Indonesia Ditargetkan Jadi Pelaku Utama Keuangan Syariah Dunia

Indonesia Ditargetkan Jadi Pelaku Utama Keuangan Syariah Dunia

Jakarta, Obsessionnews.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, saat ini jumlah penduduk muslim di dunia yang mencapai lebih dari 1,8 miliar memberikan kontribusi pada total belanja sekitar 2,2 triliun US Dollar, dengan tingkat pertumbuhan per tahun yang cukup pesat, yaitu 5,2%.  ⁣

Baca juga:

Sri Mulyani Sebut Jakob Oetama Miliki Perhatian Mengenai Kebijakan dan Isu Ekonomi

Sri Mulyani: Pandemi Covid-19 Tidak Dapat Menghalangi Semangat Nasionalisme dan Persatuan

"Sebagai negara dengan mayoritas penduduk  beragama Islam, ekonomi syariah menjadi peluang. Itu sebabnya, menurut masterplan ekonomi dan keuangan syariah 2019-2024, Indonesia ditargetkan akan menjadi pelaku utama dan sebagai hub ekonomi dan keuangan syariah dunia," kata Sri seperti dikutip obsessionnews.com dari akun Facebooknya, Selasa (22/9). ⁣ Oleh  karena itu, lanjutnya, mengingat Indonesia merupakan negara yang mempedomani Bhinneka Tunggal Ika, maka  diperlukan kerja keras untuk  membangun ekosistem syariah. Dimulai dari kebijakan, regulasi, instrumen, dan langkah-langkah yang bisa menjawab kebutuhan umat yang inklusif.

Halaman selanjutnya Sri menuturkan, belakangan ini, khususnya di masa pandemi Covid-19, pertumbuhan industri syariah mengalami penurunan. Pemerintah telah melakukan langkah-langkah penanganan dan pemulihan ekonomi, termasuk dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemberian relaksasi pinjaman dan bantuan tunai.

Bantuan ini juga disalurkan kepada UMKM yang mendapatkan pembiayaan melalui unit usaha dengan prinsip-prinsip syariah, seperti Bank Wakaf dan Baitul Maal wa Tamwil (BMT⁣). ⁣ Dalam acara forum virtual Riset Ekonomi Keuangan Syariah 2020, Senin (21/9), Sri menekankan pentingnya kegiatan riset berdasarkan metodologi ilmiah, sehingga kita bisa mengombinasikan keyakinan serta keimanan dengan akal dalam sebuah ikhtiar.⁣ ⁣ "Mudah-mudahan kegiatan riset ini dapat menemukan jawaban terhadap berbagai permasalahan yang ada," ujar Sri.

Selain itu, lanjutnya, riset juga harus menunjukkan keterhubungan (link and match) untuk bisa meningkatkan kemampuan di dalam menghadirkan ekonomi Islam dan prinsip-prinsip syariah yang bisa menjawab kebutuhan zaman saat ini dan ke depan. Semoga. ⁣(arh)