Pasca Kilang Balongan Kebakaran, BPH Migas Instruksikan Pertamina Laksanakan Pola RAE

Jakarta, Obsessionnews - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi ( BPH Migas ) memastikan ketersediaan dan penyaluran BBM khususnya di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya tetap berjalan normal. Hal itu dikatakan Kepala BPH Migas, M. Fansurullah Asa. Fansurullah mengatakan parca insiden kebakaran pada tangki T-301G di RU VI Pertamina Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin. Pihaknya telah berkoordinasi dengan PT. Pertamina (Persero) untuk segera melaksanakan Pola RAE (Regular-Alternative-Emergency) khususnya bagi Fuel Terminal/TBBM yang terdampak paska Kebakaran Tangki T-301G (RU VI Balongan) untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran pendistribusian BBM. Fanshurullah menegaskan bahwa pasokan BBM di Jakarta Raya aman, karena Pertamina memiliki skenario pola RAE (Regular-Alternative-Emergency) yang mana mengalihkan suplai BBM dari RU IV Cilacap melalui TBBM Bandung Raya (TBBM Ujung Berung/Padalarang) maupun dari TBBM Tanjung Gerem. "Masyarakat tidak perlu panik atau melakukan penimbunan BBM karena BBM tetap tersedia dan terdistribusi dengan baik dan tidak ada kendala” terang Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/3/2021). Lebih lanjut, Kepala BPH Migas mengatakan pihak BPH Migas akan tetap melakukan pengawasan terhadap ketersediaan dan kelancaran pendistribusian BBM bahkan menjelang Bulan Puasa dan Lebaran nanti. "Untuk itu masyarakat tidak perlu khawatir atau panik karena stock BBM cukup dan pelayanan PT Pertamina (Persero) tetap normal," ucapnya. Hal itu juga dikatakan Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur Pertamina, Mulyono menuturkan sudah merinci secara nasional stok BBM maupun avtur masih aman. Ia menjelaskan stok gasoline (bensin) secara nasional masih di angka 10,5 juta barel atau cukup untuk 27-28 hari. Sedangkan untuk solar masih ada stok 8,8 juta barel atau bertahan hingga 20 hari ke depan. "Stok nasional BBM, kami sampaikan kondisi stok nasional sangat aman. Jadi masyarakat tidak perlu panik, stoknya berlebih," ujar Mulyono. Sedangkan untuk avtur, kata Mulyono masih ada stok 3,2 juta barel atau cukup untuk 74 hari. "Jadi kami memastikan bahwa tidak ada kelangkaan BBM maupun Avtur. Semua stok aman," tambah Mulyono. Ditempat yang sama, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga (Commercial & Trading) Mas'ud Khamid meminta, masyarakat untuk tidak panik karena kejadian ini. Ia meminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan panic buying karena adanya kasus ini, karena Pertamina memastikan stok masih sangat cukup dan tidak akan ada kelangkaan BBM. "Kami imbau masyarakat, layanan kami dalam posisi normal. Kami di dalam konslidasi dan mohon doanya agar semua bisa segera selesai," ujar Mas'ud dikesempatan yang sama. Mas'ud juga menjelaskan saat ini Pertamina sudah bisa memonitor langsung stok BBM yang ada di setiap SPBU yang terdigitalisasi. (Has)





























