Rizqiani Putri Berbagi Ilmu untuk Hadapi New Normal

Rizqiani Putri Berbagi Ilmu untuk Hadapi New Normal
Jakarta, Obsessionnews.com - Citra Marceting Comunication (Cmarcomm) menggelar acara webbinar yang bertemakan Komunikasi New Normal, Apa dan Bagaimana Bagi Dunia Usaha? pada Jumat (5/6/2020). Dalam acara tersebut, Cmarcomm menghadirkan News and Talkshow Presenter Rizqiani Putri dan Creativepreneur & Founder of Gooth Ricky Wattimena sebagai nara sumber. Di kesempatan itu, Putri menjelaskan tentang apa itu The New Normal Communication. Dia mengungkapkan, The New Normal Communication atau komunikasi new normal itu membuat seseorang dapat bertemu atau berjumpa di masa Pandemi Covid-19 ini tanpa harus  bertemu secara fisik dan boleh berdekatan. Yaitu dengan cara memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang tersedia di dalam smart phon atau androidnya masing-masing. “Ini adalah di mana era semua orang walaupun dekat namun disibukan dengan gadgetnya masing-masing,” ujar Putri dalam Webinar. Ternyata dengan bantuan teknologi, seseorang dipaksa oleh wabah yang penyebarannya secara global ini untuk bisa bertemu dan saling tegur sapa, dengan siapa pun di seluruh dunia tanpa harus menempuh jarak puluhan bahkan ratusan kilometer yang membutuhkan cost yang sangat tinggi. “Ada pesawat, Paspor, dan kini kita bisa ketemu tanpa harus melewati semua itu. Hanya dengan gadget, koneksi internet, benwit yang stabil bisa bantu kita untuk berkomunikasi dengan siapa pun,” ungkapnya. Yang paling menarik adalah untuk bekerja bisa dilakukan dekat dengan keluarga. Jadi ada aktifitas untuk mengurus anak, namun tetep bisa terkoneksi dengan pimpinan, rekan kerja, klien. “Jadi meja itu isinya tidak hanya bumbu dapur saja, tapi juga peralatan kerja kita,” jelas Putri. Terkait menghadapi usaha dan bekerja di masa The New Normal, Presenter ini bercerita sedikit tentang usahanya yang saat ini sedang di lakoninya. Dengan adanya pandemi ini bagi dirinya bukan hal yang mudah untuk bertemu seseorang atau menjalani profesinya, terkait event misalnya. Baginya, event merupakan salah satu sumber penghasilan hidup dia yang profesinya sebagai MC. “Menjadi MC di event bagi saya satu hal yang tidak hanya merupakan fashion kesenangan tersendiri. Orang mau dengerin saya ngomong, tapi ketika klien memberikan apresiasi, dan itu di dapatkan ketika acara itu berlangsung, pada saat saya berdiri di atas panggung, kita bisa saling bertemu secara fisik,” tuturnya. Namun sekarang situasinya sangat berbeda, tidak mungkin untuk melakukan itu. Situasi tersebut hanya bisa dilakukan sampai batas waktu yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dan melihat situasi yang sedang berkembang saat ini. Tak hanya itu, dia mengaku, yang tadinya penghasilannya menggantungkan 70 Persen dari acara event, kini harus menelan pil yang pahit. “Lalu kemudian satu demi satu klien bilang, mba Putri situasinya ngak mungkin, boleh nggak kita tunda acaranya, mba Putri sampai hari ini kita nggak mungkin lanjut acaranya boleh nggak di Cancle. Mba Putri duit yang kemarin udah masuk apa boleh di minta lagi? Kebayang yah,” ceritanya. Hal itu tidak hanya satu atau dua orang, tapi semua. Dan dia dituntut harus memahami situasi dan kondisi yang dialami oleh klien, bagi mereka (klien) ini juga bukan situasi yang mudah, karena perusahaan mereka juga mengalami penurunan yang signifikan. “Angka penjualan turun, melakukan event juga tidak mungkin, banyak hal yang kita hadapi bersama saat ini, mulai dari yang paling kecil sampai yang paling besar,” bebernya. Putri mengungkapkan, masalah akan menjadi masalah apa bila hanya melihat saja. Menurut dia masalah tidak lagi jadi masalah kalau orang itu bergerak. “Melakukan sesuatu, kita berfikir kreatif, kritis, di mana ada peluang untuk mengambil bagian, dan turut memenangkan situasi atas masalah yang sedang terjadi itu,” ucapnya. Akhirnya dia mencari peluang usaha di masa pandemi Covid-19 ini dengan melakukan inovasi dari ilmu yang dia miliki. Menurutnya, sosial media tidak berhenti sebagai etalase atau display produk jasa semata. Di situ dia berkomunikasi dengan followernya dan klien-kliennya. “Kami berdiskusi banyak di sosial media. Kenapa saya tidak memanfaatkan itu lebih sekedar dari etalase untuk menjajakan dagangan saya. Saya punya media, saya punya saluran, saya punya medium,” ungkapnya. “Jadi yang tadinya saya nge-MC di panggung, sekarang dapat melakukan pelatihan melalui secara online,” tambah Putri. Dari situ dia mengaku menjadikan YouTube Chanelnya untuk membuat konten melatih seseorang membaca dan berbicara. Menurutnya konten ini sangatlah penting, karena kebanyakan orang ingin bicara, tapi ada fase di mana dia lupa harus membaca dulu. “Bukan baca dalam hati, tapi baca dengan bersuara,” tuturnya. Dia mengaku, sekarang waktunya mengembalikan ilmu yang telah dia serap, ilmu yang dia dapat untuk dikasih kepada orang-orang disekitarnya yang ingin belajar komunikasi, yang ingin mendalami ilmu publik speaking, yang mau melatih dirinya tampil untuk berkomunikasi dan berbicara dengan orang lain. Bahkan mulai dari hal yang terkecil, dengan pasangannya sendiri, orang tua sendiri, adik sendiri, kakak, dan siapapun. Selain itu, dia mengaku akan berusaha keras dibidang yang sekarang ditekuni tidak mau dicintai sendiri, dia mau berbagi apa yang dia punya kepada orang lain. “Jadi kita tetap berinovasi, harus inofatif. Karena spirit ini yang bisa kita bertahan dalam kondisi apapun. Jadi ciptakan titik terang dengan kekuatan yang dipunya,” pungkasnya. (Poy)