Peluncuran TUJF Crisis Centre Radikalisme &Intoleransi Diramaikan dengan Dialog Kebangsaan

Peluncuran TUJF Crisis Centre Radikalisme &Intoleransi Diramaikan dengan Dialog Kebangsaan

Jakarta, Obsessionnews.com – Setelah resmi berdiri Alumni Universitas Trisakti Jakarta yang bernaung di bawah Yayasan Taruwara Jaya (TUJF) pada tanggal 30 September 2019 lalu, Organisasi yang juga biasa disebut dengan TUJ Foundation ini kembali meluncurkan TUJF Crisis Centre Radical & Intoleransi dengan tujuan membantu menjaga dan mengawal Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Selain itu, tentunya bersama menciptakan SDM unggul Indonesia maju untuk melawan paham-paham yang bukan berdasarkan UUD 1945, NKRI dan nilai Bhineka Tunggal Ika. Acara dilaksanakan di Singgalang Room, Mercantile Athletic Club, World Trade Centre I, 18th Floor.

Launching TUJF Centre ini juga diisi dengan kegiatan Dialog Kebangsaan dengan menghadirkan Bapak Sidharto Danusubroto, SH, Wantimpres RI 2014-2019 yang sekaligus juga sebagai Dewan Kehormatan TUJF, Ketua BNPT Komjen Pol Drs.Suhardi Alius, M.H dan Ketua PBNU Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, M.A dengan tema ‘Sudah Krisis Radikalismekah Indonesia Saat Ini”.

[caption id="attachment_297833" align="alignnone" width="640"] Sweeta Melanie, SE, APR, Ketua Pengurus TUJF. (Foto: dok manajemen)[/caption]

“Ide awal meneruskan perjuangan relawan alumni Trisakti untuk Jokowi yang bernaung dibawah TUJF adalah untuk mengawal dan membantu pemerintahan Bapak Joko Widodo,” ujar Sweeta Melanie, SE, APR, Ketua Pengurus TUJF, melalui siaran pers, Kamis (28/11/2019).

“Dan dalam hal ini telah kami lakukan dalam Program SDM kami dan akan kami lakukan juga dengan Program edukasi dan sosialisasi pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Dua program kerja ini yang menjadi fokus kerja TUJF ke depan,” tambahnya.

TUJF Centre ini dibentuk mengingat masih kurangnya atau bahkan mungkin belum adanya   pemahaman definisi arti Radikalisme & Intoleransi, bagaimana penanganannya dan bagaimana masyarakat dapat ikut berperan membantu Pemerintah.

Lebih parah lagi, sebagian masyarakat bahkan beranggapan bahwa masalah ini telah selesai seiring dengan selesainya Pilpres kita yang lalu dan telah terbentuknya Pemerintahan yang merangkul pihak lawan Pilpres.

Pada awal kegiatan TUJF ini akan mereka fokuskan di lingkungan Kampus dan BUMN terlebih dahulu. Mengingat latar belakang kami sebagai Alumni Trisakti yang banyak berkecimpung sebagai Akademisi dan Praktisi.

Dengan terbentuknya TUJF Centre ini dapat memicu lebih banyak partisipasi masyarakat dalam memerangi segala usaha perpecahan kesatuan bangsa ini seperti para Relawan yang ikut membantu pemenangan idola Pilpresnya selama ini. Bersama Kita Bisa.

Program berharap kedepannya dapat menjadi Partner Aktif Pemerintah dalam penanganan masalah Persatuan dan Kesatuan dimasyarakat.

Sebelumnya TUJF bersama Priority Banking School (PBS) telah meluncurkan Program SDM Unggul Indonesia Maju yang diberi nama “Program Kerja “Transformation 4.0” : Transformation Digital, Transformation SDM, Transformation Budaya.

Transformasi Digital antara lain;digital campus, cashless society, digital learning,”, Transformasi SDM yang terdiri dari pelatihan vokasi, distance learning, kuliah terbuka serta pelatihan masyarakat. Dan Transformasi Budaya yang memberikan materi terkait salesmanship,mentoring & coaching, advokasi perpajakan gratis dan kegiatan hubungan masyarakat lainnya.

Program ini sebagai bentuk nyata TUJF dalam membantu  upaya pemerintah meningkatkan kualiatas sumber daya manusia di Indonesia.

Dengan semakin banyaknya pengaduan-pengaduan atas sikap dan tindakan Anti Radikalisme & Intoleransi disekitar kita secara langsung atau viralnya satu kejadian via medsos, dirasakan semakin diperlukannya tindak lanjut dari kasus-kasus ini.

Saat ini yang terjadi setelah suatu kejadian hanyalah bersifat pasif. Contoh soal atas toko kue belakangan ini. Masalah info tindakan yang diambil Pemilik setelah terjadi untuk mereda keadaan adalah agar tidak ditinggalkan oleh pelanggan. Sementara mengapa hingga info itu ada tidak diselidiki atau kita ketahui. Hal ini hanya akan memberikan kegaduhan di masyarakat. (Has)