Makanan Jin dan Setan Mengerikan!

Allah berfirman: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyaat : 56). Jin merupakan salah satu makhluk Allah yang dekat dengan manusia. Bahkan juga diperintahkan agar beribadah kepada Allah Ta'ala. Sama halnya dengan manusia, jin juga memiliki keluarga dan beranak pinak termasuk juga dalam hal makan. Tahukah Anda apa makanan jin? Pernahkah berpikir bahwa jin memakan makanan yang sama dengan kita bahkan mengambil makanan dari kita? Jangan sampai kita memberi santapan untuk jin. Naudzubillah. Berikut adalah makanan yang sangat disukai golongan jin: Kotoran Ya, hal ini sudah pasti kita ketahui sebagaimana jin sangat menyukai daerah kamar mandi di rumah kita, karena di sana terdapat makanan favorit jin yaitu "kotoran." Rasulullah pun menganjurkan kita untuk selalu berdoa terlebih dahulu ketika akan memasuki kamar mandi. Tulang Ternyata tidak hanya anjing dan kucing yang menyukai tulang. Namun, jin juga sangat menyukai tulang. Jadi sebaiknya, bila Anda telah menyantap daging atau ikan, sebaiknya tulang langsung dibuang di tempat sampah. Jangan simpan tulangnya di rumah karena dapat mengundang jin untuk ikut bersantap bersama. Rasulullah shallallahu alaihi wassallam bersabda: Tulang dan kotoran merupakan makanan jin. Keduanya termasuk makanan jin. Aku pernah didatangi rombongan utusan jin dari Nashibin dan mereka adalah sebaik-baik jin. Mereka meminta bekal kepadaku. Lalu aku berdo'a kepada Allah untuk mereka agar tidaklah mereka melewati tulang dan kotoran melainkan mereka mendapatkannya sebagai makanan”. (HR. Bukhari no. 3860). Makanan yang dimakan dengan tangan kiri Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: “Jika salah seorang di antara kalian makan, makanlah dengan tangan kanan. Ketika minum, minumlah dengan tangan kanan. Karena setan itu makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim no. 2020). Makanan yang dimakan tanpa menyebut nama Allah Sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian memasuki rumahnya, lalu ia berzikir pada Allah ketika memasukinya dan ketika hendak makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), “Sungguh kalian tidak mendapat tempat bermalam dan tidak mendapat makan malam.” Namun ketika seseorang memasuki rumah dan tidak berzikir pada Allah, setan pun berkata (pada teman-temannya), “Akhirnya, kalian mendapatkan tempat bermalam.” Jika ia tidak menyebut nama Allah ketika makan, setan pun berucap (pada teman-temannya), “Kalian akhirnya mendapat tempat bermalam dan makan malam.” (HR. Muslim no. 2018). Demikian mengenai makanan yang sangat disukai oleh jin. Maka dari itu, dimanapun kita berada senantiasalah berdoa dan memohon perlindungan Allah agar dijauhkan dari gangguan jin dan setan. Makanan Jin dan Setan Jin merupakan salah satu makhluk Allah yang dekat dengan manusia. Karena jin memang selalu berniat untuk mengganggu dan menguji manusia bagaimanapun caranya. Dalam Shahih Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Bahwasanya ia pernah membawakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wadah berisi air wudhu dan hajat beliau. Ketika ia membawanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Siapa ini?” “Saya, Abu Hurairah”, jawabnya. Beliau pun berkata, “Carilah beberapa buah batu untuk kugunakan bersuci. Dan jangan bawakan padaku tulang dan kotoran (telek).” Abu Hurairah berkata, “Kemudian aku mendatangi beliau dengan membawa beberapa buah batu dengan ujung bajuku. Hingga aku meletakkannya di samping beliau dan aku berlalu pergi. Ketika beliau selesai buang hajat, aku pun berjalan menghampiri beliau dan bertanya, “Ada apa dengan tulang dan kotoran?” Beliau bersabda, “Tulang dan kotoran merupakan makanan jin. Keduanya termasuk makanan jin. Aku pernah didatangi rombongan utusan jin dari Nashibin dan mereka adalah sebaik-baik jin. Mereka meminta bekal kepadaku. Lalu aku berdoa kepada Allah untuk mereka agar tidaklah mereka melewati tulang dan kotoran melainkan mereka mendapatkannya sebagai makanan”. (HR. Bukhari no. 3860) Begitu pula dalam hadits lainnya, dari ‘Abdullah bin Mas’ud disebutkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah kalian beristinja’ (membersihkan kotoran pada dubur) dengan kotoran dan jangan pula dengan tulang karena keduanya merupakan bekal bagi saudara kalian dari kalangan jin.” (HR. Tirmidzi no. 18. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Juga diceritakan dalam hadits lainnya bahwa setan makan dengan tangan kiri. Sedangkan kita diperintahkan menyelisihi setan dalam hal tersebut. Lantas seperti apakah bentuk makanan jin dan setan? Berikut suaramuslim.net merangkum 8 makanan jin dan setan yang wajib kamu tahu. 1. Makanan yang tidak disebut dengan nama Allah Dari Sa’id bin Jubair yang mendapatkan riwayat ini dari Abdullah bin Abbas, Rasulullah SAW bersabda: “Kepada Allah Ta’ala, iblis pernah berkata: “Tuhanku, semua makhluk telah engkau jelaskan rezekinya” pungkas makhluk terlaknat ini seraya sampaikan tanya, “Di manakah rezeki bagiku?”. Allah Ta’ala berkata (menjawab pertanyaan setan tentang rezeki bagi mereka), “Di dalam makanan yang tidak disebutkan nama-Ku.” (H.R. Adh-Dhiya). Setiap makanan yang tidak disebutkan nama Allah saat memakannya, sangat disukai setan, karena itu adalah rezeki bagi mereka. 2. Kotoran Ya, hal ini sudah pasti kita ketahui sebagaimana jin atau setan sangat menyukai daerah kamar mandi di rumah kita, karena di sana terdapat makanan favorit jin yaitu kotoran. Rasulullah pun menganjurkan kita untuk selalu membaca doa terlebih dahulu ketika akan memasuki kamar mandi. 3. Memakan darah Jin sangat menyukai darah. Baik itu darah hewan atau manusia. Entah itu darah luka maupun darah haid kaum wanita. Itulah dia mengapa untuk para wanita sebaiknya tidak membuang sembarangan pembalut menstruasinya. Sebaiknya dibersihkan dulu sebelum benar-benar dibuang. 4. Kacang dan Jadaf Suatu hari Umar bin Khattab berkata, ketika itu ia menanyai seseorang yang pernah ditawan oleh bangsa jin. “Apakah makanan mereka?” tanya Umar. Orang itu menjawab: “Kacang, dan apa yang tidak disebutkan nama Allah Ta’ala (saat memakannya).” “Apa minumnya?” tanya Umar kembali, “Jadaf”, jawab orang tersebut. Jadaf ditafsirkan sebagai tumbuhan di Yaman, yang tidak perlu membutuhkan air untuk memakannya. Atau makanan yang biasa dimakan oleh unta, dan tidak butuh air setelah memakannya. Atau minuman yang tidak membuat peminumnya tersedak. 5. Tulang Tulang adalah salah satu makanan Jin. tidak hanya anjing dan kucing yang menyukai tulang. Namun, Jin juga sangat menyukai tulang. Jadi sebaiknya, jika Anda telah menyantap daging atau ikan, sebaiknya tulang langsung dibuang di tempat sampah. Jangan simpan tulangnya di dalam rumah karena dapat mengundang Jin untuk ikut bersantap bersama. “Tulang dan kotoran merupakan makanan Jin. Keduanya termasuk makanan Jin. Aku pernah didatangi rombongan utusan Jin dari Nashibin dan mereka adalah sebaik-baik Jin. Mereka meminta bekal kepadaku. Lalu aku berdoa kepada Allah untuk mereka agar tidaklah mereka melewati tulang dan kotoran melainkan mereka mendapatkannya sebagai makanan”. (HR. Bukhari no. 3860) 6. Janin Bayi Yang lebih mengerikan lagi Jin atau Setan juga gemar makan bayi dalam kandungan. Biasanya untuk wanita yang sedang hamil tidak diperkenankan keluar malam tanpa pendampingan dari suami atau keluarga. Alangkah baiknya jika bayi dalam kandungan dibacakan selalu ayat-ayat suci qur’an (ruqyah) demi menangkal pengaruh-pengaruh jahat dari Jin dan Setan. 7. Bangkai Indera penciuman manusia sangat sensitif terhadap bau bangkai. Bahkan bisa membuat kita mual dan tidak selera makan ketika melihat dan mencium aroma bangkai. Namun anehnya bangkai justru menjadi makanan favorit para Jin baik itu bangkai manusia maupun hewan. Bangkai hewan yang dengan tidak menyebut nama Allah saat disembelih. 8. Makanan yang dimakan dengan tangan kiri “Jika salah seorang di antara kalian makan, makanlah dengan tangan kanannya. Ketika minum, minumlah dengan tangan kanan. Karena setan itu makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim no. 2020). [ Mulia Mulyadi / SuaraMuslim ]





























