Penjualan PBRX Sepanjang 2019 Naik 10,02%

Jakarta, Obsessionnews.com - Kinerja Vice Chief Executive Officer Pan Brothers Anne Patricia Sutanto memang patut diacungkan jempol. Bagaimana tidak, sepanjang 2019 dia mampu menaikan penjualan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) sebagai salah satu produsen di bidang garmen. “Penjualan PBRX sampai dengan Sep 2019 sebesar USD 491,9 juta dan Sep 2018 sebesar USD 447,1 juta. Lebih tinggi sebesar 10,02%,” ujar Anne saat paparan publik PBRX di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (17/12/2019). Dia menjelaskan, penjualan PBRX 2019 didominasi oleh garmen sebesar 94 % yang juga mayoritas ekspor, domestic berkisar 6 %. “Target Penjualan 2019 kami proyeksikan meningkat antara 10 -15 % dari Penjualan tahun 2018 dan perkiraan kami realisasi antara USD 665 juta sd USD 675 juta,” tuturnya. Sementara itu, PBRX menargetkan pertumbuhan penjualan 10%-15% di 2020. Adapun level pertumbuhannya sama dengan target penjualan di tahun ini dan 2018. Range target pertumbuhan yang selalu sama, yakni di 10-15% di dua tahun ini karena perusahaan memang fokus ke pengembangan horizontal. "Artinya ekspansi perusahaan lebih ke pengembangan pabrik yang tidak hanya mesin saja tapi juga sumber daya manusia (SDM) untuk mengisi kapasitas," jelasnya. Kendati demikian, dia menyampaikan, bisa saja rentang pertumbuhan penjualan lebih dari ini ketika seluruh rencana ekspansi baik itu otomatisasi hingga meningkatkan shift pabrik telah sukses. Anne mengakui di tahun ini, Pan Brothers sudah melakukan trial produksi ke dua brand baru yang berada dalam satu grup PVH Corp. Brand tersebut adalah Tommy Hilfiger dan Calvin Klein. Tentunya sudah ada beberapa strategi jangka pendek hingga panjang. Dia menjelaskan, strategi yang akan dilakukan Pan Brothers adalah pengembangan kapasitas baik di induk dan anak perusahaan. Adapun di 2019 Pan Brothers menargetkan kapasitas akan menjadi 116 juta potong garment per tahun dan 2021 akan menjadi 130 juta garmen per tahun. Selain itu, Pan Brothers juga akan mengembangkan product development sebagai strategic partner buyer dengan menyiapkan atau menawarkan koleksi berdasarkan trend, design, style, dan jenis bahan secara rutin. Anne menjelaskan, perusahaan akan menjaga dan mengembangkan kemitraan dengan perusahaan garment sub-contractor baik yang sudah ada maupun yang baru. Pan Brothers akan memanfaatkan ketersediaan modal kerja dengan baik untuk memberikan nilai tambah bagi transaksi dengan Buyer (term of payment yang fleksibel). Sementara itu, tahun depan PBRX telah menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 15 juta untuk menambah kapasitas melalui otomatisasi, digitalisasi, dan upskilling di seluruh lini personal yang ada. Dengan begitu, laba kotor dan laba usaha dimungkinkan akan naik secara otomatis. “Seluruhnya secara otomatis akan naik, seiiring dengan kenaikan Penjualan,” pungkasnya. (Poy)





























