Ditunjuk Sebagai Menkominfo, Berikut Profil Jhonny G Plate

Jakarta, Obsessionnews.com - Johnny G Plate mewakili masyarakat dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kini sukses menjadi tokoh nasional. Pria kelahiran Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, 10 September 1956 itu mampu menunjukkan dirinya sebagai tokoh yang sukses di berbagai bidang. Dari seorang pengusaha, menjadi politisi handal, sampai dipercaya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo). Kiprah politik Jhonny dimulai saat ia bergabung dengan Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia (PKDI). Ia sempat dipercaya sebagai Ketua Mahkamah PKDI hingga 2013. Setelah itu, Johnny hijrah ke Partai Nasdem. Lalu pada Pemilu 2014, suami Maria Ana ini maju sebagai calon legislatif dan lolos ke Senayan. Ia ditempatkan di Komisi XI membidangi keuangan, perencanaan pembangunan nasional, perbankan, dan lembaga keuangan bukan bank di DPR RI untuk periode 2014-2019. Tak hanya itu, Jhonny juga mendapat kepercayaan sebagai Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) XI, anggota Badan Anggaran, dan anggota Badan Musyawarah DPR RI, hingga Ketua Departemen Energi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup DPP Nasdem. Kariernya di Nasdem menanjak. Pada 2017, ia ditunjuk oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menjadi Sekjen baru menggantikan yang lama untuk meneruskan periode 2013-2018. Saat itu Wajah Jhonny kerap tampil menghiasi media nasional tanah air untuk membicarakan isu-isu politik. Karier Jhonny pun terus melejit, ia tegas memposisikan diri sebagai kader Partai NasDem yang sejak awal konsisten mendukung pemerintahan Jokowi. Bahkan pada Pemilu 2019, Jhonny masuk dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) untuk memenangkan kembali Jokowi sebagai Presiden. Ia pun kembali maju sebagai anggota DPR pada pemilihan legislatif 2019, dan berhasil kembali terpilih sebagai anggota DPR. Ia ditunjuk sebagai Wakil Ketua MPR dari NasDem. Halaman Selanjutnya Namun, belum genap satu bulan menjadi wakil Ketua MPR, Jhonny harus meninggalkan jabatan itu karena ia diminta Presiden Jokowi menjadi Menteri Kominfo menggantikan Rudiantara. Jabatannya sebagai Wakil Ketua MPR pun akhirnya dilepas dan digantikan Taufik Basari. Ketika terpilih menjadi Menteri ia berjanji untuk melakukan deregulasi untuk menghilangkan hambatan dan mendorong industri teknologi informasi di Indonesia tumbuh lebih cepat. Johnny menambahkan selama memimpin kemenkominfo, ia akan fokus pada kedaulatan data, cyber security dan cyber crime (keamanan siber). Terkait kedaulatan data dan keamanan cyber, Kemenkominfo mengaku sudah merampungkan Rancangan Undang-Undang perlindungan data pribadi dan melakukan revisi peraturan data center. Dalam beberapa tahun ke depan ia juga berambisi agar Indonesia memiliki startup hectocorn. "Indonesia harus mampu menghasilkan lebih banyak unicorn - decacorn. Kalau bisa kita punya startup yang punya skala US$100 miliar (hectocorn)," ujarnya Menteri Johnny dalam acara serah terima jabatan (Sertijab) dengan Menteri Kominfo periode 2014 – 2019 di Ruang Anantakupa Kementerian Kominfo, Rabu (23/10/2019). Selain itu, Jhonny mengatakan, bahwa infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang telah dibangun Kementerian Kominfo selama lima tahun terakhir akan terus ditingkatkan untuk mendukung fungsi komunikasi kebijakan pemerintah kepada publik. “Agar rakyat tahu capaian-capaian negara. Jangan sampai ngga tahu dan ngga bisa memanfaatkannya. Kita punya infrastruktur informatika, platform, baik fixed broadband maupun mobile broadband. Rakyat perlu tahu ada di mana itu, sehingga bisa digunakan. Jangan sampai infrastruktur besar yang sudah kita bangun tadi, tidak bisa secara optimal digunakan oleh bangsa Indonesia,” tuturnya. Halaman Selanjutnya Lebih lanjut Menteri Johnny menegaskan, komunikasi kebijakan merupakan salah satu fungsi utama dari Kementerian Kominfo yang harus berjalan seimbang. “Sangat dibutuhkan agar rakyat tahu arah kebijakan pemerintah, jadi bisa ambil bagian langsung, bukan sebagai penonton. Jangan sampai rakyat jalan sendiri ke kiri, pemerintah ke kanan. Kita ingin pemerintah dan rakyat ketemu di satu simpul,” lanjut Menteri Johnny. Dalam hal komunikasi tersebut, Menteri Johnny menekankan pentingnya kerja sama pemerintah dalam mengkomunikasikan kebijakan negara. “Yang terpenting adalah bagaimana pembangunan itu memberi efek berkelanjutan, rakyat tindak lanjuti dan ambil bagian di dalamnya. Saya akan minta kita bekerja sama dengan Setneg (Kementerian Sekretariat Negara), KSP (Kantor Staf Presiden), Jubir Presiden, untuk peran-peran aktif dalam komunikasi kebijakan negara,” jelasnya. Itu lah sekilas karier Jhonny di dunia politik. Di dunia usaha, pria yang dikaruniai tiga orang anak itu, memulai bisnisnya sekitar awal tahun 1980 di bidang alat perkebunan. Sukses di bidang perkebunan, lulusan S1 Universitas Katolik Atma Jaya ini bersama rekannya masuk ke bisnis transportasi penerbangan. Ia juga pernah memegang beberapa jabatan di berbagai perusahaan, seperti Komisaris PT Indonesia Air Asia, Komisaris PT Mandosawu Putratama Sakti, Komisaris Utama PT Aryan Indonesia, Direktur Utama Bina Palma Group dan Direktur Utama PT Air Asia Investama. (Albar)





























