STAKPN Sentani Harus Terdepan Rawat Kerukunan Papua

Sentani, Obsessionnews.com - Mahasiswa dan segenap civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Sentani, Provinsi Papua, diminta harus menjadi yang terdepan dalam merawat kerukunan dan moderasi bergama di tanah Papua.
Baca juga:
Menag Akan Sosialisasikan Program Kita Cinta Papua
Masyarakat Aceh Diajak Bangun Jembatan Kesetiakawanan Sampai Papua
Harapan ini disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi saat mengisi kuliah umum di Kampus STAKPN Sentani, dan sekaligus menyosialisasikan program Kementerian Agama (Kemenag), yakni Kita Cinta Papua, Kamis (3/9/2020).
"Mari kita bangun kerukunan. Karena kerukunan menjadi kunci kedamaian. Segenap keluarga besar STAKPN Sentani harus menjadi garda terdepan menjaga kerukunan di tanah Papua," kata Fachrul yang datang ke Kampus STAKPN Sentani bertopi adat khas Papua.
Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Humas Kemenag, Jumat (4/9), dalam kesempatan itu Fachrul menyatakan, Papua harus rukun damai. Apalagi orang Papua itu dikenal dengan tulus, damai, santun, jujur dan lembut hati.
"Papua tanah impian semua orang. Kami datang dengan sebuah tujuan d imana Kementerian Agama ingin memajukan pendidikan dan kegamaan di Papua lewat program Kita Cinta Papua, serta memberikan pembinaan pendidikan dan keagamaan," ujarnya.
"Di sini (STAKPN) kami berikan beasiswa kepada 50 anak anak asli Papua. Kami punya program minimal anak-anak Papua mengenyam pendidikan S1. Dan bila mereka memenuhi syarat, kami akan lanjutkan lewat program S2 hingga program 5000 doktor," tutur Fachrul.



Program ini, lanjutnya, bersinergi dengan harmoni kerukunan antar umat beragama, yakni membangun jembatan kesetiakawanan Aceh - Papua.
"Kami harapkan suatu waktu ada yang menyingung martabat orang Papua, maka yang pertama berteriak adalah orang Aceh. Begitu juga sebaliknya. Dan kami juga menyambung program ini dengan jembatan kerukunan dan kesetiakawanan Maluku - Papua," tandas Fachrul.
Ia menambahkan kerukunan adalah aspek yang sangat penting dalam membangun bangsa, terutama kerukunan antar umat bergama. Kemenag memiliki program strategis yang sudah masuk RPJMN 2020-2024 yakni moderasi beragama.
" Yang dimoderatkan itu bukan bukan agama. Kalau agama sudah moderat, tapi yang kita moderatkan adalah cara kita beragama, yakni saling menghargai dengan pemeluk berbeda agama. Kita harus selalu berpikir jalan tengah, tidak radikal, dan tidak menganggap orang yang berbeda agama adalah musuh atau tidak sahabat," tegas Fachrul.
Halaman selanjutnyaDukung Alih Status STAKPN Jadi Institut
Dalam kesempatan tersebut Fachrul menyatakan dukungannya terkait alih status STAKPN Sentani menjadi Institut.
"Saya setuju STAKPN beralih status menjadi IAKPN Sentani, tentunya dengan menjawab tantangan ke depan tanpa mengurangi standar kualitas. Misalnya ada penambahan guru besar, peningkatan sarana dan prasarana serta kualitas pendidikan," kata Fachrul.
"Saya yakin sebentar lagi STAKPN Sentani beralih status menjadi Institut," sambungnya dan disambut aplaus ratusan mahasiswa dan civitas akademika STAKPN Sentani.
Halaman selanjutnyaSementara itu Ketua STAKPN Sentani Fredrik Warwer menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Fachrul atas perhatian besar yang diberikan Kemenag kepada keluarga besar STAKPN Sentani.
"Percepatan pembangunan di bidang pendidikan keagamaan melalui program Kita Cinta Papua ini sangat luar biasa bagi kami. Harapan kami STAKPN Sentani segera beralih status menjadi Institut dan kami siap untuk bersinar di bumi Cendrawasih," ujar Fredrik. (arh)





























