Amankah Jika Bayam Dicampur dengan Tahu/Tempe?

Amankah Jika Bayam Dicampur dengan Tahu/Tempe?
Banyak warga yang dirisaukan oleh berita di media soial tentang pengaruh buruk makanan tertentu yang dikonsumsi secara kombinasi atau dimakan bersamaan. Contoh: bayam dengan tahu atau tempe, susu dengan buah, susu dengan sayur, dan sebagainya. Bukan hanya makanan tertentu saja tetapi bahkan ada beberapa zat gizi (mis. karbohidrat dan protein) yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan. Namun, berita-berita tersebut tidak didukung oleh fakta ilmiah. Ada yang mempunyai alasan bahwa jika bayam dicampur dengan tahu atau tempe dikuatirkan akan terbentuk zat-zat racun (nitrosamin, kalsium oksalat, dsb.) yang dapat menyebabkan kanker atau batu ginjal, Lalu bagaimanakah faktanya jika bayam dicampur dengan tahu atau tempe ? Perlu dipahami bahwa semua makanan yg dimakan tidak akan bergitu saja masuk ke dalam tubuh tetapi harus dicerna lebih dahulu di usus halus. Usus halus akan menyeleksi zat-zat yang boleh diserap. Makanan yg tidak dapat diserap akan dibuang sebagai tinja (feses). Zat-zat yang terserap melalui dinding usus halus juga akan diseleksi lagi di hati, mana yang berguna dan yang tidak berguna. Yang tidak berguna akan dibuang melalui ginjal. Tubuh yang sehat mempunyai sistem pengamanan otomatis. Jadi tidak perlu dikuatirkan, kecuali makanan dikonsumsi secara berlebihandan, setiap hari dan berlangsung lama. Prinsipnya apa saja yang berlebihan dapat menjadi racun NITROSAMIN. Memang sayur bayam mengandung senyawa nitrat. Di dalam alat pencernaan, nitrat direduksi menjadi nitrit. Senyawa nitrit biasanya juga digunakan untuk membuat warna kornet daging tetap merah seperti daging segar. Jika nitrit ini berikatan dengan asam amino bebas (berasal dari tempe, tahu, daging, atau sumber protein lainnya) akan terbentuk senyawa nitrosamin yang bersifat karsinogenik. Namun, unt dapat menyebabkan kanker tentu diperlukan nitrosamin yang cukup banyak, setiap hari, dan dalam waktu yang lama. Pertanyaannya: Seberapa banyak kita makan sayur bayam dicampur tahu atau tempe? Seberapa seringkah kita makan sayur bayam dicampur tahu / tempe dalam sehari? Seberapa lamakah kita makan sayur bayam dicampur tempe atau tahu? Kalau makan Cuma 1 – 3 mangkok/porsi seminggu sekali atau bahkan hanya kadang-kadang ya aman-aman saja KALSIUM OKSALAT Bayam cukup banyak mengandung oksalat dan tempe atau tahu banyak mengandung kalsium. Ada yang mengasumsikan jika bayam dimakan bersama dengan tempe atau tahu akan terbentuk batu kalsium oksalat yang di ginjal menjadi batu ginjal. Kenyataannya, hasil penelitian menunjukkan bahwa diet tinggi kalsium tidak meningkatkan resiko batu ginjal karena kalsium akan mengikat oksalat di usus sehingga absorpsi oksalat ke dalam darah menjadi sangat rendah. Sebagian besar kalsium oksalat akan dibuang bersama feses sehingga ekskresi oksalat melalui urin juga akan rendah. Perlu diingat juga bahwa penyerapan kalsium dpt berkurang karena adanya oksalat, fosfat, dan fitat (pada tahu) sehingga asupan kalsium yang cukup perlu mendapat perhatian agar tidak terjadi kekurangan kalsium. Batu ginjal kalsium oksalat atau kalsium fosfat disebabkan oleh adanya gangguan pada sistim hormonal dan organ yang mengatur keseimbangan metabolisme kalsium, bukan karena makan sayur bayam dicampur tempe/tahu. Saran pencegahan timbulnya batu ginjal: 1.Cukup asupan cairan (2 – 3 L perhari) 2.Menjaga berat badan yang ideal 3.Kontrol terhadap diabetes dan hipertensi untuk menjaga kesehatan ginjal Asupan protein tidak berlebihan (untuk mencegah batu asam urat) (*/Red)