedi yang berulang membuat publik AS menuntut agar pemerintah mengamendemen undang-undang tentang kepemilikan senjata. Presiden AS, Joe Biden, sampai-sampai angkat suara usai penembakan di SD. Ia meminta Kongres untuk segera mengesahkan undang-undang keamanan senjata. (CNNIndonesia/Red)