Pemerintah Harus Jadi ‘Problem Solver’ Soal KPAI dan PB Djarum

Jakarta, Obsessionnews.com - Polemik rencana PB Djarumyang akan menghentikan audisi beasiswa bulu tangkispada 2020 karena oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dinilai memanfaatkan anak-anak untuk mempromosikan merek Djarum yang identik dengan produk rokok harus dicari jalan keluarnya. Negara terutama pemerintah harus hadir memastikan agar polemik ini menemui jalan terbaiknya. Baca juga:Didukung PB Djarum, Kopertis-UMK Gelar Bulu Tangkis Antar PTS JatengPengusaha (Djarum Group) –Robert Budi HartonoKPAI Imbau Penyelenggara Wisata Wujudkan Pariwisata Ramah AnakKPAI Sebut Kejahatan Seksual Babeh Ada Korban Lain Anggota DPD RIFahira Idris menuturkan, negara terutama pemerintah harus hadir menengahi persoalan ini. Pemerintah harus memastikan program pembibitan atlet bulu tangkis tetap terus berjalan dan memastikan program ini tidak berpotensi melanggar regulasi, terutama yang terkait dengan perlindungan anak. Hingga detik ini peran dunia usaha masih sangat dibutuhkan untuk pengembangan olah raga nasional karena pemerintah punya banyak keterbatasan sumberdaya. "Pemerintah harus jadi problem solver, punya terobosan dan cari jalan terbaik dari persoalan ini. Sumbangsih PB Djarum untuk bulu tangkis Indonesia tidak perlu diragukan. Namun, memang perkembangan undang-undang dan regulasi menuntut program audisi ini harus melakukan penyesuaian. Cobalah duduk bersama lagi dan pemerintah hadir sebagai penengah dan pemberi solusi. Saya yakin ada jalan keluar," ujar Fahira Idris melalui keterangan tertulis di sela-sela kunjungan kerja DPD RI di Provinsi Bali (9/9/2019). Halaman selanjutnya Menurut senator dari DKI Jakarta ini, apa yang terjadi saat ini adalah ujian sejauh mana pemerintah mampu menempatkan dirinya sebagai problem solver terhadap persoalan yang menjadi polemik hangat di masyarakat. Sumbangsih dunia usaha untuk perkembangan olah raga tidak kita abaikan, tetapi undang-undang dan regulasi juga harus jadi pijakan utama kita. Kebuntuan persoalan ini membutuhkan pemecahan dan menghasilkan sebuah terobosan baru dan hal ini hanya bisa dilakukan oleh pemerintah karena mempunyai otoritas tertinggi. "Bulu tangkis penting, bahkan satu republik ini cinta bulu tangkis. Tetapi memastikan regulasi perlindungan anak berjalan juga sangat penting karena itu amanat rakyat lewat undang-undang. Saya yakin persoalan bisa menemui jalan terbaiknya selama pemerintah tidak jadi penonton, tetapi jadi problem solver," tegas Fahira. (arh)





























