Tingkatkan Kompetensi, Siswa Madrasah akan Dibekali 'Computational Thinking'

Tingkatkan Kompetensi, Siswa Madrasah akan Dibekali 'Computational Thinking'

Jakarta, Obsessionnews.com - Berbagai terobosan dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) dalam upaya  mengoptimalkan potensi, serta meningkatkan kompetensi dan kualitas siswa madrasah. Yang terbaru Kemenag akan membekali siswa madrasah dengan computational thinking (CT).

Baca juga:

Wamenag: Madrasah dan Pesantren Harus Beradaptasi dan Berdamai dengan Covid-19

Kementerian PUPR Rehabilitasi 68 Sekolah dan 7 Madrasah di Papua Barat

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Bebras Indonesia untuk pembekalan CT bagi siswa madrasah. Pembekalan dilakukan bertahap, dengan piloting madrasah di wilayah Salatiga dan sekitarnya.

Halaman selanjutnya

Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman ini ditandatangani secara virtual oleh Muhammad Ali Ramdhani dengan Ketua Bebras Indonesia Inggriani Liem. Hadir di lokasi Dirjen Pendidikan Islam menandatangani MoU, Sekretaris Bebras Indonesia Adi Mulyanto, serta Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar.

Bersamaan itu ditandatangani juga MoU antara Dirjen Pendidikan Islam dengan Rektor IAIN Salatiga Zakiyudin. Ikut mendampingi Wakil Rektor 1 dan 2 IAIN Salatiga. Penandatanganan dua MoU ini berlangsung di Jakarta, Selasa (8/9/2020).

"Piloting di Salatiga, karena dosen-dosen IAIN Salatiga sudah pernah menerapkan tantangan Bebras CT di beberapa siswa madrasah di pesantren," terang Ali.

Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Humas Kemenag, Rabu (9/9), dalam kesempatan itu Ali menuturkan,  CT adalah proses berpikir untuk memformulasikan persoalan dan solusi secara efektif, efisien, dan optimum. CT adalah proses berpikir untuk memformulasikan persoalan dan solusinya, sehingga solusi tersebut secara efektif dilaksanakan oleh sebuah agen pemroses informasi (komputer, robot, atau manusia).

Halaman selanjutnya

"Saya harap penerapan CT pada madrasah di Indonesia dapat cepat dilakukan. Siswa madrasah juga diharapkan dapat segera berpartisipasi dalam kompetisi CT," ujarnya.

Madrasah-madrasah yang sudah mempraktikkan CT, lanjutnya, diharapkan dapat meningkatkan levelnya ke level coding dan programing. (arh)