DPR Sepakat Lengserkan Presiden Trump

Donald Trump menjadi presiden Amerika Serikat (AS) ketiga dalam sejarah yang dimakzulkan (impeachment) oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS. Nasibnya sebagai presiden masih akan ditentukan dalam persidangan di Senat. Pemungutan suara di DPR AS menyimpulkan bahwa Presiden Trump sudah menyalahgunakan kekuasaannya. Selanjutnya, dia disebut telah menghalangi Kongres. Hampir semua anggota DPR dari Partai Demokrat mendukung pemakzulan Trump dan semua anggota DPR dari Partai Republik menentangnya. Ketika pemungutan suara berlangsung, Presiden Trump berbicara di sebuah rapat umum di Michigan. Proses pemakzulan pada Rabu (18/12), dimulai dengan permintaan anggota Partai Republik untuk mengadakan pemungutan suara terkait masalah prosedural, dalam upaya menggagalkan pemakzulan. https://www.youtube.com/watch?v=ghksNE9qB2o Proses itu diikuti pemungutan suara tentang aturan yang akan ditetapkan untuk pemakzulan. Hal ini kemudian memulai debat selama enam jam tentang kelayakan pemakzulan Trump. Sekitar pukul 20.30 waktu setempat, DPR menyerukan pemungutan suara atas dua dakwaan: pertama, penyalahgunaan kekuasaan, terkait dugaan upaya Trump menekan Ukraina untuk mengumumkan penyelidikan terhadap saingan politik Demokratnya, Joe Biden. Kedua tentang penghalangan Kongres, karena presiden dituduh menolak bekerja sama dalam penyelidikan pemakzulan, menahan bukti, dan melarang para asistennya untuk memberikan bukti. Pemungutan suara pada poin pertama berujung pada 230 orang mendukung, 197 menentang. Pada poin kedua, 229 orang mendukung, 198 menentang. Hasil ini menempatkan Trump di samping dua presiden AS lainnya yang dimakzulkan- Andrew Johnson dan Bill Clinton. https://www.youtube.com/watch?v=PNc-jXIsV7s Proses yang sangat partisan Itulah yang terjadi. Donald Trump sekarang menjadi anggota ketiga dari klub eksklusif—presiden-presiden yang dimakzulkan—yang tidak diinginkan oleh presiden manapun. Tetapi para pembentuk konstitusi dengan aturan pemakzulan, tidak akan pernah bisa membayangkan sikap partisan luar biasa yang ditampilkan kedua partai selama proses pemakzulan ini. Masing-masing pihak bertahan dengan narasinya sendiri. Masing-masing pihak tidak mau saling mendengarkan. Dan dapat dikatakan dengan pasti - saya akan mempertaruhkan hadiah Natal saya - bahwa itu akan terjadi juga di persidangan Senat. Donald Trump akan dibebaskan. Dia tidak akan dipaksa keluar dari kantornya. Jadi apa yang berubah? Donald Trump akan mendapat tempat dalam buku-buku sejarah - dan untuk seorang pria dengan harga diri sedemikian besar, ia akan terluka. Secara akut. Tapi tahun 2020? Meski ini menjadi pukulan mematikan terhadap Presiden Trump, ini mungkin akan menyuntikkan lebih banyak energi baginya untuk masa jabatan kedua. Ketua DPR Nancy Pelosi selalu khawatir untuk menempuh rute pemakzulan. Kita akan melihat apakah kekhawatiran itu beralasan November mendatang. https://www.youtube.com/watch?v=upDMbQOEQwk Selama debat DPR, Trump beberapa kali berkicau melalui akun Twitternya. Ia menyebut argumen Demokrat "KEBOHONGAN MENGERIKAN OLEH SAYAP KIRI RADIKAL" dan "PENGHINAAN KEPADA PARTAI REPUBLIK". Partai Republik memiliki mayoritas di Senat, sehingga sangat tidak mungkin presiden akan dicopot dari jabatannya ketika para senator memberikan suara mereka. Pemimpin Senat dari Partai Republik, Mitch McConnell, pekan lalu mengatakan bahwa para senator Republik akan bertindak dalam "koordinasi total" dengan tim presiden selama persidangan. Hal ini membuat marah Demokrat yang mengatakan Senator wajib bertindak sebagai juri yang tidak memihak. Presiden Donald Trump di skandal Ukrainegate menghadapi dua dakwaan, penyalahgunaan wewenang presiden dan mensabotase pelaksanaan keadilan serta penyidikan DPR. Berdasarkan jajak pendapat yang dirilis Associated Press, sedikitnya 215 anggota Demokrat menilai dua dakwaan tersebut layak dan pemakzulan trump di sidang hari ini (Rabu 18/12) DPR akan meraih suara dukungan. Pada Januari 2020, Senat juga akan menggelar sidang final pemakzulan Trump dan peradilan dirinya. (*/BBC News Indonesia/ParsT) https://www.youtube.com/watch?v=TGDSG9cj0VE





























