Djoko Santoso Cerita Soal Tiga Senjata yang Dimiliki Jenderal A.H. Nasution

Djoko Santoso Cerita Soal Tiga Senjata yang Dimiliki Jenderal A.H. Nasution
Jakarta, Obsessionnews.com - Obsession Media Group (OMG) mengadakan acara mengenang 101 kelahiran Pahlawan Nasional Jenderal Besar TNI Dr. Abdul Haris Nasution di Museum Jenderal Besar Dr. A. H. Nasution di Jalan Teuku Umar, Menteng Jakarta, Pusat Jumat (20/12/2019). Dalam kesempatan itu hadir mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto, mantan Menko Polhukam Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, Politisi senior Partai Golkar Akbar Tanjung, Pengamat Politik Salim Said, Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, Chairman OMG Usamah Hisyam dan Komisaris OMG Ridwan Hisjam. Djoko Santoso menilai A.H. Nasution adalah seorang yang patriot. Menurutnya, dia lah sejatinya prajurit TNI karena pernah merasakan bagaimana sulitnya melakukan perang besar di masa kemerdekaan. Karena itu dia pantas mendapat jenderal bintang lima. "Tentara yang lahir di tahun 70-an sebenarnya kurang beruntung karena kita tidak pernah mengalami perang besar. Kita hanya mengalami perang kecil, berbeda dengan Pak Nas," ujar Djoko Santoso. "Makanya Pak Nas itu pantas dapat jenderal bintang lima, karena jenderal bintang lima hanya diperoleh bagi mereka yang pernah ikut perang besar," tambahnya. Selain itu ia menilai, A. H. Nasution punya tiga senjata yang jarang dimiliki oleh tentara lain. Tiga senjata itu, yakni pertama, keteladanan, sebagai pemimpin Senjata utamanya adalah keteladanan. Kedua, kesabaran, tahan terhadap musibah dan cobaan. "Senjata ketiga adalah musyawarah. Pak Nas ini orang yang suka dialog, musyawarah," jelasnya. Sementara itu, Ridwan Hisjam mengatakan, Nasution telah mewarisi perang grilya yang kini menjadi rujukan para prajurit TNI. Ia menilai Nasution sosok prajurit tangguh, pejuang sejati sekaligus pemikir besar yang telah mewariskan kekayaan pengalaman dalam perjuangan dan idealisme kehidupan berbangsa serta bernegara. "Karena itu saya sebagai Komisaris OMG merasa sangat bangga, bahagia, dan bersyukur telah diberikan kepercayaan oleh Keluarga Besar Jenderal Besar Dr. A.H. Nasution untuk menjadi tim supporting acara ini," tuturnya. "Kami merasa perlu terlibat karena semangat untuk ikut dan menjaga sekaligus menularkan nilai-nilai perjuangan dan pemikiran Jenderal Besar Dr. A.H Nasution kepada bangsa ini khususnya generasi milenial." "Harapan kami, dengan mengadakan acara mengenang bersama ini maka semangat kepahawanan, idealism hidup dan perjuangan Jenderal Besar Dr. A.H Nasution tetap tertanam dalam diri anak bangsa," tandasnya. (Albar)