Gagal Jadi Pemimpin, PM Israel Didesak Mundur Anggota DPR

Gagal Jadi Pemimpin, PM Israel Didesak Mundur Anggota DPR
Anggota Knesset (DPR) Israel, Ram Shefa mengatakan ketidakpercayaan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mencapai puncaknya dan ia harus meletakkan jabatannya. Anggota Koalisi Blue and White ini, seperti dikutip Pusat Informasi Palestina, Minggu (4/10/2020), menuturkan satu-satunya hal yang harus menjadi perhatian saat ini adalah kehadiran warga Zionis di jalan-jalan. Netanyahu dari Partai Likud membentuk kabinet dengan merangkul Koalisi Blue and White. Sejak lima bulan lalu, warga Zionis turun ke jalan-jalan untuk menuntut pengunduran diri Netanyahu karena kegagalannya mengendalikan virus Corona, anjloknya pertumbuhan ekonomi, dan kasus korupsi yang menyeretnya. Sementara itu, ribuan massa melakukan demonstrasi menuntut mundur PM Netanyahu. Ribuan orang Israel tersebut telah menyerukan protes selama 15 minggu berturut-turut. Mereka menekan Benjamin Netanyahu agar mundur dari jabatannya karena dugaan korupsi dan cara pemerintah menangani Covid-19. https://youtu.be/zF2KxFguFfY   Aksi protes pada Sabtu dan Minggu tersebut juga berkaitan dengan dekrit yang baru saja disetujui parlemen.   Aksi protes terbaru ini bertujuan mempertahankan tekanan terhadap Netanyahu, yang dikritik secara luas atas penanganan pandemi covid-19 serta dugaan kasus korupsi yang menjeratnya. Dilansir dari The Wire, Minggu 4 Oktober 2020, aturan terbaru di Israel melarang warga untuk mengikuti demonstrasi yang berjarak lebih dari satu kilometer dari rumah masing-masing. Aturan ini juga semakin memperketat skema menjaga jarak sosial atau social distancing untuk meredam penyebaran covid-19. Sebagian besar aksi protes di Israel pada Sabtu malam berskala kecil dan tersebar di banyak wilayah. Kendati begitu, ada satu unjuk rasa yang melibatkan hingga 1.000 pedemo di Tel Aviv. Sekelompok kecil pengunjuk rasa sempat terlibat bentrok dengan polisi saat mereka mencoba memblokade berbagai ruas jalan. Juru bicara Kepolisian Israel mengonfirmasi adanya 15 demonstran yang ditangkap pada Sabtu malam. Israel telah menutup sebagian besar kegiatan perekonomiannya di tengah lonjakan kasus covid-19. Pemerintah Israel telah meminta warga untuk tetap berada dalam radius 1 km dari rumah masing-masing, dan hanya boleh pergi untuk membeli makanan atau obat-obatan. Berdasarkan data terbaru Johns Hopkins University pada Minggu 4 Oktober, total kasus covid-19 di Israel telah melewati angka 264 ribu dengan 1.682 kematian dan 191.251 pasien sembuh. (*/ParsToday/Red)