La Nyalla Mattalitti Anak Santri yang Sukses Jadi Ketua DPD

Jakarta, Obssionnews.com - La Nyalla Mattalitti secara resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI untuk masa jabatan 2019-2024. La Nyalla ditetapkan sebagai Ketua DPD melalui mekanisme voting yang dilakukan 134 anggota DPD yang hadir. Ia mendapatkan 47 suara mengalahkan tiga pesaingnya, yakni Nono Sampono dengan 40 suara, Mahyudin 28 suara, dan Sultan Bachtiar 18 suara. Pemilihan Ketua DPD sendiri berjalan cukup alot dan memakan waktu selama lebih dari tiga jam. Pasalnya setelah penyampaian visi dan misi Ketua DPD di hadapan seluruh anggota DPD yang hadir, dan dilakukan masyarakat tidak didapati hasil mufakat. Oleh karenanya, diputuskan pemilihan ketua melalui voting. Surat suara kemudian dihitung secara manual, dan tercatat nama La Nyalla mendapat perolehan suara terbanyak. Terpilihnya La Nyalla sebagai Ketua DPD telah menunjukkan dirinya sebagai seorang pemimpin terpercaya yang punya kapasitas dan kapabilitas untuk membawa perubahan di DPD ke arah yang lebih baik. Bukan tanpa alasan, La Nyalla juga sudah terlatih menjadi seorang pemimpin. Sejumlah jabatan pernah ia pegang. Bahkan nama La Nyalla selalu bisa mewarnai dunia panggung politik nasional. Hal ini yang membuat banyak orang segan dengan karakter dan kepribadiannya. Ya, Pria kelahiran Jakarta, 10 Mei 1959 memiliki nama lengkap La Nyalla Mahmud Matalitti ini lahir dari keluarga berdarah Bugis. Ayahnya, Mahmud Mattalitti merupakan seorang dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Sedangkan kakeknya, Haji Mattalitti adalah seorang saudagar terkenal asal Bugis-Makassar yang berpengaruh besar di Surabaya. Meski pun begitu, ia tidak memanfaatkan nama besar keluarganya dalam merintis kehidupannya saat ini. Halaman Selanjutnya La Nyalla kecil memang dikenal sebagai anak yang bandel senang berkelahi. Orang tua pun akhirnya menitipkan La Nyalla untuk mengenyam pendidikan pesantren di wilayah Bekasi dan pesantren di daerah komplek Makam Sunan Giri Gresik sampai ia menjadi anak dewasa. Kepribadian La Nyalla pun semakin terbentuk. Ia dikenal sebagai santri yang taat terhadap agama. Bahkan dalam ceritanya saat di pondok pesantren ia sempat mengajak para preman untuk bertaubat. Namun, dalam perjalan kariernya La Nyalla tidak memilih menjadi seorang ustazd atau agamawan. Darahnya sebagai seorang bisnismen tampaknya mengalir dari orang tua. Karenanya saat dia lulus dari pendidikan pondok pesantren, La Nyalla memilih menekuni dunia bisnis. Dia sempat membuka bisnis dan merugi hingga sekitar Rp 180 juta. Namun La Nyalla tak putus asa dan terus mengembangkan usaha hingga namanya besar di Surabaya. La Nyalla pun kemudian terpilih menjadi Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur. Sosok aktif dan tekun ini juga memiliki pengaruh sebagai kader di partai politik, seperti menjadi Ketua Pemuda Pancasila (PP) Jawa Timur dan Ketua DPW Partai Patriot periode 2008-2013.Tak hanya itu, ia juga terjun ke dunia olahraga dan menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur. Lalu, setahun kemudian, La Nyalla memimpin PSSI Jawa Timur sekaligus menjadi anggota Exco PSSI. Pada tahun 2015, ia terpilih sebagai Ketua Umum PSSI dalam Kongres Luar Biasa (KLB). Setelah tak lagi menjabat sebagai Ketua PSSI, La Nyalla sempat ingin maju sebagai calon gubernur Jawa Timur dalam Pilkada 2018. Namun ia tidak mendapat rekomendasi dari Partai Gerindra. Pada Pemilu 2019, La Nyalla menjadi salah satu pendukung Jokowi untuk daerah pemenangan Jatim. La Nyalla juga turut mendaftarkan diri menjadi sebagai bakal calon anggota DPD RI periode 2019 – 2024 di Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur pada bulan Juli 2018 lalu. Dia bersaing dengan 29 nama bakal calon lainnya untuk memperebutkan empat kursi senator yang mewakili daerah pemilihan Jawa Timur. La Nyalla pun berhasil meraih lebih dari 2,2 juta suara pemilih pada Pemilu Anggota DPD 2019 di Daerah Pemilihan Jatim. Anak santri itu akhirnya sukses menjadi Ketua DPD. Halaman Selanjutnya “Terima kasih kepada rakyat Jatim yang telah memberi kepercayaan kepada saya untuk menjalankan amanah ini,” ujarnya. Berdasarkan data salinan yang diperoleh dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur, La Nyalla mendapatkan total 2.267.058 suara. Raihan tersebut menempatkan mantan Ketua Umum PSSI itu duduk di peringkat kedua setelah Evi Zainal Abidin yang meraup 2.416.663 suara. Menurut La Nyalla, perolehan suara yang diraihnya merupakan amanah berat. Dia juga memohon restu dari rakyat Jatim serta berjanji tidak akan mengkhianati kepercayaan tersebut. Salah satu program utama ke depan yang diusungnya adalah penguatan ekonomi rakyat berskala kecil dan mikro di Jawa Timur, serta berjanji akan menyinergikan program itu dengan berbagai pemangku kepentingan. “Advokasi kebijakan di tingkat pusat akan membuka banyak jalan bagi kesejahteraan masyarakat Jatim. Nanti akan dilakukan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, ada provinsi dan kabupaten/kota. Insya Allah banyak jalan yang kami perjuangkan bareng warga Jatim,” ucapnya. Dua Minggu setelah dilantik sebagai Ketua DPD, La Nyalla menerima Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H. Usamah Hisyam di ruang kerjaanya, Kamis (17/10). Silaturahmi kedua tokoh ini membicarakan mengenai memberdayaan masyarakat di berbagai daerah dalam hal peningkatan ekonomi, sosial dan pendidikan. Usamah kemudian menjabarkan konsep Desa Madani Parmusi yang sudah dilaksanakan di berbagai daerah. La Nyalla pun mendukung gerakan tersebut agar dikembangkan lebih luas. Karena hal itu, menurutnya, sesuai dengan yang diperjuangkan DPD RI untuk mempercepat pembangunan daerah agar rakyat benar-benar sejahtara. Ia juga mendorong penuh Gerakan Desa Madani agar lebih berkembang secara nyata sehingga bisa memperoleh dukungan dari pemerintah. “Saya tadi bilang sama Pak Usamah, setiap provinsi harus ada percontohan Desa Madani yang sudah berhasil dikembangkan. Bila perlu desa itu akan saya kunjungi,” tandasnya waktu itu. (Albar)





























