Intan Ayu Kartika Komitmen Tebarkan Kebaikan

TIDAK banyak perempuan yang berani mengambil kesempatan untuk meningkatkan kariernya, seperti yang dilakukan Intan Ayu Kartika. Didukung lingkungan kerja yang sangat suportif terhadap kemajuan perempuan, sosok yang akrab disapa Intan ini berkomitmen untuk memberikan yang terbaik. Mulai bergabung sejak Agustus 2007, dia tidak menyangka akan bertahan lama di perusahaan yang kemudian menyandang nama besar seperti Danone-Aqua. Sebagai sebuah brand Aqua yang kini genap berusia 46 tahun telah dikenal masyarakat luas. Dia ditugaskan sebagai manajer pengembangan produk baru ketika itu, dan empat bulan kemudian diangkat menjadi manajer brand Aqua sampai Juni 2009. Peduli Lingkungan Jabatan Intan sebagai manajer brand jelas menjadi tantangan besar bagi ibu beranak tiga ini. Dari sisi volume, merek yang dikelolanya merupakan produk minuman terbesar di Indonesia. Ditantang untuk mengimplementasikan program-program pemasaran agar semakin mengangkat brand tersebut. Dua di antaranya adalah Aqua Quality Commitment (AQC) dan Aqua Satu untuk Sepuluh. Dia berkata, “Semua strategi yang diterapkan tentu saja telah melewati telaah yang mendalam. Mulai dari rencana pemasaran, evaluasi merek, diagnosis bisnis, hingga analisis ekuitas mereknya. Program Satu untuk Sepuluh yang dirumuskan sejak 2007, misalnya, berangkat dari hasil survei yang menemukan bahwa konsumen memandang penting ketersediaan air bersih sebagai prasyarat hidup sehat.” Kemudian AQC yang dicanangkan pada 2008, merupakan serangkaian inisiatif menyangkut upaya untuk meningkatkan aspek dan atribut kualitas yang penting di mata konsumen. Mulai dari sumber, proses produksi, hingga penanganan produk ke tangan konsumen. Sebagai manajer brand, Intan terlibat dalam setiap kampanye, terutama yang menginformasikan kepada masyarakat mengenai keterlibatan Aqua dalam menjaga lingkungan. Kesungguhan upaya tersebut terbukti dengan diterimanya penghargaan Wana Lestari dari Menteri Kehutanan pada 2009. Sebagai bentuk aksi nyata komitmen #BijakBerplastik, Aqua membangun kolaborasi untuk berinovasi menciptakan produk kemasan 100% plastik daur ulang untuk Indonesia yang lebih bersih. Halaman selanjutnyaPemberdayaan Perempuan Intan mengaku setia bekerja di Danone-Aqua, karena visi misinya yang sangat mendukung kemanusiaan, keterbukaan, dan pemberdayaan. “Saya merasa itu sesuatu yang beda dan bagus sekali. Saya juga suka bahwa its all not just about a business. Selain bicara tentang pertumbuhan perusahaan dan kinerja, kita juga bicara bahwa apa yang dikerjakan, diproduksi, dan dijual itu akan mempengaruhi hidup orang banyak,” tuturnya. [gallery link="file" columns="1" size="full" ids="297932"] Perusahaan memiliki komitmen sosial untuk memberikan yang terbaik. Bukan hanya kepada konsumen, tapi juga kebaikan untuk komunitas, lingkungan, keluarga, dan kebaikan untuk semua, termasuk para karyawan. Salah satu bentuk kepedulian terhadap pegawai, terutama perempuan, adalah program pemberdayaan. Mereka mendapat kesempatan besar di Danone-Aqua untuk mengembangkan diri dan meniti karier, seperti Intan. Dia baru saja kembali dari penugasan di Danone Filipina bulan Juli lalu sebagai bagian dari personal development. Ditunjuk sebagai innovation lead, dia diserahi tanggung jawab untuk melihat peluang pengembangan produk di pasaran negara lain. Ekspos terhadap budaya, bahasa, kebiasaan masyarakat yang berbeda memberinya banyak pelajaran. Selain itu, perusahaan juga rutin mengadakan gathering bagi perempuan di level manajer, untuk membangun support system di antara mereka. “Berbeda dengan pegawai laki-laki yang justru akan mengajukan diri untuk mengisi posisi yang kosong, banyak kaum hawa tidak percaya diri bahkan saat ditawari untuk mendudukinya. Padahal perempuan punya kelebihan yang tidak dimiliki kaum adam. Jangan berpikir takut dulu sebelum ada di situ,” tegas lulusan terbaik kedua magister manajemen Universitas Gadjah Mada ini. Halaman selanjutnyaSolusi menjawab Tantangan Kembali ke Indonesia, Intan harus menghadapi tantangan bagaimana menjaga identitas Aqua yang sudah terkenal di pasar. Dengan tim yang lebih besar, dia mempunyai prinsip untuk menjadi dirinya sendiri dan selalu optimis. “Setiap orang memiliki karakter yang berbeda, tinggal bagaimana kita bisa memperlakukan mereka agar dapat mengeluarkan potensi masing-masing,” ungkapnya mengenai gaya kepemimpinan di perusahaan yang sekarang ini. Sebagai brand director, Intan juga dituntut untuk membuat citra produk tetap relevan, tetap muda, sejalan dengan perkembangan yang ada. Kolaborasi baginya kini sesuatu yang tidak terhindarkan. Seperti produk Aqua Refletion, misalnya, bekerja sama dengan chef ataupun desainer, untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang punya lifestyle tersendiri. Di rumah, Intan juga harus menjalankan peran kedua bagi keluarganya. “Kita harus tahu cara membagi waktu, termasuk urusan prioritas. Kita pun harus fleksibe agar tidak stres sendiri dan bisa mengatur waktu sebaik-baiknya untuk pekerjaan maupun keluarga,” ucapnya sambil menutup pembicaraan. (Nur Asiah)Artikel ini dalam versi cetak telah dimuat di Majalah Women’s Obsession Edisi November 2019 dengan judul Intan Ayu Kartika, Brand Director Aqua Danone-Aqua, Komitmen Tebarkan Kebaikan





























