Dukung Pemanfaatan Teknologi Elektrifikasi dan Pemulihan Wisata di Bali, Toyota Hadirkan EV Smart Mobility

Jakarta, obsessionnews.com - Dalam rangka perayaan ulang tahun ke-50 Toyota di Indonesia, PT Toyota-Astra Motor (TAM) tidak hanya menghadirkan pilihan produk elektrifikasi yang lengkap, tapi juga sebuah ekosistem yang terintegrasi bagi masyarakat luas untuk mendapatkan pengalaman baru dalam bermobilitas dengan menggunakan produk–produk elektrifikasi Toyota melalui project EV Smart Mobility di The Nusa Dua, Bali. “EV Smart Mobility merupakan sebuah project besar bagi kami yang menjadi bagian penting dari perjalanan 50 tahun Toyota di Indonesia,” ujar President Director TAM Susumu Matsuda dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/4/2021). Sebagai perusahaan mobilitas, lanjut Matsuda, Toyota berharap EV Smart Mobility ini tidak hanya dapat menjadi contoh konkrit dari solusi mobilitas Toyota untuk mendukung pemanfaatan teknologi elektrifikasi bagi masyarakat luas, tapi juga sebagai bentuk realisasi dari komitmen Toyota untuk menghadirkan Mobility Happiness for All. “Ke depannya, kami tidak hanya akan menyediakan alat transportasi, tetapi lebih dari itu, kami juga ingin dapat memenuhi semua kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang beragam, termasuk kebutuhan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka serta melestarikan lingkungan di sekitar mereka,” kata Matsuda. Sejak bertransformasi menjadi perusahaan mobilitas, kata Matsuda, Toyota tidak hanya mengembangkan produk–produk terbaik namun juga mengembangkan berbagai layanan yang memberi kemudahan akses dan kenyamanan kepada masyarakat dalam bermobilitas. “Upaya ini dimulai dari layanan yang berbasis digital seperti Halobeng, Toyota Live Showroom, dan Toyota Virtual Expo, hingga layanan berbasis usership seperti KINTO,” ungkapnya.
Lebih dari itu, Toyota juga telah turut mendukung keinginan positif pemerintah dalam mempopulerkan kendaraan elektrifikasi sejak tahun 2009 dengan memperkenalkan Prius Hybrid Electric Vehicle. Sejak itu, teknologi elektrifikasi Toyota terus berkembang dan kini TAM memiliki 10 lineup kendaraan elektrifikasi yang terdiri dari 1 Battery Electric Vehicle (BEV), 1 Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan 8 Hybrid Electric Vehicle (HEV). Secara total sejak awal diperkenalkan hingga Februari 2021 lalu, TAM telah membukukan penjualan kendaraan elektrifikasi lebih dari 4.000 unit, dan akan terus melakukan upaya untuk menciptakan permintaan kendaraan listrik dalam skala besar. Toyota tidak berhenti di situ, dalam rangka memperingati perjalanan 50 tahun di Indonesia, Toyota juga menghadirkan ecotourism yang terintegrasi dengan produk–produk elektrifikasi Toyota berteknologi (BEV) dan (PHEV), sebagai bentuk realisasi dari komitmen untuk mempopulerkan teknologi elektrifikasi kepada masyarakat luas dan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap teknologi elektrifikasi. Project EV Smart Mobility ini didukung oleh 13 partnership yaitu PT Astra International Tbk, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), PT Aisin Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor, PT Denso Indonesia, PT KDDI Indonesia, PT Asuransi MSIG Indonesia, PT Panasonic Gobel Indonesia, PT Sugity Creatives, PT Toyota Astra Financial Services, Toyota Industries Corporation, PT Toyota Tsusho Indonesia, dan TCD Asia Pacific Indonesia. Selain itu, Toyota juga bekerjasama dengan PT Serasi Auto Raya (SERA), yang akan menangani aktivitas operasional project EV Smart Mobility. Halaman selanjutnya Sementara itu, President Director PT Astra International Tbk Djony Bunarto Tjondro mengungkapkan, melalui inisiatif yang baik ini, Astra dan prinsipal dapat turut mempopulerkan teknologi elektrifikasi di Indonesia. “Kami harap project EV Smart Mobility ini tidak hanya dapat mendukung program pemerintah Indonesia dalam mengembangkan kendaraan elektrifkasi, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap lingkungan yang lebih baik,” kata Djony. Guna memberikan pilihan lengkap bagi pengguna, project EV Smart Mobility menyediakan 3 lineup kendaraan elektrifikasi Toyota dengan total 30 unit yang terdiri dari 20 unit Toyota COMS (BEV), 5 unit Toyota C+pod (BEV), dan 5 unit Toyota Prius PHEV, yang telah disiapkan secara khusus untuk project ini. Full Battery EV yaitu Toyota COMS dan C+pod, dapat digunakan oleh masyarakat dan turis di dalam kawasan The Nusa Dua Bali dan sekitarnya, agar project ini dapat mendukung ecotourism di area tersebut. Sementara Toyota Prius PHEV dapat digunakan sebagai layanan airport transfer dari dan ke kawasan Bandara Ngurah Rai serta sebagai kendaraan untuk bermobilitas di wilayah Bali. Lebih dari itu, sebagai bagian dari upaya untuk menerapkan green dan renewable energy, di project EV Smart Mobility juga dilengkapi dengan teknologi panel matahari atau solar panel guna memenuhi kebutuhan shelter atau station untuk mengisi daya listrik pada kendaraan elektrifikasi Toyota. Menambahkan hal tersebut, Vice President Director TAM Henry Tanoto mengatakan, dengan menginisiasi ecotourism yang terintegrasi dengan produk-produk Toyota di dalam project EV Smart Mobility ini, Toyota berharap lebih banyak lagi masyarakat yang dapat merasakan kendaraan BEV dan PHEV Toyota. “Kami juga akan mengumpulkan umpan balik yang berharga dari pengguna, agar kami dapat lebih memahami keuntungan dan tantangan dari setiap jenis kendaraan elektrifikasi, serta kebutuhan masyarakat, yang akan membantu kami untuk meraih komitmen kami terhadap elektrifikasi massal di Indonesia,” kata Henry. Untuk dapat menggunakan layanan pada project EV Smart Mobility, selain datang langsung ke station di depan central parkir The Nusa Dua atau ke station di area pintu masuk Pulau Peninsula The Nusa Dua, EV Smart Mobility juga dapat diakses secara digital melalui aplikasi mTOYOTA dan TRAC To Go. Tidak hanya itu, Toyota juga melengkapi unit Toyota C+pod dan Toyota Prius PHEV dengan fitur Digital Key sehingga pengguna dapat melakukan seluruh akses secara digital, mulai dari booking, payment, hingga akses seperti membuka dan mengunci pintu mobil dan juga menyalakan mobil hanya dengan menggunakan smartphone pengguna. Dengan kemudahan digitalisasi ini, pengguna dapat menggunakan kendaraan tanpa perlu melakukan kontak langsung dengan banyak orang sehingga penerapan protokol kesehatan pun akan semakin baik. Halaman selanjutnya Sementara itu, Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis ITDC Arie Prasetyo sangat mendukung kerja sama pemanfaatan kendaraan listrik ini, karena sejalan dengan komitmen ITDC untuk mewujudkan Eco Sustainable Tourism di kawasan pariwisata yang dikelolanya. Selain dapat menjadikan The Nusa Dua sebagai kawasan percontohan Bali Energi Bersih yang merupakan program Pemerintah Provinsi Bali serta sebagai wujud dukungan ITDC atas Peraturan Presiden No.55/2019, pemanfaatan kendaraan listrik dalam kawasan Bali ini juga akan mendukung implementasi protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) untuk mewujudkan The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata berkualitas yang lebih bersih, aman, dan nyaman. “Sehingga dapat menjadi tambahan daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung,” kata Arie. Lebih lanjut, untuk meningkatkan pelayanan, seluruh 30 unit pada project EV Smart Mobility akan disterilisasi sebelum dan sesudah digunakan. Sehingga pengguna dapat menikmati sebuah pengalaman bermobilitas dengan kendaraan elektrifikasi Toyota yang menyenangkan, mudah, aman dan nyaman. Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengaku senang sekali atas inisiatif Toyota berkerja sama dengan ITDC dan pihak lainnya untuk semakin meningkatkan penggunaan kendaraan ramah lingkungan di kawasan pariwisata di Nusa Dua. “Hal ini tentunya selaras dengan Peraturan Gubernur Bali no. 48 tahun 2019,” ungkap Wayan Koster. Selain itu, hal ini juga sesuai dengan Visi pembangunan Daerah Bali, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru. Menurutnya dengan adirnya kendaraan ini sangat mendukung upaya bersama untuk menjaga alam Bali yang bersih serta untuk meningkatkan kualitas pariwisatanya. “Saya harap Kerama Bali, khususnya para generasi muda akan mengikuti langkah ini sebagai upaya kita bersama dalam mewujudkan alam dan bumi Bali yang bersih,” kata Wayan Koster. (Poy)
Lebih dari itu, Toyota juga telah turut mendukung keinginan positif pemerintah dalam mempopulerkan kendaraan elektrifikasi sejak tahun 2009 dengan memperkenalkan Prius Hybrid Electric Vehicle. Sejak itu, teknologi elektrifikasi Toyota terus berkembang dan kini TAM memiliki 10 lineup kendaraan elektrifikasi yang terdiri dari 1 Battery Electric Vehicle (BEV), 1 Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan 8 Hybrid Electric Vehicle (HEV). Secara total sejak awal diperkenalkan hingga Februari 2021 lalu, TAM telah membukukan penjualan kendaraan elektrifikasi lebih dari 4.000 unit, dan akan terus melakukan upaya untuk menciptakan permintaan kendaraan listrik dalam skala besar. Toyota tidak berhenti di situ, dalam rangka memperingati perjalanan 50 tahun di Indonesia, Toyota juga menghadirkan ecotourism yang terintegrasi dengan produk–produk elektrifikasi Toyota berteknologi (BEV) dan (PHEV), sebagai bentuk realisasi dari komitmen untuk mempopulerkan teknologi elektrifikasi kepada masyarakat luas dan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap teknologi elektrifikasi. Project EV Smart Mobility ini didukung oleh 13 partnership yaitu PT Astra International Tbk, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), PT Aisin Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor, PT Denso Indonesia, PT KDDI Indonesia, PT Asuransi MSIG Indonesia, PT Panasonic Gobel Indonesia, PT Sugity Creatives, PT Toyota Astra Financial Services, Toyota Industries Corporation, PT Toyota Tsusho Indonesia, dan TCD Asia Pacific Indonesia. Selain itu, Toyota juga bekerjasama dengan PT Serasi Auto Raya (SERA), yang akan menangani aktivitas operasional project EV Smart Mobility. Halaman selanjutnya Sementara itu, President Director PT Astra International Tbk Djony Bunarto Tjondro mengungkapkan, melalui inisiatif yang baik ini, Astra dan prinsipal dapat turut mempopulerkan teknologi elektrifikasi di Indonesia. “Kami harap project EV Smart Mobility ini tidak hanya dapat mendukung program pemerintah Indonesia dalam mengembangkan kendaraan elektrifkasi, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap lingkungan yang lebih baik,” kata Djony. Guna memberikan pilihan lengkap bagi pengguna, project EV Smart Mobility menyediakan 3 lineup kendaraan elektrifikasi Toyota dengan total 30 unit yang terdiri dari 20 unit Toyota COMS (BEV), 5 unit Toyota C+pod (BEV), dan 5 unit Toyota Prius PHEV, yang telah disiapkan secara khusus untuk project ini. Full Battery EV yaitu Toyota COMS dan C+pod, dapat digunakan oleh masyarakat dan turis di dalam kawasan The Nusa Dua Bali dan sekitarnya, agar project ini dapat mendukung ecotourism di area tersebut. Sementara Toyota Prius PHEV dapat digunakan sebagai layanan airport transfer dari dan ke kawasan Bandara Ngurah Rai serta sebagai kendaraan untuk bermobilitas di wilayah Bali. Lebih dari itu, sebagai bagian dari upaya untuk menerapkan green dan renewable energy, di project EV Smart Mobility juga dilengkapi dengan teknologi panel matahari atau solar panel guna memenuhi kebutuhan shelter atau station untuk mengisi daya listrik pada kendaraan elektrifikasi Toyota. Menambahkan hal tersebut, Vice President Director TAM Henry Tanoto mengatakan, dengan menginisiasi ecotourism yang terintegrasi dengan produk-produk Toyota di dalam project EV Smart Mobility ini, Toyota berharap lebih banyak lagi masyarakat yang dapat merasakan kendaraan BEV dan PHEV Toyota. “Kami juga akan mengumpulkan umpan balik yang berharga dari pengguna, agar kami dapat lebih memahami keuntungan dan tantangan dari setiap jenis kendaraan elektrifikasi, serta kebutuhan masyarakat, yang akan membantu kami untuk meraih komitmen kami terhadap elektrifikasi massal di Indonesia,” kata Henry. Untuk dapat menggunakan layanan pada project EV Smart Mobility, selain datang langsung ke station di depan central parkir The Nusa Dua atau ke station di area pintu masuk Pulau Peninsula The Nusa Dua, EV Smart Mobility juga dapat diakses secara digital melalui aplikasi mTOYOTA dan TRAC To Go. Tidak hanya itu, Toyota juga melengkapi unit Toyota C+pod dan Toyota Prius PHEV dengan fitur Digital Key sehingga pengguna dapat melakukan seluruh akses secara digital, mulai dari booking, payment, hingga akses seperti membuka dan mengunci pintu mobil dan juga menyalakan mobil hanya dengan menggunakan smartphone pengguna. Dengan kemudahan digitalisasi ini, pengguna dapat menggunakan kendaraan tanpa perlu melakukan kontak langsung dengan banyak orang sehingga penerapan protokol kesehatan pun akan semakin baik. Halaman selanjutnya Sementara itu, Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis ITDC Arie Prasetyo sangat mendukung kerja sama pemanfaatan kendaraan listrik ini, karena sejalan dengan komitmen ITDC untuk mewujudkan Eco Sustainable Tourism di kawasan pariwisata yang dikelolanya. Selain dapat menjadikan The Nusa Dua sebagai kawasan percontohan Bali Energi Bersih yang merupakan program Pemerintah Provinsi Bali serta sebagai wujud dukungan ITDC atas Peraturan Presiden No.55/2019, pemanfaatan kendaraan listrik dalam kawasan Bali ini juga akan mendukung implementasi protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) untuk mewujudkan The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata berkualitas yang lebih bersih, aman, dan nyaman. “Sehingga dapat menjadi tambahan daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung,” kata Arie. Lebih lanjut, untuk meningkatkan pelayanan, seluruh 30 unit pada project EV Smart Mobility akan disterilisasi sebelum dan sesudah digunakan. Sehingga pengguna dapat menikmati sebuah pengalaman bermobilitas dengan kendaraan elektrifikasi Toyota yang menyenangkan, mudah, aman dan nyaman. Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengaku senang sekali atas inisiatif Toyota berkerja sama dengan ITDC dan pihak lainnya untuk semakin meningkatkan penggunaan kendaraan ramah lingkungan di kawasan pariwisata di Nusa Dua. “Hal ini tentunya selaras dengan Peraturan Gubernur Bali no. 48 tahun 2019,” ungkap Wayan Koster. Selain itu, hal ini juga sesuai dengan Visi pembangunan Daerah Bali, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru. Menurutnya dengan adirnya kendaraan ini sangat mendukung upaya bersama untuk menjaga alam Bali yang bersih serta untuk meningkatkan kualitas pariwisatanya. “Saya harap Kerama Bali, khususnya para generasi muda akan mengikuti langkah ini sebagai upaya kita bersama dalam mewujudkan alam dan bumi Bali yang bersih,” kata Wayan Koster. (Poy) 




























