Pria Indonesia 'Ratu Penipu Hollywood' Ditangkap di Inggris

Pria Indonesia 'Ratu Penipu Hollywood' Ditangkap di Inggris
Seorang pria asal Indonesia yang dijuluki "Ratu penipu Hollywood" karena meniru suara para eksekutif perempuan industri film untuk mengelabui orang, mulai disidangkan di London pada Jumat (4/12/2020), setelah ditangkap pekan lalu di Manchester. Dalam sidang di Pengadilan Westminster, London, Hakim David Robinson mengatakan mereka memiliki bukti cukup bahwa Hargobind Tahilramani, 41, tidak akan menyerahkan diri bila dibebaskan dengan jaminan dan karena itu ia perlu ditahan selama 28 hari lagi. Amerika Serikat telah mengajukan permintaan ekstradisi dengan dasar penipuan identitas, penipuan uang melalui transfer dan konspirasi untuk melakukan penipuan. Permintaan ekstradisi penuh diperkirakan akan dilakukan pada Januari. Hollywood Reporter melaporkan Hargobind ditahan polisi di Manchester pekan lalu dengan bantuan detektif swasta dari perusahaan K2 Integrity. Sebelumnya, seorang juru bicara Biro Penyelidik Federal, FBI, mengatakan Hargobind ditahan di Inggris berdasarkan permintaan ekstradisi AS. "Tersangka ditahan di Inggris berdasarkan permintaan penahanan sementara yang diajukan oleh Amerika Serikat sebagai landasan untuk ekstradisi," menurut juru bicara FBI, di San Diego, California kepada kantor berita AFP Kamis (03/12). Hargobind disebutkan "mengubah suaranya seperti perempuan" dalam melakukan penipuan itu, menurut dokumen dakwaan. Sebelumnya, pejabat KBRI di London mengatakan kepada BBC News Indonesia, "Kami sudah cek di data lapor diri kami bahwa yang bersangkutan atas nama Hargobind Punjabi Tahilramani a.k.a Gobind, tidak terdaftar dalam database WNI KBRI London." Identifikasi pria Indonesia ini sebelum terungkap dalam investigasi wartawan. Investigasi yang dituangkan dalam laporan podcast masalah kriminal Chameleon menyebutkan "ratu penipu" itu kuat diduga sebagai Hargobind Punjabi Tahilramani, yang disebutkan sebagai seorang pria Indonesia yang tinggal di Inggris. "Kami sempat terpikir, kelompok kriminal yang berada di balik penipuan aneh ini, namun kami mengidentifikasinya sebagai pria Indonesia yang sendirian dan tinggal di Inggris sebagai kemungkinan tersangka." "Hargobind Punjabi Tahilramani, sering dipanggil sebagai "Gobind," lahir di Jakarta dari keluarga berada pada hari Halloween, 31 Oktober 1979," tulis wartawan di balik podcast itu, Vanessa Grigoriadis dan Josh Dean yang menulis investigasi ini di Vanity Fair. Apa yang diduga dilakukan oleh Tahilmarani - yang meniru banyak suara perempuan eksekutif Hollywood - adalah menipu para aktor tampan dan pihak lainnya, sebagian diminta melakukan percakapan seks lewat telepon. Ia diduga menipu lebih dari US$1 juta dari para korbannya. Salah satu suara yang pernah ia tiru adalah suara bernada tinggi mantan istri, raja media, Rupert Murdoch, Wendi Deng, sebagai upaya untuk menipu. Eksekutif perempuan lain yang ditiru suaranya juga diduga termasuk bos Lucasfilm Kathleen Kennedy, mantan pemimpin Sony film, Amy Pascal, serta mantan bos Paramount, Sherry Lansing. Penipuan yang tengah diselidiki FBI sejak tahun lalu itu, diduga dilakukan selama paling tidak lima tahun, dengan menjaring ratusan orang, untuk ditipu masing-masing ribuan dolar, menurut laporan podcast Chameleon. (Red) Sumber: BBC News