Kagama Marketplace Diharapkan dapat Mendorong Perekonomian Nasional

Jakarta, Obsessionnews.com - Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) menggelar acara Perayaan Dies Natalis UGM ke-71 secara virtual, pada Sabtu (19/12/2020). Acara ini dibuka dan dihadiri oleh Ketua PP Kagama Ganjar Pranowo. Acara perayaan Dies Natalis UGM ke-71 tahun ini dimeriahkan juga dengan peluncuran kagamart.id, Kagama Marketplace. Ini adalah platform digital yang mewadahi anggota Kagama yang memiliki bisnis barang atau jasa, sekaligus sebagai media komunikasi dan kolaborasi seluruh anggota Kagama yang saat ini berjumlah lebih dari 450.000 di seluruh penjuru dunia. Peluncuran Kagama Marketplace ini dihadiri juga oleh Panut Mulyono Rektor UGM dan Teten Masduki Menteri Koperasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Dalam kesempatan itu, Ganjar yang secara langsung membuka dan memeragakan penggunaan Kagama Marketplace. “Kagamart.ID ini memang dibuat untuk wadah kumpul-kumpul sekaligus bersinergi seluruh alumni agar semakin migunani tumraping liyan (berguna bagi orang lain),” ujar Ganjar. Peluncuran Kagama Marketplace juga diapresiasi oleh Teten Masduki. Dia berharap Kagama Marketplace dapat berpartisipasi aktif dalam mendorong perekonomian nasional berbasis kewirausahaan. "Memberi manfaat lebih luas kepada alumni UGM dan masyarakat luas,” ujar Teten. Tak hanya Teten, Panut juga menyambut baik kehadiran Kagama Marketplace. “Saya sepenuhnya mendukung penuh peluncuran aplikasi ini sebagai wujud partisipasi aktif anggota Kagama dalam mendorong perekonomian nasional berbasis kewirausahaan,” ujar Panut. Hal senada juga diungkakan oleh Ketua Komunitas Kagama Marketplace Swasti Atika. Dia mengatakan, komunitas Kagama Marketplace ini diharapkan bisa mengeratkan tali silaturahmi Kagama yang tersebar di seluruh dunia melalui platform bisnis dan forum diskusi ini. Menurut Swasti, Kagamart.ID diluncurkan dengan harapan dapat menjadi platform yang memfasilitasi sinergitas alumni UGM untuk membangun Indonesia melalui kolaborasi yang memberikan dampak positif bagi alumni sendiri dan masyarakat secara luas. “Konsep umum dari aplikasi ini adalah marketplace dengan basis alumni UGM. Banyak dari alumni UGM yang bergerak di bidang UMKM, aplikasi ini dibuat untuk mewadahi alumni UGM yang memiliki usaha baik barang maupun jasa yang 100% buatan lokal,” ungkap Swasti. Selain berbisnis, lanjut dia, pengguna Kagama Marketplace, yang mempunyai tagline bahasa Jawa yang local wise, 'Ngrejekeni, Mberkahi' ini menjadi sarana untuk menjalin silaturahmi dan berjejaring dengan alumni UGM lainnya. Tidak hanya itu, keuntungan bersih yang didapatkan dari proses transaksi melalui Kagama Marketplace akan disalurkan untuk beasiswa, dan kegiatan charity lainnya. “Donasi yang didapat berasal dari dua sumber. Berasal dari keuntungan bersih Kagama Marketplace, serta donasi langsung,” pungkas Swasti. (Poy)




























