PM Inggris Dilarikan ke Rumah Sakit, Positif Covid-19

PM Inggris Dilarikan ke Rumah Sakit, Positif Covid-19
Perdana Mneteri (PM) Inggris Boris Johnson dilarikan ke rumah sakit karena masih menunjukkan gejala akibat positif terinfeksi virus Corona (Covid-19). “PM Boris Johnson sedang dirawat di rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan, 10 hari setelah dirinya dinyatakan positif terinfeksi virus corona”, demikian keterangan kantor perdana menteri seperti dilansir BBC News, Senin 6/34/2020). Dia dilarikan ke rumah sakit London pada Minggu malam setelah menunjukkan gejala-gejala yang diakibatkan oleh virus ini - termasuk suhu. Dikatakan bahwa pemeriksaan di rumah sakit ini sebagai "langkah pencegahan"atas saran dokternya. Sejauh ini perdana menteri tetap bertanggung jawab atas jalannya pemerintahan, namun menteri luar negeri diperkirakan akan memimpin rapat membahas virus corona pada Senin pagi. Boris Johnson diperkirakan akan menjalani rawat inap dan mengikuti apa yang disebut sebagai "tes rutin", menurut Editor Politik BBC Laura Kuenssberg. Dalam sebuah pernyataan, juru bicara kantor perdana menteri mengatakan: "Atas saran dokternya, perdana menteri malam ini dirawat di rumah sakit untuk diperiksa." "Ini adalah langkah pencegahan, karena perdana menteri masih menunjukkan gejala virus corona, 10 hari setelah dinyatakan positif terpapar virus tersebut." Boris Johnson telah bekerja dari rumah sejak diumumkan bahwa dia positif terinfeksi virus corona pada 27 Maret lalu. Johnson terakhir terlihat di depan umum pada Kamis malam (26/3), saat memuji para petugas Badan Kesehatan Nasional Inggris, NHS (National Health Service), dan saat memimpin rapat membahas virus melalui teleconference, pada Jumat pagi. Demikian pula pada hari yang sama, perdana menteri mengunggah video di akun Twitternya, dengan mengatakan bahwa dia masih menunjukkan gejala ringan. "Jadi, sesuai kebijakan pemerintah, saya harus melanjutkan isolasi diri saya sampai gejala itu sendiri hilang," katanya. Kantor PM Inggris telah mengumumkan bahwa Boris Johnson menjalani rawat inap di rumah sakit. Menurut laporan IRNA, Kantor PM Inggris mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sepuluh hari setelah Boris Johnson terjangkit virus Corona dan karena gejala penyakitnya tetap berlanjut, ia akhirnya dirawat di rumah sakit Minggu (5/4) malam untuk tes lebih lanjut. Hasil tes Corona PM Inggris diumumkan pada Jumat, 27 Maret 2020 yang menyebutnya positif terinfeksi Corona dan ia dikarantina selama periode ini. Kantor berita Sputnik melaporkan Senin pagi bahwa Boris Johnson membutuhkan alat penyedia oksigen. PM Inggris itu mengumumkan di Twitter Jumat lalu bahwa ia masih demam dan sesuai rekomendasi medis, selama gejala penyakitnya tidak juga hilang, maka ia harus melanjutkan proses karantina di rumah. Menurut Kantor PM Inggris, apabila Johnson gagal menjalankan negara, Menteri Luar Negeri Inggris untuk sementara akan mengambil alih kepemimpinan pemerintah. Menurut angka resmi terbaru yang dirilis oleh pemerintah Inggris, 47.806 orang telah terinfeksi virus Corona di negara itu sejauh ini, di mana 4.934 telah meninggal. Jumlah pasien dan korban Corona di Inggris mengalami lonjakan signifikan. Dalam empat hari terakhir saja, angka kematian Corona meningkat dua kali lipat. Inggris saat ini menghadapi kekurangan peralatan medis yang parah karena banyaknya pasien. (BBC News/ParsToday)