Permainan dan Dosa Berulang

Permainan dan Dosa Berulang
Selama ini, kita telah yakin dan beriman akan adanya Hari Akhirat, namun kita sering lalai dan melalaikan diri untuk mempersiapkan hari itu. Kita yakin bahwa Neraka Jahannam itu ada, tapi kita kadang lupa untuk menghindarinya dari sekarang. Umur makin bertambah, dosa pun kian menggunung. Jatah hidup kita kian berkurang. Namun, kita selalu terjebak dalam permainan dunia yang menyilaukan. Seolah kematian tak akan pernah datang. Seolah waktu bertobat masih selalu ada, meski kita tak pernah tahu kapan ajal akan datang. Kita berulang-ulang kali melakukan salah dan dosa sejenis. Seolah pertobatan adalah permainan belaka, yang jika kalah diulang lagi. Padahal, hidup di dunia ini tak akan berulang. Tak akan berulang hari yang telah berlalu. Saat tubuh terbaring dan terbungkus kain kafan, maka tak akan ada lagi waktu untuk berbenah dan bertobat. Maka, sampai kapankah kita terjebak pada permainan semacam ini? Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Kitab Al-Ghunyah menjelaskan tentang tiga syarat tobat.. Syarat tobat ada tiga perkara: ▪️Pertama, menyesali atas kesalahan dan kekhilafan yang dilakukan. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa sallam, ‘Menyesali kesalahan adalah tobat’. Tanda dari penyesalan adalah lembutnya hati dan berderainya air mata. Sebab itu, Rasulullah mengatakan, ‘Berkumpullah bersama orang yang bertobat, karena hati mereka lembut.’ ▪️Kedua, meninggalkan setiap kesalahan di mana pun dan kapan pun kita berada. ▪️Ketiga, berjanji dan berusaha untuk tidak kembali melakukan dosa dan kesalahan.” Pikir-pikirkanlah. Renung-renungkanlah, mari perbanyak istighfar dan sholawat. (Red)