Kenapa Karl Marx Selalu Dikaitkan dengan Komunis?

Oleh: Hendrajit, Pengkaji Geopolitik, dan Direktur Eksekutif Global Future Institute KOMUNISME itu salah satu tafsir dari pemikiran-pemikiran Karl Marx, yang kemudian oleh para pendukung pikirannya disebut marxisme. Padahal Karl Marx sendiri bilang dirinya bukan marxis lho. Artinya Karl Marx sendiri nggak suka pemikirannya dijadikan ajaran. Karena pemikiran-pemikiran Karl Marx yang kemudian mengkristal dalam buku unggulannya berjudul Das Kapital, dasarnya adalah sebuah pisau bedah menganalisis kondisi sosial ekonomi yang menjadi dasar mengapa kapitalisme di Eropa itu begitu kokoh dan solid untuk diubah. Apa yang mendorong Marx begitu terobsesi ingin membedah praktik dan sitem kapitalisme di Eropa? Karena dia punya pengalaman pahit. Pada 1848 Marx karena merasa percaya diri dengan gagasan dan basis pergerakannnya, lalu menerbitkan buku pedoman aksi berjudul Manifesto Komunis. Dengan buku panduannnya inilah Marx memprakarsai gerakan revolusi. Eh, gagal total. Hancur leburlah gerakan sosial Marx di Prancis itu. Dia yang kala itu punya karier bagus sebagai profesor filsafat, dan jadi rebutan berbagai universias ngetop, pada menjauhi dirinya. Ibarat kena wabah Covid-19. Alhasil dia mengungsi ke Inggris. Berkat bantuan Fredrich Engels. Sohib akrab dan masih saudaraan dengan istrinya. Nah, dasarnya lagi pengangguran nggak banyak acara, dia jadi punya kesempatan kontemplasi dan banyak baca buku lagi. Dari situ dia inget lagi kegagalannya mencetuskan revolusi 1848 tempo hari. "Apa sih sebab utama gerakan saya sampai gagal?" Begitu kira-kira katanya dalam hati. Maka setiap hari setelah sarapan pagi dan mandi, dia datang ke British Museum di London. Baca buku, menulis, membaca buku lagi, terus berpikir lagi, membaca lagi, menulis lagi. Begitu terus berbilang bulan dan tahun. Seluruh kegiatannya itu dituntun pertanyaan kunci apa yang salah dari gerakan pada 1848 itu. Dari pergumulannya bertapa selama di British Museum itu dapatlah dia jawabannya. Bahwa revolusi yang dia luncurkan pada 1848 itu disebabkan dia nggak tahu sama sekali sistem dan cara kerja kapitalisme itu sendiri. Jadi meraba-raba dalam kegelapan. Ibarat mau menanam bibit sawo atau mangga, dia nggak selidiki dulu topografi atau jenis tanahnya dulu. Jadi dia sering salah menilai keadaan. Dia lupa bahwa Gunung Krakatau dan Gunung Merapi memang sama-sama gunung. Tapi watak dan momentum ledakannya sebagai gunung berapi beda, karena topografi tanahnya beda. Lho Krakatau hari ini meletus, kok Merapi nggak meletus ya. Kira-kira gitulah analogi gampangannya. Nah, dari hasil pencerahan itulah, Marx menerbitkan Das Kapital pada 1867. Jadi 20 tahun setelah gagalnya percobaan revolusi yang dia cetuskan pada 1848. Berarti Das Kapital terbit untuk meluruskan manifesto komunis. Dengan begitu Das Kapital sebetulnya buku untuk membedah analisis sosial-ekonomi tentang sistem dan cara kerja kapitalisme. Bukan ajaran dan ideologi. Tapi kenapa Marx selalu dikaitkan dengan komunis? Menurut saya di sinilah ironi atau mungkin bodohnya kaum komunis. Kenapa mereka justru mempraktikkan proyek gagal Marx pada 1848? Dan bukannya menyerap inspirasi dari dari sistem dan cara kerja kapitalisme dalam Das Kapital? Orang-orang yang menyerap Das Kapital dan tercerahkan oleh Marx, seperti Lenin dan Mao, pemikiran Marx telah mengilhami dan memantik wawasan baru dalam memecahkan masalah atau krisis. Sesuai tantangan zaman. Jadi terilhami oleh Das Kapital bukan jadi komunis, tetapi jadi sarana menyusun pikirannya sendiri sesuai kodrat geopolitik bangsanya. Jadi waktu secara candaan Marx bilang dirinya Karl Marx tapi bukan marxis lho, artinya kamu pelajari dan dalami aja pikiran dan pandanganku. Baca buku-buku karyanya. Tapi jangan jadikan itu sebagai ajaran dan doktrin. Bukan itu spirit pikiranku. Kira kira gitulah.





























