Iran Role Model Kebangkitan Kekuatan Revolusioner

Oleh: Hendrajit, Pengkaji Geopolitik, dan Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI) Dengan segala kontroversinya, Iran adalah role model kebangkitan kekuatan revolusioner dalam mengenali kekuatan rakyat yang tersembunyi/inner power, sehingga bukan saja mampu meruntuhkan Syah Reza Pahlevi. Melainkan juga meruntuhkan kerajaan, dan berganti jadi republik. Wanita Iran punya peran besar di fase awal revolusi Islam dengan menyiapkan dan membesarkan generasi-generasi revolusioner. Terutama di ranah sosial dan budaya. Bagaimana sekarang? Dalam fase kedua saat ini wanita Iran pun terpanggil jiwanya ikut serta membawa Iran ke arah masa depan, menjawab tantangan dunia yang semakin dinamis dan tak terduga. Apalagi salah satu success story revolusi Islam Iran 1979, mampu bertahan kokoh hingga kini, karena ketahanan budaya berhasil menjelma jadi ketahanan nasional. Dan sekarang, bendera revolusi di tangan kaum wanita. Artinya, para wanita Iran merupakan garda depan di bidang pendidikan, sebagai jantungnya kehidupan sosial dan budaya Republik Islam Iran. Maka itu Muslim manapun di dunia yang berkeinginan maju dan mendambakan kebangkitan spiritual dan intelektual kaum muslimah, sudah semestinya ikut senang dan bangga. Tak terkecuali di Indonesia. Semoga ini menginspirasi Muslimat Indonesia untuk fastabiqul khairaat. Berlomba dalam kebaikan. Dan jangan cuma mengasihani diri sendiri. Tak akan lahir para pemimpin bangsa yang revolusioner, jika tidak didukung jiwa jiwa yang revolusioner anak-anak bangsa. Termasuk kaum perempuannya.





























