Muhadjir Puji Fasilitas Shelter Covid-19 Gose RSU PKU Muhammadiyah Bantul

Bantul, obsessionnews.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meresmikan dan sekaligus meninjau Shelter Covid-19 Gose RSU PKU Muhammadiyah Bantul di Jalan Urip Sumoharjo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (18/2/2021). Dalam peninjauannya itu Muhadjir memuji kelengkapan fasilitas shelter. Terdapat 32 kamar isolasi, toilet, kamar mandi, area publik, perlengkapan olah raga, dan mini hospital. Baca juga:Muhadjir Effendy Sebut Jumlah Pendonor Plasma Konvalesen di Surakarta Naik 40%Meskipun Sistem PJJ Masih Berlaku, Muhadjir Imbau Guru Mengajar dari SekolahMuhadjir Imbau Para Penyintas Covid-19 yang Telah Sembuh Lakukan Donor Plasma Konvalesen "Ini merupakan salah satu contoh shelter isolasi kolektif yang bagus. Yang penting adalah gotong royongnya. Ini adalah hal yang baik," ungkap Muhadjir. [gallery link="file" columns="2" size="medium" ids="337552,337553,337551,337554"] Keunggulan lainnya dari shelter ini adalah pengelolaan limbah medis yang sudah sangat baik, sehingga aman dan tidak mencemari lingkungan. Selain itu, shelter ini juga tidak berdekatan dengan permukiman warga. Menurut Muhadjir, Shelter Covid-19 yang dibangun atas inisiatif RS PKU Muhammadiyah Bantul, Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Bantul, dan Tim Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) itu sudah sangat konkret dan representatif sebagai tempat menampung sementara pasien Covid-19. "Sudah lengkap penatalaksanaannya. Mulai dari cara penerimaan pasien, cara perawatan, kemudian kegiatan tambahan pendukung. Termasuk tata cara pembuangan limbah akhir semua sudah memenuhi standar operasional yang ditetapkan Kementerian Kesehatan," ujar Muhadjir. Pesantren Covid-19 Untuk Meningkatkan Imunitas Terdapat sebanyak 5 shelter yang dibangun PW Muhammadiyah Yogyakarta. Salah satunya adalah Shelter Covid-19 Gose RS PKU Muhammadiyah Bantul. Shelter Covid-19 yang dibangun PW Muhammadiyah Yogyakarta memiliki program pesantren kilat secara daring. Muhadjir memuji kegiatan pesantren untuk pasien Covid-19. Menurutnya, dengan adanya program pengajian dan dakwah saat isolasi bisa bisa membawa ketenangan bagi pasien. Ketenangan, sebut Muhadjir, bisa mempercepat penyembuhan pasien Covid-19. "Dan ini penting, karena sebetulnya faktor ketenangan, faktor kestabilan mental, jauh dari stress, itu menjadi cukup andil besar dalam menentukan kesembuhan," sebutnya. "Karena itu kalau dia masuk pesantren, mentalnya disiapkan dengan baik menghadapi Covid-19 dan berbelanja keagamaan. Itu bisa menaikkan imunitasnya, dan menaikan kadar ketaqwaanya," pungkas Menko Muhadjir. (ali/arh)





























