Sosialisasi Empat Pilar, Hasan Basri Ajak Masyarakat Jaga Terus Pancasila

Sorolangun, Obsessionnews.com - Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Hasan Basri Agus mengajak kepada masyarakat di Kabupaten Sorolangun, dan masyarakat di Provinsi Jambi untuk tetap menjaga Pancasila sebagai dasar negara atau ideologi bangsa yang harus tetap dipertahankan sampai kapanpun.
Ia menyatakan, bahwa Pancasila sebagai pondasi dasar negara tidak main-main, karena telah melalui pemikiran, diskusi, dan perdebatan yang panjang, sampai kemudian Pancasila menjadi sebuah keputusan yang final.
Sehingga walaupun Bung Karno, Bung Hatta, Moh. Yamin, Moh. Natsir, dan lainnya telah wafat, Indonesia tidak ikut wafat sebab pondasi tersebut telah mengakar ke rakyat dan bertahan sampai sekarang.
"Menurut saya, Pancasila itu adalah anugerah Allah SWT yang harus kita syukuri bersama dan harus dijaga terus terutama oleh generasi saat ini dan yang akan datang," kata Hasan Basri.
Hasan Basri menyampaikan itu dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar yang diadakan Balai Desa Sei Abang, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun pada Jumat 19 Maret 2021 dengan para tokoh masyarakat, dan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Anggota dari Dapil Jambi ini mengatakan Pancasila adalah pondasi kuat warisan para Bapak Bangsa. Menurutnya, Pancasila sebagai penjaga eksistensi negara Indonesia sejak awal merdeka hingga masa kini.
"Pancasila sudah terbukti kuat dalam segala ancaman. Sudah berapa kali gerakan ingin mengganti Pancasila, tapi tidak pernah berhasil. Karena Pancasila adalah ideologi yang paling tepat untuk bangsa Indonesia," tandasnya.
Menurutnya dalam catatan sejarah banyak negara hancur karena tidak kuat ideologinya, contoh nyata Yugoslavia yang juga memiliki bapak bangsa pendiri negara sekaligus tokoh fenomenal saat itu, yakni Josip Broz Tito, malah hancur menjadi negara-negara kecil begitu bapak bangsanya tiada.
Padahal, Yugoslavia hanya negara daratan yang tak terlalu besar dengan tiga atau empat etnis serta tiga agama berbeda, yakni Islam, Kristen Katolik, dan Kristen Ortodoks. Namun persatuan mereka sangat ringkih sehingga mereka mudah pecah.
Sedangkan Indonesia merupakan negara kepulauan yang luas terdiri dari 17 ribu lebih pulau menyebar dari Sabang sampai Merauke, didiami 200 juta lebih manusia terbagi atas 1.340 suku bangsa menurut sensus BPS tahun 2020 dengan beragam bahasa, warna kulit, agama, kepercayaan, dan budaya, namun landasan berdirinya sangat kuat, tidak mudah tercerai berai.
"Mengapa hal itu bisa terjadi, karena pendiri bangsa Yugoslavia dalam mendirikan negara, tidak menghadirkan satu ideologi yang mampu mempersatukan semua perbedaan yang ada. Sehingga begitu pendiri bangsanya wafat, pondasi negara tidak kuat menahan berbagai keberagaman, lalu pecah. Indonesia memiliki Pancasila sehingga hal tersebut tidak terjadi," terangnya.
Hasan Basri pun mengajak peserta dan seluruh rakyat untuk menghormati bapak bangsa Indonesia yang telah susah payah menggali serta menyusun Pancasila yang luar biasa tersebut dengan cara memahami serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Artinya kata dia, Pancasila jangan hanya dijadikan slogan atau wacana. Tapi harus bisa dibumingkan. Dari mulai sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa sampai Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. (Albar)





























