Menristek Inginkan Lembaga Penelitian Kementerian dan Perguruan Tinggi Bersinergi

Menristek Inginkan Lembaga Penelitian Kementerian dan Perguruan Tinggi Bersinergi
Jakarta, Obsessionnews.com - Kinerja Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro di Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) patut diacungkan jempol. Betapa tidak, alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini di percaya oleh Jokowi untuk memimpin tiga kementerian yang bidangnya berbeda-beda. Di pemerintahan Jokowi, putra dari Soemantri Brodjonegoro ini pernah diserahi tugas sebagai Menteri Keuangan, lalu bergeser ke Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), dan sekarang dipercaya menjadi Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pada awal kepemimpinannya, Bambang menargetkan agar semua lembaga penelitian baik dari kementerian, nonkementerian, perguruan tinggi maupun swasta harus bersinergi. Karena selama ini, tak sedikit sumber daya manusia di negeri ini yang memiliki talenta bidang penelitian dan mereka ada di berbagai organisasi. “Nah, tentu kita ingin agar Indonesia mempunyai inovasi yang bermanfaat buat masyarakat agar bisa menembus pasar, dan karenanya tidak ada cara-cara lain selain melakukan sinergi,” ujar Bambang dikutip dari Majalah Mens Obsession edisi April 2020, pada Senin (11/5/2020). Dengan adanya BRIN yang sekaligus juga Kemenristek, Bambang optimis harapannya untuk melakukan sinergi dan harmonisasi di antara para peneliti baik secara individu maupun lembaga dapat terlaksana dengan baik. “Sehingga, pada saatnya nanti produk yang dilahirkan benar- benar produk unggul. Bila sinergi itu bisa tercipta maka produk yang dilahirkan benar-benar produk terbaik hasil dari sinergi tersebut,” ucapnya. Bambang juga menekankan agar inovasi yang diciptakan peneliti harus disesuaikan dengan apa yang menjadi tantangan dan kebutuhan Indonesia saat ini dan menonjolkan potensi sumber daya yang dimiliki oleh Indonesia. Dengan kata lain, pertimbangan dalam prioritas riset dan inovasi di masa depan harus bergantung pada hal yang dapat dimanfaatkan dan berguna untuk masyarakat Indonesia dan dunia. “Jangan sampai kita mengusulkan inovasi dari sisi kemampuan peneliti atau keberadaan teknologinya saja. Tapi, kita harus bisa mendorong inovasi yang menjadi kebutuhan masyarakat banyak,” ujarnya. Karena itu, Bambang ingin agar generasi millennial Indonesia harus bisa menguasai dulu teknologi yang dibutuhkan. (Poy)