Sangat Mengerikan! Robot Seks Semakin Diminati Sebagai Alternatif Penyaluran Birahi

Sangat Mengerikan! Robot Seks Semakin Diminati Sebagai Alternatif Penyaluran Birahi
KETERGANTUNGAN manusia modern terhadap teknologi semakin tak terhingga. Hampir seluruh kebutuhan manusia bisa disediakan oleh teknologi, termasuk soal kebutuhan biologis. Terkait kebutuhan yang terakhir, ini tentu menjadi sesuatu yang sangat mengerikan. Betapa tidak, ketika manusia – entah itu perempuan atau pria – memilih untuk tidak menyalurkan hasrat biologisnya kepada pasangan yang sejati, maka lambat laun akan punahlah peradaban manusia dan kemanusiaan itu di muka bumi ini. Ketakutan itulah yang saat ini dirasakan oleh para humanis tatkala melihat teknologi robot seks semakin diminati sebagai alternatif penyaluran birahi. Itu diakui oleh Noel Sharkey, ilmuwan komputer yang bekerja untuk Foundation of Responsible Robotics. Dia menyatakan bahwa robot seks membuat akses terhadap seks mudah didapatkan dan ini bisa mengubah manusia selamanya. [gallery link="file" columns="1" size="full" ids="297791"] Dalam film dokumenter Sex Robots and Us Noel Sharkey memperingatkan kerusakan pada masyarakat yang dapat ditimbulkan oleh robot yang kini semakin populer ini. Menurutnya, mesin-mesin ini menjadikan seks menjadi “sangat mudah” dan “mengubah manusia sepenuhnya”. Ilmuwan ini menjelaskan kekhawatirannya, “Kita melakukan semua hal ini dengan mesin hanya karena kita bisa dan tidak benar-benar berpikir bagaimana ini dapat mengubah kemanusiaan sepenuhnya. Robot-robot ini dapat merampas makna hidup kita dan mengubah kita.” Halaman selanjutnya Terbukti studi tahun 2017 yang dilakukan Universitas Manitoba Kanada menyoroti meningkatnya jumlah orang yang “mengonsumsi seks digital” di dunia maya dan juga warga yang lebih menyukai hubungan dengan robot daripada dengan manusia. Dr Neil McArthur, salah seorang peneliti menjelaskan bahwa semakin banyak yang akan mengidentifikasi diri sebagai “pelaku seksual digital” sejalan dengan perkembangan teknologi robot yang diimplementasikan ke dalam konteks romantis. Ini seakan memperkuat hasil penelitian di Perancis baru-baru ini menyebutkan bahwa 27 persen warga berusia antara 18 dan 34 berhasrat melakukan hubungan seksual dengan robot. Ya, teknologi robot seks kini semakin canggih. Cloud Climax, salah satu agensi robot seks dari Inggris mengklaim bahwa mereka sedang menciptakan robot seks yang mirip dengan manusia. Sam White, Manager perusahaan Cloud Climax, mengatakan, kemampuan robot mereka sudah di tahap mampu membangun hubungan emosional sebaik memberikan layanan hubungan seksual. Menurut laporan Daily Star, Cloud Climax sedang meng-upgrade Emma, robot seks buatannya, sehingga nantinya dia dapat ‘bernafas’, berjalan, dan berbicara. Dengan kemampuan tersebut, Emma akan menjadi robot seks pertama layaknya manusia. Dengan kemampuannya tersebut, Sam mengklaim bahwa Emma sudah dapat menggantikan manusia sebagai pendamping hidup. Pasalnya, robot ini dinilai sudah dapat bekerja di tingkat fisik dan emosional. Halaman selanjutnya Perusahaan spesialis pembuat robot bernama Realbotix yang berbasis di California, Amerika Serikat tak mau kalah. Mereka kini tengah mengembangkan robot seks dengan fitur yang memastikan si robot itu bisa mengenali pemiliknya agar tidak tertukar satu sama lain. Dengan teknologi face recognition robot bernama Harmony ini bakal mengenali wajah pemiliknya meski di tempat yang ramai. Artinya, jika pengguna membawa pasangan robotnya untuk jalanjalan, mereka tidak akan khawatir kehilangan atau tertukar satu sama lain. Sebelumnya, dengan menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI), Harmony sudah memiliki alat vital yang dilengkapi sensor agar Harmony lebih peka terhadap perlakuan pengguna dan bisa merespons dengan lebih baik. Bahkan mengeluarkan suara desahan atau ekspresi lain dengan meniru kebiasaan manusia pada umumnya ketika berhubungan seksual. Sehingga, interaksi yang terjadi antara pengguna dan robot seks akan jadi lebih natural. China yang terkenal dengan kemampuan teknologinya juga ikut dalam “perlombaan” membuat robot seks ini. Sebuah perusahaan robot seks asal negeri Tirai Bambu itu baru saja meluncurkan boneka seks yang bisa berinteraksi dan menanggapi obrolan selayaknya berbicara dengan manusia sungguhan. Tidak hanya melayani sebatas hubungan seksual saja, robot seks ini juga mengadopsi kemampuan untuk bergerak selayaknya manusia. Kepalanya bisa menengok ke kanan dan kiri, serta menampilkan ekspresi wajah dan berkedip. Pembuatnya yakin robotnya itu bisa menggantikan esensi dari hubungan antar manusia baik secara emosional maupun fisik. Soal harga, untuk versi pertama Emma dijual dengan harga 2.799 poundsterling (sekitar Rp51 juta). Halaman selanjutnya Lebih nyeleneh lagi Jepang. Di negeri Sakura itu bahkan sudah ada rumah bordil dengan jasa robot seks. Berlokasi di kota Nagoya, rumah bordil robot seks ini menyediakan jasa threesome alias berhubungan seksual dengan dua partner. Di negeri ini perusahaan boneka seks Dutch Wives mampu menjual hingga lebih dari 2.000 boneka di pasar Jepang. Padahal harganya tidaklah murah. Boneka tersebut dibandrol 4.600 poundsterling Inggris atau sekitar Rp86,3 jutaan. Tak hanya di Jepang, rumah bordil boneka seks bernama Aura Dolls di Toronto, Kanada, Amerika Utara, sudah lama berdiri meski akhirnya ditutup oleh pemerintah setempat dengan alasan keberadaan rumah bordil tersebut tak memperhatikan aspek keluarga. Di Dortmund, Jerman, sebuah rumah bordil dibuka dan juga ‘mempekerjakan’ sejumlah boneka seks. Mengutip dari Metro, rumah bordil ini bernama Bordoll, singkatan dari ‘bordello’ atau rumah bordil dan ‘doll’ atau boneka. Sang kreator, Evelyn Schwarz, mengakui bahwa rumah bordil ini itu cukup laris terbukti rata-rata boneka yang disewa sebanyak 12 kali dalam sehari. Namun sekali lagi, keberadaan robot seks ini jelas akan menimbulkan problematika baru bagi nilai-nilai kemanusiaan. Tak hanya dari sisi moralitas, tapi juga soal peradaban bahkan populasi manusia itu sendiri. Selain tentunya ekses lain. Ini tentu sangat mengerikan! Halaman selanjutnyaHenry Dibuat Untuk Perempuan Jika kita mengidentikan bahwa kehadiran robot seks hanyalah untuk memenuhi kebutuhan kaum pria, ternyata salah besar karena jumlah kaum perempuan di jagad ini yang butuh robot seks, juga tak kalah besarnya. [caption id="attachment_297792" align="alignleft" width="207"] Robot seks versi laki-laki bernama Henry. (Foto: Istimewa)[/caption] Hukum pasar itu yang tampaknya membuat Realbotix menciptakan robot seks versi laki-laki bernama Henry. Dilansir dari laman Dmarge, Henry memiliki perut yang berotot, wajah yang menawan, serta tata krama yang baik. Henry diciptakan karena melihat adanya kebutuhan perempuan akan robot seks. “Sama seperti lelaki, perempuan juga memiliki masalah kesepian. Orang-orang menyebut ini sebagai boneka seks, tapi ini sebetulnya lebih kepada teman hidup. Di dunia serba digital ini kadang seseorang kekurangan interaksi dengan sesama manusia,” kata CEO Realbotix sekaligus pencipta Henry, Matt McMullen. Dengan merogoh kocek antara Rp149 juta Rp214 juta sudah bisa mendapatkan Henry yang dirancang bisa berinteraksi dengan pemiliknya. Bahkan bisa bercanda dan melontarkan kata-kata romantis kepada pemiliknya. Bahkan bisa memesan secara custom dengan pilihan bentuk rambut, tinggi badan, hingga ukuran dan bentuk penis. Halaman selanjutnyaEkses Itu Mulai Dirasakan Jepang Cerita tentang pria bernama Senji Nakajima pernah menghebohkan se-antero Jepang. Betapa tidak, pria ini rela meninggalkan istri dan anaknya hanya demi sebuah boneka pemuas nafsu. Keputusan pria bernama Senji Nakajima ini sontak menjadi sorotan media dan membuat publik keheranan. Senji Nakajima (61) lebih memilih hidup bersama benda mati daripada keluarga yang senantiasa menyayanginya karena ia terlanjur cinta dengan boneka yang ia beri nama Saori itu. Walaupun tak bisa bergerak layaknya mahkluk hidup sejati, Senji Nakajima tetap memperlakukan Saori layaknya manusia yang ia cintai. Dilansir dari Intisari, Senji telah memiliki Saori sejak enam tahun yang lalu. Ia jatuh cinta kepada Saori justru karena boneka itu tak bisa bergerak atau berbicara, Senji merasa Saori adalah sosok yang sempurna untuk menjadi kekasihnya. [caption id="attachment_297795" align="alignleft" width="413"] Sejumlah pakar di Jepang mulai menganalisa bahwa merosotnya populasi manusia di negeri itu adalah karena kehadiran robot-robot seks yang semakin menggila. (Foto: Istimewa)[/caption] Kisah “cinta” Senji-Saori itu bisa jadi memberikan kontribusi besar bagi bencana yang tengah melanda Jepang saat ini yang tengah mengalami krisis angka kelahiran. Di mana, sejumlah pakar di negeri itu mulai menganalisa bahwa merosotnya populasi manusia di Jepang adalah karena kehadiran robot-robot seks yang semakin menggila. Seorang pakar dari King’s College London, dokter Kate Devlin menuturkan, minat pria kesepian Jepang terhadap wanita kini telah bergeser, mereka lebih tertarik pada ‘kekasih buatan’ ini. Makin maraknya tren robot seks ini terkuak dalam video dokumenter di Russian Today tahun lalu. Dalam video itu, terungkap bagaimana boneka yang menyerupai manusia sungguhan itu dijadikan solusi banyak orang untuk menghapuskan kesepian dan kesendirian. Perusahaan boneka bernama Dutch Wives mengungkapkan, sekitar 2 ribu robot seks telah terjual di Jepang meski dibanderol di harga Rp85 juta untuk satu robot seks. “Boneka seks robot memicu bencana tingkat kelahiran karena pria Jepang yang kesepian menjauhkan diri dari hubungan secara normal dan memilih memacari robot,” kata seorang pakar lainnya seperti dilansir dari Mirror. Negeri Sakura ini memang mengalami penurunan populasi yang hebat lantaran makin sedikitnya jumlah bayi yang lahir. Jepang pun dikhawatirkan akan punah bila hal itu terus belangsung lama. “Ada kekhawatiran bahwa di negaranegara seperti Jepang, di mana kesepian adalah masalah sosial yang besar. Nah, robot dapat memperburuk keadaan, yang menjadi pacar pria kesepian itu,” kata dr Devlin. “Masalah terbesar di Jepang adalah penurunan angka kelahiran dan populasi. Ini bencana nasional. Jepang berada di persimpangan jalan, menghadapi ancaman kepunahan. Kami adalah spesies yang terancam punah,” tegas pakar demografi di NLI Research Institute Tokyo, Kanako Amano. Tampaknya, Jepang telah memberikan ‘warning’ kepada manusia.  (Rudi Rais/dari berbagai sumber)Artikel ini dalam versi cetak telah dimuat di Majalah Men’s Obsession Edisi November 2019 dengan judul ROBOT SEKS, Kerusakan yang Makin Populer?