"Setelah Trump, Kini Giliran PM Israel Lengser!"

Ribuan massa di Palestina pendudukan (Israel) menggelar aksi demonstrasi menuntut pengunduran diri Perdana Menteri (PN) Benjamin Netanyahu. ISNA melaporkan, demonstran Israel Sabtu (7/11/2020) malam, berkumpul di Tel Aviv dan Quds pendudukan, seraya mengungkapkan kegembiraan mereka atas kekalahan Donald Trump di pilpres AS, mereka meneriakkan yel-yel dan mengatakan kini giliran Netanyahu untuk lengser. Gerakan Bendera Hitam, kubu anti Netanyahu menyatakan, Amerika mampu membebaskan diri dari Trump dan kini harus juga dilakukan terhadap Netanyahu. Donald Trump, Presiden AS yang selama empat tahun menjadi pendukung utama Benjamin Netanyahu dalam melakukan kejahatan di kawasan dan anti Palestina, dialporkan kalah di pemilu presiden negara ini dari rivalnya Joe Biden, dari kubu Demokrat. Biden Menang, Israel-Iran Bisa Perang! Menteri Pemukiman rezim Zionis Israel mengatakan, kembalinya Joe Biden, kandidat presiden Amerika Serikat dari Demokrat, ke kesepakatan nuklir JCPOA, bisa berujung dengan perang Iran dan Israel. Alalam (7/11/2020) mengutip Sputnik melaporkan, Tzachi Hanegbi menuturkan, jika Joe Biden menang dalam pemilu presiden Amerika, dan Washington kembali ke JCPOA, maka hal ini bisa berujung dengan perang antara Iran dan Israel. Seperti ditulis Jerusalem Post, Tzachi Hanegbi mengingatkan, Biden berulangkali berbicara soal keputusannya untuk kembali ke kesepakatan nuklir Iran. Pencabutan sanksi internasional dapat memperkuat Iran, sehingga pada akhirnya akan berujung dengan perang sengit Israel-Iran. Menurut Hanegbi, kesepakatan potensial Donald Trump dan Iran, berbeda, karena kesepakatan semacam ini tercipta berkat tekanan maksimum pemerintah Gedung Putih terhadap Iran. Meski penghitungan suara pilpres Amerika masih berlangsung, namun untuk sementara Joe Biden masih unggul atas Donald Trump. (PardToday/Red)