Perhimpunan Dokter Paru Sarankan Indonesia 'Lockdown'

Jakarta, Obsessionnews.com -Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menilai pemerintah belum mampu melakukan penanganan corona dengan baik. Bahkan sampai 7 bulan ini, kasus corona semakin naik.
Sedangkan jumlah dokter paru, kata Ketua Umum PDPI dr Agus Dwi Susanto, jumlahnya belum ideal. Ia menjelaskan dari data yang dihimpun terakhir, jumlah dokter paru di Indonesia sebanyak 1.106 dokter. "Seharusnya ada 2.500 dokter paru," bebernya dalam konferensi pers PDPI Selasa (8/9/2020).
PDPI mendesak langkah-langkah selanjutnya dalam penanganan wabah Corona. Beberapa di antaranya adalah meningkatkan jumlah tes PCR dan karantina wilayah. Atau bila perlu harus lockdown.
"Menyediakan dan meningkatkan jumlah tes PCR di seluruh pelosok daerah di Indonesia," sebut PDPI dalam keterangan resminya.
"Menyediakan langkah-langkah selanjutnya berupa karantina wilayah, isolasi personal, atau keluarga di tempat yang telah ditentukan sampai dengan lockdown wilayah atau negara bila keadaan saat mendesak," lanjut rilis tersebut.
Selain itu, PDPI juga menyoroti jumlah dan kapasitas rumah sakit perawatan COVID-19. Perlu adanya penambahan terkait hal tersebut.
"Menambah jumlah dan kapasitas RS perawatan COVID-19 termasuk bertanggung jawab dalam meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan tenaga medis dalam hal tatalaksana COVID-19 serta menyediakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai level lokasi kerja serta mendistribusikan obat secara merata untuk semua Fasyankes COVID-19," tegas desakan para dokter paru dalam rilis PDPI.
Hingga saat ini total kasus Corona di Indonesia tembus 200 ribu kasus. Ada 3.046 kasus Corona yang dilaporkan hingga hari ini. (Albar)





























