Arminsyah di Mata Wartawan Kejagung

Arminsyah di Mata Wartawan Kejagung
Jakarta, Obsessionnews.com - Ketua Forum Wartawan Kejaksaan Agung (Forwaka) Zam Zam Siregar mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Wakil Jaksa Agung Arminsyah. "Semoga dosa-dosa beliau diampuni dan amal ibadahnya diterima Allah SWT," ujar Zam Zam kepada obsessionnews.com, Minggu (5/4/2020). Dia mengungkapkan, semasa hidupnya almarhum adalah pejabat yang mengedepankan transparansi atau keterbukaan akan infomasi. "Karena beliau kapan saja selalu bersedia diwawancara. Jikapun ada halangan hari ini, esok hari atau lusanya almarhum akan menjelaskan apa yang hendak dikonfirmasi," tutur Zam Zam. Baginya, alharhum seperti orang tua, sahabat, dan mitra enak diajak berdiskusi. Baik soal hukum, agama maupun kehidupan sosial. "Beliau itu relegius dan sangat peka terhadapan kehidupan sosial, tidak pernah membeda-bedakan wartawan senior atau junior, media menstrem atau media biasa. Bagi beliau sama saja, yang penting wartawan layak diberikan informasi," ungkap pria berdarah Sumatera ini. Apalagi mendengar wejangan-wejangan Arminsyah tentang kehidupan, agama dan canda-candannya. Zam Zam mengaku sangat senang. "Almarhum orang yang low profile, dan tentunya saya kehilangan beliau. Dan saya akan selalu berdoa untuk beliau semoga lapang dalam kubur dan salah satu penghuni surga. Amin Ya Rabb," pungkasnya. Hal senada juga dikatakan oleh Barent. Dia mengaku sangat sedih setelah mendengar berita kepergian Arminsyah. "Sedih bro," ujar Barent. Di matanya, lanjut dia, Almarhum sosok yang baik hati, supel, dan tulus. Beliau tidak pernah membeda-bedakan wartawan dari media mana. "Selain supel, almarhum Arminsyah dikenal sangat peduli membantu orang yang membutuhkan bantuan," ungkapnya. Tidak peduli orang itu, pura-pura atau memanfaatkan kebaikannya. "Kalau saya bisa bantu kenapa engga. Mungkin dia sudah engga bisa berharap sama orang lain, makanya ketika orang itu, datang ke saya, saya tulus membantunya,"kata Barent meniru perkataan Almarhum. "Almarhum juga bilang sama saya, Burung di udara Tuhan Pelihara. apalagi kamu umatnya," tambah Barent. Tak hanya Barent. Heri pun mendapatkan perlakuan yang sama dari Arminsyah. Heri mengaku, Arminsyah merupakan sosok yang amat baik, berwibawa dan juga guru yang selalu mau memberikan nasehat kepada wartawan dengan kata-katanya yang menyentuh. "Wartawan kejaksaan merasa sangat kehilangan dan tak akan melupakan senyumnya yang ramah," pungkas Heri. Seperti diketahui, Arminsyah meninggal dunia di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Sabtu (4/4) sekira pukul 15.00 WIB. Sebelumnya, ia sempat mengalami kecelakaan tunggal di Tol Jagorawi KM 13, Cibubur, Jakarta Timur. Almarhum disemayamkan di rumah duka di Perumahan Tanjung Mas Raya, Jalan Merpati Utama Blok B6 No 1, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Almarhum dikebumikan di samping makam Sang Bunda di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pedongkelan, Cengkareng, Jakarta Barat, sekira pukul 08.00 WIB. (Poy)