Ini Cara Buwas dalam Menjaga Keamanan Pangan Indonesia

Jakarta, obsessionnews.com - Kinerja Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso patut diacungkan jempol. Betapa tidak, di tangan dinginnya, BULOG masih bertahan dan berdiri tegak soal menjaga keamanan pangan untuk masyarakat Indonesia. Berbagai gebrakan pun dilakukan pria yang akrab disapa Buwas ini untuk menjaga keamanan pangan, misalnya dalam mengelola cadangan beras pemerintah (CBP). “Kami menyimpan CBP yang memiliki batasan waktu, kalau tidak dikelola dengan baik maka kualitasnya akan menurun. Tentunya mengelola ini harus profesional dan bekerja sama dengan unsur-unsur terkait, bagaimana kami melakukan fumigasi supaya menghindari kutu, termasuk memanfaatkan mesin rice to rice yang berfungsi untuk membersihkan beras sebagai upaya meningkatkan mutu beras yang disalurkan kepada masyarakat,” ujar Buwas dikutip dari majalah Men’s Obsession edisi 205, Rabu (17/3/2021). Inovasi lainnya adalah BULOG menggandeng StoreSend Indonesia meluncurkan situs iPanganangrosirdotcom yang merupakan bagian dari iPanganandotcom sebagai upaya memperluas akses belanja melalui internet (e-shopping) dengan menghadirkan pasar grosir online dengan garansi kemudahan dan kepuasan konsumen. Pandemi Covid-19, tak menyurutkan semangat Buwas untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya. Bahkan, di bawah komandonya BULOG berhasil menuntaskan program bantuan pemerintah sesuai Gcg. “Sejak awal pemerintah memberikan penugasan, BULOG dan seluruh jajarannya melaksanakannya dengan sepenuh hati untuk menolong rakyat yang kesusahan. Penyediaan beras Program Bantuan Presiden melalui Kementerian Sosial untuk keluarga terdampak di Jabodetabek dan penyediaan beras Program Bansos kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) berhasil kami laksanakan dengan baik dan benar,” ujar Buwas. Pada tahun ini, BULOG memprioritaskan aktivitas perusahaan pada kegiatan bisnis dengan mengusung tema strategisnya Business Focus Reorientation 2021 guna memperluas akses market dan profitabilitas, di samping tetap menjalankan penugasan dari pemerintah seperti yang sudah dilaksanakan selama ini. “Seluruh jajaran Perum BULOG telah berkomitmen untuk bekerja keras dan bekerja sama dalam menciptakan peluang bisnis baru dengan tagline efficiency and service excellence. Kami akan melakukan efisiensi biaya dan membangun price differentiation antara penjualan grosir dan ritel, serta membangun networking dengan mengacu pada kata kunci sinergi dan kolaborasi,” tegas Buwas. Dia mengaku, BULOG akan menguatkan sisi hulu dengan melakukan pembinaan petani dan pola kegiatan on farm, sedangkan di sisi hilir melakukan pembinaan jaringan sahabat RPK dan e-warung serta memperkuat e-commerce dan pasar modern. Inovasi diversifikasi pangan pun akan lebih sering dikembangkan mulai dari produk sagu, tepung tapioka, dan beras jagung analog. “Diversifikasi pangan juga menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi krisis pangan di Tanah Air,” imbuhnya. Pihaknya juga berencana memproduksi beras sendiri. Buwas menuturkan untuk merealisasikan rencana tersebut maka kini sedang dibangun 13 Modern Rice Milling Plant (MRMP) di daerah yang menjadi produksi padi. Selama ini BULOG membeli beras mayoritas dari pihak ketiga. Hal tersebut membuat bentuk dan kualitas beras di BULOG jadi bermacam-macam. Dengan adanya MRMP akan membuat kualitas beras produksi BULOG jadi lebih tinggi namun dengan cost yang lebih rendah lantaran produksi sendiri. “Jadi kami memproduksi beras premium dengan harga medium,” tambahnya. Dia mengaku dilahirkan sebagai aparatur negara atau abdi negara, yang tugasnya adalah mengabdi terhadap negara. “Saya ingin citra BULOG yang sebelumnya buruk karena beras yang kami miliki berkualitas rendah sudah tidak ada lagi. Saya juga ingin membangun BULOG agar mampu merajai urusan pangan, jadi tidak ada lagi kartel beras dan tidak ada masyarakat yang kesulitan beras. Selama diberikan amanat itu saya akan bekerja sebaik mungkin demi mempunyai nilai bagi masyarakat,” pungkasnya. (Gia/Men’s Obsession/Poy)





























