Komitmen Arif-Rista Mensejahterakan Guru Honorer di Kebumen

Komitmen Arif-Rista Mensejahterakan Guru Honorer di Kebumen

Kebumen, Obsessionnews.com - KPU Kabupaten Kebumen menggelar debat publik tahap pertama yang diikuti satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Kebumen, yakni Arif Sugiyanto-Ristawati Purwaningsih atau Arif-Rista, pada Rabu 4 Oktober 2020. Acara tersebut disiarkan langsung oleh Ratih TV Kebumen.

Dengan menghadirkan lima panelis yang sudah dipilih KPU, Arif Rista diberikan kesempatan untuk menjabarkan visi misinya. Pasangan ini juga diberikan ruang dan waktu untuk menjawab beberapa pertanyaan yang sudah disediakan menyangkut persoalan sosial, hukum, budaya, kesehatan dan juga pendidikan.

Dari banyaknya program yang disampaikan, Arif-Rista sempat menyingung soalnya komitmennya memajukan kualitas pendidikan di Kebumen yang beradab. Diakui pendidikan di Kebumen masih kalah jauh dari bebarapa daerah lain. Salah satu persoalannya kata dia adalah masih kurangnya tenaga pengajar di Kebumen.

"Guru kekurangannya 1088, guru agama kekurangnya 434. Ini menunjukan ketimpangan pendidikan di Kebumen sangat tinggi. Oleh karena itu kami hadir langsung dan kami cek langsung. Ternyata ada guru-guru GTT atau honorer yang belum tercatat dengan baik," ujar Arif.

Arif yang masih menjadi Wakil Bupati Kebumen dan kini mengambil cuti menyampaikan, pihaknya saat itu sudah melakukan kunjungan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memperjuangkan para guru honorer di Kebumen agar masuk dalam Data Pokok Pendidikan atau Dapodik.

"Tujuannya tentu agar kesejahteraan yang terukur untuk para pendidik. Kita masih prihatin bagaimana anak-anak kita di sekolah nilainya ada, tapi gurunya seolah-olah tidak ada. Karena itu dengan pendataan para guru dan program insentif untuk para guru diharapkan pendidikan di Kebumen lebih bermartabat," tegasnya.

Disamping itu, Arif menambahkan, pihaknya juga akan melakukan pelatihan untuk para guru agar lebih kompetitif dalam mendidik siswa-siswinya. Karena syarat dari pendidikan yang berkualitas adalah guru harus punya kemampuan yang unggul, dengan didukung infastruktur pendidikan yang memadai. (Albar)