Cara Menghilangkan Tidur Ngorok!

Mendengkur atau mengorok adalah salah satu kebiasaan yang kita lakukan tanpa disadari. Kita baru tahu kalau memiliki kebiasaan tersebut setelah orang lain memberitahu kita. Faktanya, menurut laman ENT Health, sekitar 25 persen orang dewasa memiliki kebiasaan mendengkur. Are you one of them? Merasa risih dengan kebiasaan mendengkur? Kamu bisa kok menyingkirkannya! Inilah 7 tips atau cara menghilangkan ngorok yang mudah dan tentunya ampuh jika kamu melakukannya secara teratur. Simak yuk ulasan lengkapnya di bawah ini! 1. Ubah posisi tidurmu Cara pertama yang bisa dilakukan adalah mengubah posisi tidur. Mudah dan tanpa modal, kan? Laman Medical News Today menyebut bahwa posisi tidur dapat memengaruhi dan menyebabkan kita mendengkur. Tidur telentang dapat menyebabkan lidah jadi rileks dan justru akan menghalangi jalan napas. Alih-alih telentang, coba tidur dengan posisi miring, boleh ke kanan atau ke kiri. Selain itu, bisa kamu lakukan dengan cara meninggikan posisi kepala dengan menggunakan dua bantal misalnya. Tidur dengan menghadap ke samping memungkinkan udara mengalir dan akan mengurangi dengkuran, jelas laman Health Line. 2. Hindari alkohol dan obat-obatan tertentu Tahukah kamu bahwa konsumsi alkohol dan obat-obatan tertentu bisa menyebabkan kita mendengkur? Medical News Today menyebut bahwa obat-obatan dari kelas depresan atau obat penenang bertujuan untuk mengendurkan otot, begitu juga sifat alkohol sebagai depresan. Itulah kenapa, hindari alkohol dan obat-obatan setidaknya 4 jam sebelum tidur. Alkohol bukan hanya menyebabkan kita mengorok, tetapi juga meningkatkan risiko terkena sleep apnea. Bukan hanya itu, mengonsumsi alkohol juga menyebabkan berkurangnya kualitas tidur dan mengganggu pola serta jam tidur kita. 3. Mengurangi berat badan Fakta lain yang tak kalah mengguncang adalah orang yang kelebihan berat badan memiliki risiko mendengkur lebih tinggi daripada mereka yang memiliki body mass index (BMI) ideal. Pada orang yang memiliki berat badan berlebih, jaringan lemak dapat mengelilingi dan mempersempit jalan napas serta menyebabkan aliran udara terhambat, jelas laman Medical News Today. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan. Di antaranya adalah mengurangi asupan kalori dengan cara makan dengan porsi kecil, olahraga teratur, hindari makan menjelang waktu tidur dan mengurangi junk food yang tinggi lemak, sodium dan gula, jelas laman Health Line. 4. Menghilangkan sumbatan hidung dengan bantuan alat-alat tertentu Jika kita memiliki budget lebih, tak ada salahnya mengalokasikan dana untuk membeli beberapa benda yang bisa membantu mengurangi dengkuran ketika tidur. Misalnya strip hidung (nasal strip), pelembap ruangan (diffuser/humidifier) hingga semprotan hidung (nasal spray), saran laman Medical News Today. Bisa juga dilakukan dengan cara mengonsumsi obat antihistamin atau obat yang mengandung hormon kortikosteroid. Untuk strip hidung sendiri fungsinya adalah membantu menambah ruang pada saluran hidung, membuat napas lebih lancar dan mengurangi dengkuran, ungkap laman Health Line. Letakkan saja strip di pangkal hidung ketika kita hendak tidur. 5. Berhenti merokok Kamu perokok dan sering mengorok ketika tidur? Well, ada baiknya untuk mengurangi atau menghentikan kebiasaan tersebut, ya! Faktanya, asap tembakau yang dihasilkan ketika merokok dapat menyebabkan peradangan jaringan pernapasan. Jalan napas bagian atas adalah jalan yang sempit sehingga peradangan dalam jumlah kecil pun bisa membatasi aliran udara, ungkap laman Medical News Today. Disarankan untuk berhenti merokok karena dapat mengurangi peradangan dan risiko penyakit lainnya. Namun, jika tak sanggup untuk langsung berhenti, bisa dilakukan dengan cara mengurangi rokok sedikit demi sedikit. Orang yang merokok lebih dari 2 bungkus per hari memiliki risiko lebih tinggi mendengkur dan mengalami sleep apnea, tutur laman Very Well Health. 6. Tetap terhidrasi oleh cairan Sesibuk apapun kita, jangan lupa untuk minum air yang cukup setiap harinya. Bukan hanya setelah bangun tidur, tapi juga menjelang tidur. Daniel P. Slaughter, seorang otolaryngologist di Capital Otolaryngology di Austin, Texas, menyebut bahwa sekresi di hidung dan langit-langit lunak akan jadi lengket ketika kita mengalami dehidrasi. Akibatnya, dehidrasi bisa membuat kita mendengkur ketika tidur, jelas laman Web MD. Setidaknya, dalam sehari perempuan harus meminum sekitar 11 gelas air dan laki-laki 16 gelas air. Cara sederhana ini dapat membuat perbedaan dalam mengurangi dengkuran. 7. Tidur yang cukup bisa mengurangi dengkuran Pernahkah kalian merasa sangat lelah setelah beraktivitas padat seharian, lalu mendengkur ketika tidur? Faktanya, aktivitas yang berat dan kekurangan tidur bisa meningkatkan risiko mendengkur. Memang sulit menjaga waktu tidur yang cukup di sela-sela kesibukan kita, namun cobalah untuk tidur setidaknya 7-8 jam dalam sehari. Nah, itulah ulasan beberapa cara mudah menghilangkan kebiasaan tidur ngorok yang ampuh jika kamu terapkan dengan baik. - Bahan Alami Atasi Agar Tidak Ngorok Struktur yang rileks di dalam tenggorokan ketika mulai bergetar dan mengeluarkan suara karena terlalu sensitif, disebut dengkuran. Mendengkur memengaruhi sekitar 90 juta wanita dan pria di dunia. Suara dengkuran tidak hanya mengganggu kehidupan sosial seseorang tetapi juga dapat memiliki konsekuensi dan komplikasi yang parah bagi kesehatan fisik seseorang. Berita baiknya adalah ramuan dan produk alami kadang-kadang terbukti lebih bermanfaat daripada resep dokter mahal mana pun dalam pengobatan mendengkur. Berikut ini adalah obat alami yang akan membantu kita menyembuhkan dengkuran. 1. Peppermint Pembengkakan selaput pada lapisan lubang hidung dan tenggorokan dihilangkan oleh sifat anti-inflamasi dari peppermint. Bahan ini memudahkan proses pernapasan dan menenangkan proses sistem pernapasan. Mendengkur karena udara dingin atau alergi sementara dapat ditenangkan oleh peppermint. Jika mendengkur disebabkan karena salah satu alasan yang disebutkan di atas, tambahkan satu atau dua tetes minyak peppermint ke dalam segelas air dan berkumurlah dengan campuran tersebut sampai sembuh. 2. Minyak zaitun Minyak zaitun adalah salah satu agen antiinflamasi terkuat. Bahan ini memudahkan saluran pernapasan dan membuat jalur yang jelas untuk udara dengan mengurangi pembengkakan yang disebabkan oleh dengkuran. Selain itu, minyak zaitun juga mengurangi rasa sakit dan getaran di tenggorokan yang disebabkan karena mendengkur. Dua hingga tiga teguk minyak zaitun dapat diminum secara terpisah tanpa mencampur apa pun di dalamnya sebelum kita tidur dan amati proses penyembuhannya yang luar biasa. 3. Minyak esensial eucalyptus Mendengkur terutama disebabkan oleh hidung tersumbat. Salah satu cara terbaik untuk menyembuhkannya adalah dengan menghirup uap. Hal ini dapat mengurangi hidung tersumbat. Cara terbaik untuk menghirup uap adalah dengan mencampurkan beberapa tetes minyak esensial eucalyptus ke dalam air mendidih dan tarik napas setidaknya selama 5 hingga 10 menit. Gunakan obat alami ini selama yang kita butuhkan atau sampai mendapatkan hasil yang diinginkan. 4. Kapulaga Kapulaga terkenal karena sifatnya sebagai dekongestan dan ekspektoran, sehingga membuatnya ideal dalam membuka saluran hidung jika tersumbat. Ketika hidung tersumbat terbuka, itu akan memungkinkan lebih banyak ruang untuk saluran udara, akhirnya menghasilkan lebih sedikit mendengkur. Kita dapat menggunakan kapulaga dengan berbagai cara untuk mengobati masalah mendengkur. Cara terbaik dan termudah untuk menggunakan kapulaga untuk membuka saluran hidung kita adalah dengan menambahkan beberapa kapulaga ke dalam segelas air dan meminumnya sebelum tidur. Setengah sendok teh kapulaga cukup untuk segelas air. Yang terbaik adalah kita menggunakan air hangat daripada air dingin. - Kenapa Tidur Ngorok? Mendengkur merupakan suara yang terdengar keras saat seseorang sedang tidur. Suara keras tersebut timbul karena udara mengalir melewati jaringan yang rileks di tenggorokan, sehingga menyebabkan jaringan bergetar saat bernafas. Mendengkur bisa terjadi karena beberapa faktor lho guys, seperti anatomi mulut, konsumsi alkohol, flu, berat badan, dan sinus. Di balik suaranya yang keras dan tentunya sangat mengganggu orang yang tidur di sekitarnya, mendengkur memiliki beberapa fakta menarik lho guys. Penasaran apa saja fakta menariknya? Yuk, langsung saja simak ulasannya berikut ini! 1. Mendengkur merupakan gangguan pernafasan saat tidur Meski mendengkur itu tidak berbahaya dan suatu hal yang umum, namun sebenarnya mendengkur adalah gejala dari gangguan kesehatan lho guys, karena tidur dengan mendengkur itu bukan hal yang normal dalam dunia medis. Dalam dunia medis, mendengkur diindikasikan sebagai sekelompok gangguan, yaitu gangguan pernafasan saat tidur. 2. OSA (Obstrap Sleep Apnea) merupakan salah satu penyakit kronis dengan gejala sering mendengkur Sering dianggap sepele, ternyata mendengkur merupakan Indikasi adanya gangguan kesehatan yang cukup serius lho guys. Salah satu gangguan kesehatan dengan gejala sering mendengkur adalah obstrap sleep apnea (OSA). Obstrap sleep apnea (OSA) adalah gangguan tidur cukup serius, yang dapat menyebabkan nafas berhenti berulang kali saat tidur. Meski mendengkur tidak selalu diindikasikan sebagai OSA, namun selama mendengkur, jaringan yang bergetar dapat membengkak, yang nantinya dapat memblokir jalan pernafasan, sehingga memicu terjadinya OSA. Parahnya lagi, OSA dapat terjadi hingga beberapa ratus kali dalam semalam lho guys. 3. Mendengkur lebih sering dialami para pria, terutama pada pria yang berusia diatas 70 tahun Mendengkur merupakan kejadian yang umum dan sering dialami oleh banyak orang, terutama kaum pria. Sebanyak 40% pria dewasa memiliki kebiasaan mendengkur saat tidur, dan sebesar 25% wanita dewasa juga memiliki kebiasaan mendengkur. Para pria dewasa, terutama yang telah berusia diatas 70 tahun, kemungkinan besar mendengkur saat tidur. Semakin bertambah umur seseorang, semakin rentan juga mendengkur saat tidur. 4. Seseorang yang mendengkur secara teratur beresiko 5 kali lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular (CVD), dibandingkan yang jarang mendengkur Ternyata, sering mendengkur tidak hanya gejala dari OSA (obstrap sleep apnea) saja, namun juga merupakan gejala penyakit kronis lainnya lho guys, yaitu penyakit kardiovaskular. Seseorang yang sering mendengkur, beresiko 5 kali lebih tinggi terserang penyakit kardiovaskular (CVD) seperti penyakit jantung, stroke, dan darah tinggi (hipertensi). Sebuah analisis data dari sebuah studi tidur, menemukan fakta bahwa intensitas mendengkur, erat hubungannya dengan resiko aterosklerosis karotid, yang merupakan penyempitan arteri pada leher, yang disebabkan oleh deposit lemak (disebut plak) yang nantinya akan menyebabkan stroke. Selain itu, seseorang yang mengalami sleep apnea dengan gejala mendengkur, beresiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular seperti hipertensi (tekanan darah tinggi) dan penyakit jantung, karena sleep apnea erat hubungannya dengan masalah kardiovaskular. 5. Mendengkur yang disebabkan oleh hidung tersumbat, dapat disembuhkan dengan menggunakan strip hidung Jika kamu mendengkur saat tidur gara-gara hidungmu sedang tersumbat, maka kamu dapat mengatasinya dengan cara yang sangat sederhana lho guys, yaitu dengan menggunakan strip hidung. Caranya sangat mudah, yaitu letakkan strip pada jembatan hidung, sehingga terlihat seperti perban telah dipasang di jembatan hidung. Fungsi dari strip hidung ini adalah untuk membersihkan hidung, sehingga mendengkur pun dapat berhenti dengan sendirinya. 6. Mendengkur dapat dicegah dengan meninggikan posisi kepala saat tidur Selain dapat disembuhkan menggunakan strip hidung, mendengkur ternyata dapat dicegah lho guys, yaitu dengan cara meninggikan posisi kepala saat tidur. Dengan meninggikan posisi kepala sekitar 10 hingga 41 meter, akan dapat mencegah lidah jatuh kembali ke tenggorokan, sehingga mendengkur pun dapat dicegah. 7. Mendengkur dapat disembuhkan dengan operasi Selain dapat disembuhkan dengan menggunakan strip hidung, dan dicegah dengan cara meninggikan posisi kepala saat tidur, mendengkur ternyata dapat disembuhkan secara total lho guys, yaitu dengan jalan operasi. Ovulopalatopharingolasty merupakan prosedur operasi untuk mengatasi mendengkur. Proses pembedahannya yaitu dengan mengeluarkan jaringan dari jalan nafas, yang melebarkan jalan nafas. Meskipun operasi ini dapat menyembuhkan kebiasaan mendengkur, namun ternyata operasi ini, bisa menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan, yaitu menyebabkan pembentukan jaringan parut dan memperparah sleep apnea. Nah, itulah ulasan 7 fakta menarik tentang mendengkur yang harus kamu ketahui. Wah, ternyata mendengkur bisa berakibat fatal lho bagi kesehatan. Jangan anggap remeh kebiasaan mendengkur! (*/idntimes)





























