Strategi Iblis Sesatkan Manusia

Strategi Iblis Sesatkan Manusia
Iblis memiliii keleluasaan sepanjang masa di dunia dari zaman Nabi Adam hingga kiamat, untuk menyesatkan manusia agar terus berbuat dosa agar ke neraka. Berikut ini adalah strategi iblis dalam sesatkan manusia sebagaimana dipaparkan Ustadz Anshari, S. Th. I, MA. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: ثُمَّ لَأَتِيَنَّهُم مِّنۢ بَيۡنِ أَيۡدِيهِمۡ وَمِنۡ خَلۡفِهِمۡ وَعَنۡ أَيۡمَٰنِهِمۡ وَعَن شَمَآئِلِهِمۡ ۖ ... "Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka..." (Al-A'raf, ayat 17). Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma menafsirkan makna ayat di atas: 1) "Dari arah depan" yaitu, aku akan membuat mereka ragu terhadap akhirat mereka. 2) "Dari arah belakang" yaitu, aku jadikan mereka senang terhadap kehidupan dunia. 3). "Dari arah kanan mereka" yaitu, aku akan samarkan urusan agama mereka. 4). "Dari arah kiri mereka" yaitu, aku jadikan mereka senang terhadap perbuatan maksiat. (Tafsir Ibnu Katsir, Juz II, h. 259-260). Sumpah Iblis untuk Sesatkan Manusia Al-Qur'an telah mengisahkan bahwa ketika dikeluarkan dari surga, Iblis meminta kepada Allah SWT agar dapat menggoda anak cucu Adam menjadi temannya di neraka kelak. Yusuf Mansur memaparkan, pada mulanya iblis bersumpah akan menyesatkan manusia. Setiap saat. Sampai manusia itu berpisah ruh dengan jasadnya. Begitulah dendam iblis kepada Adam dan anak cucunya sehingga dengan segala upaya ia akan menyesatkan manusia detik ke detik menit ke menit hingga manusia mengikuti jalannya. Semakin banyak yang tersesat semakin gembiralah dia. Manusia seharusnya tahu itu. Sebab, iblis adalah musuh yang paling nyata, meskipun secara jasad tak kelihatan. Setiap kali akan berbuat sesuatu, manusia senantiasa diombang-ambingkan oleh dua perasaan. Ketika ia akan melakukan perbuatan baik, niat sudah lurus, tiba-tiba muncul suatu pikiran untuk membatalkannya. Itulah was-was setan. Pada saat manusia akan melakukan perbuatan buruk, hati nuraninya mengatakan tidak. Namun setan selalu mengembus-embuskan manfaat yang didapat dari perbuatan dosa tersebut dan menafikan hati nuraninya. Seseorang yang ingin menunaikan ibadah salat malam berat sekali melakukannya karena setan mencoba menggodanya degan kenikmatan tidur malam atau asiknya nonton sepak bola. Namun niatnya cukup kuat untuk salat malam. Saat setan gagal membuat dia tidur dengan penuh semangat ia berwudhu. Ketika merasakan dinginnya air, setan mencoba menakuti-nakutinya kalau-kalau nanti sakit terkena air dingin. Jikalau berhasil, orang tersebut balik lagi ke tempat tidur. Tapi orang ini sungguh kuat niat ibadahnya. Meskipun air dingin ia tetap berwudhu kemudian menunaikan salat. Sampai orang tersebut menunaikan salat pun setan tak mau menyerah. Ia masih mewas-wasi orang tersebut dengan perbuatan sombong yang membuat ibadahnya tidak ikhlas. Akhirnya orang tersebut dalam hati terucap, "Wah, hebat juga aku ini. Di saat oang lain tertidur nyenyak, aku sendiri salat tahajud." Tidak bergunalah semua usahanya dari awal karena tidak ikhlas bahkan takabur. Justru di situ lah hebatnya perjuangan setan dalam menyesatkan manusia. Meskipun hampir kalah, karena sejak awal ia menggoda orang tersebut tidak berhasil, ia tetap berusaha menyesatkan sampai berhasil. Itulah bukti sumpah iblis sejak awal kepada Allah untuk menyesatkan manusia. Namun demikian Allah menjawab sumpah iblis tadi dengan sebuah harapan bagi manusia. Meskipun iblis menyesatkan manusia, Allah masih memberi peluang untuk kembali ke jalan yang benar, kalau iblis berjanji akan menjebol tembok, Allah telah menyediakan tambalan bagi manusia untuk menambal tembok yang jebol itu. Kalau iblis berusaha untuk menabrakkan mobil milik kita, Allah telah menyediakan reparasi agar mobil kembali seperti sedia kala. Allah memberikan pelindungan dan tempat kembali sama bahkan melebihi dari kerusakan dan kesesatan yang ditimbulkan iblis. Itulah pintu tobat. Manusia akan diberikan kesempatan bertobat hingga nyawa berada di kerongkongannya. Allah memang Maha pengampun, Penyayang dan Maha mulia. (*/Red)